Thursday, November 21, 2013

Modis Manis

Berdandan modis dan  terlihat cantik, siapa perempuan tak mau. Ketika penilaian tak hanya satu , dua bahkan banyak orang memuji outlook penampilan seseorang pasti bangga dong. Tapi jika sebaliknya ??? Wohoo.....

Posisi meja kerja saya menghadap koridor tangga naik lantai 2. Jadilah, saya adalah orang yang pertama melihat dan dilihat oleh orang yang pertama naik ke lantai 2 (kecuali jika wajah saya sedang menghadap PC di sebelah kanan meja). Maka saya musti punya senyum banyaaak pada hadirin yang bersliwerandi lantai 2.Yaiyy pesona mantan CSO masih nyangkut hihihi...
Poinnya bukan itu sebenarnya. Tapi ada satu emak-emak wait kita sebut si ibu sajah yang penampilannya sering bahkan selalu mengundang decak.Weleh weleh. Bukan decak kagum tapi, adegan bengong dan mengerinyitkan kening sering dialami , bukan hanya saya ternyata, tapi kawan yang lain. Apalagi anak lantai ! yang pertama lihat. Jam 08.20am (jam kantor 07.30am), jegleeer pintu dibuka, munculllah si ibu dengan penampilan ajaib setiap hari. Dan kami hanya mesam-mesem. Even pak bos aja males berkomentar apalagi melarang. Padahal dahulu kala, saya dikritik saat pake atasan batik babydoll plus kaos manset panjang.Pun atasan yang lengannya cuma 3/4. Pun baju yang tidak melewati pantat (kurang panjang).
But she's so special !!  Rasanya hampir tiap hari pakai baju baru. Eits bukan masalah iri ya. Tapi ini tentang polite dan unpolite, eh lebih tepat formal dan tidak. Jadi senin dan selasa pakaian dinas kami blazer seragam untuk para kurcaci dan yang punya jabatan formal, bebas. Rabu batik seragam, kamis baju bebas rapi, Jumat batik bebas. Well hanya hari Rabu yang beliau matching dengan kitah. Yaiyalah, batik ijo seragam. sementara hari lain....kuaww waau kayak orang mau kondangan ! Seriously.
Macem begini :
1. Atasan kelelawar motif bulatan besar warna hitam merah lengan 3/4 plus manset. Bawahan rok pensil
2. Atasan mirip shifon melayang ijo terang bawahan legging hitam
3. Today ! atas bawah hitam.but rok 3/4 disambung legging. hadeuhh.
Kata supervisor saya , mau kondangan kali ya..please note. Supervisor saya termsuk type hemat bicara,pun komentar. Tapi tidak didepannya siih.

Kenapa wahai kenapa even para pejabat malas komentar apalagi kasih peringatan. Si ibu pejabat level menengah.Nyaris tak punya kawan dekat dikantor, since beliau galak abeees. Walau kadangkala beliau baik hati juga. Macem senang berbagi makanan. Ini yang saya suka...hiiii

Anyway si ibu masih single di usia forty. Saya sedang tidak menganalogi kesendiriannya menjadikan beliau bersikap gue-gue lu-lu, gue ga ganggu, ga usah ngurusin gue. Nah, ini tentang kerja dikantor yang perlu kerjasama apalagi menyangkut pihak ketiga. Beberapa kali berhitung , beberapa kenalan yang maap masih single di usia sangat matang,seringkali lebih jutek memang. Uppps
Tapi saya punya banyak kawan yang being single but funny person

Ini tentang pilihan bersikap dan reaksi lingkungan. Karena kita tidak hidup sendiri.
Dimana bumi dipijak disitulangit dijunjung

Monday, November 18, 2013

Keenan 26months

Makin pinter aja jagoan gantengku. Makin cerdik dan ada aja tingkahnya yang heboh , aneh , lucu. Penjiplak ulung sekarang. Jika dulu sering ditakuti ayahnya "kalo nakal tak slentik" adegan tangan kanan jempol dan jari tengah menyatu. Hasilnya sekarang Keenan mulai niruin kebiasaan itu. Jadi kalo sedang marah pada ayah atau bundanya , tangannya akan bergaya seolah mau me-nylentik-.Tapi semua jari tanya rekat hahhaa lucu.
Pun ketika si ayah suka kentut seenak tempat.Keenan pun bergaya. Dari awal duduk sila, begitu mau kentut, kaki kanan selonjor, pantat diangkat sedikit, posisi agak miring daaan duuuttt. Ahhhahah.
Yang paling baru semalam. Nonton PLANE di lapi. Si Ayah tiduran miring dengan tangan menyangga kepala. Keenan mau ikut-ikutan. Tibur miring, tapi tanganya tak kuat menyanga kepala, jatuuuh terus

Usia 2 tahun memang sedang lucu-lucunya. Bahkan tingkah paling menyebalkan pun (misal pup) tetap saja terasa lucu.  Dan semoga akan tetap kangen Keena kala kerja sampai dia usia berapapun.
Kakak ipar weekend lalu pulang, bosan di Jogja katanya. Kemudian ketika kami bertemu dia bilang.Aku bosan ngurus 2 anaku (kelas 2 dan 5 SD). Saya tersenyum... Ahaa bisa ya bosan pada anak. Lebih tepatnya jenuh dengan rutinitas bangun, antar sekolah-kerja-jemput sekolah-antar les-jemput. Sedang suami tak dapat diganggu gugat jika sedang berada di laboratorium. Oooohhh, jadi masalahnya adalah ketidaksamaan kerjasama. Apa ya bahasa yang tepat. Kurang kerjasama. Mbak merasa capek  mengerjakan semua sendiri. Sama dong dengan saiaaah .Dan rasanya pengen saat itu juga bilang ke suami , begini lo kata hati perempuaan ;-p
Semoga saya tetap kangen Keenan sekarang , nanti dan selamanya.

Balik ke Keenan , sejak usia 11 bulan sudah sekolah.Tepatnya dititipkan di Taman Penitipan Anak aka daycare. Dan sampai sekarang saya masih curious pada apa yang ada dipikiran dan benaknya. Bahwa rutinitas itu telah tercipta. Bahwa bagi Keenan setiap pagi dia berangkat bersama ayah atau bunda atau ayah dan bunda, kemudian sekolah, tak ada ayah bunda disana, bersama banyak teman dan pengasuh saja. Dan sore hari bunda datang. Setiap kali meninggalkan Keenan di sekolah, saya sedih. Kasihan anaku. Dan muka bayinya juga datar, mungkin jika sudah bisa bilang "Aku mau dengan bunda saja".

Semoga kita sama-sama kuat ya, nak. Dan kekhawatiran ipar yang bilang anak akan lebih dekat ke pengasuh ketimbang iu sendiri, sama sekali tidak terbukti. Keenan teramat lengket dengan saiyaaah
Love u and always, Kid Keenan

Friday, November 15, 2013

Pesonan Wanita Usia Matang

Gaya hidup modern dan karir wanita yang semakin manatap sedikit menjauhkannya dari ketergantungan terhadapap lawan jenis secara materi. Kemandirian secara financial memang cenderung membuat jarak akan pilihan happy single or being house wife. Berpasangan adalah naluri alamiah setiap insan. Namun ketika logika bermain, seringkali pilihan  happy single lebih menarik, bahkan ketika usia melewati 30an.
Bukannya tidak mau mencari namun pilihan yang tersedia bisa jadi menyempit atau malas mencoba sebuah hubungan baru karena trauma masa lalu.

Saya sendiri memutuskan dan berencana bin yakin menemukan seseorang yang layak mendampingi selama usia diusia 29. Keburu dan diburu waktu serta pertanyaan keluarga. Saat itu iya atau terbang ke dunia lain. Hidup itu pilihan. Dan pilihan yang tersedia kadang kala sama tidak enaknya. Atau sebaliknya, sama enaknya.

Enaknya menikah
1. ada orang yang anter jemput kesana sini
2. temen nonton film dan gosip dan makan kulineran
3. Ada di kecil yang lucu bangeet
4. Sholat jamaah

Enaknya bujang
1. Makan apa aja ga mikir anak
2. Travelling kemana aja ga mikir anak
3. Pergi pulang kerja rapat ga kepikiran anak

Punya kawan-kawan yang masih being single dan mereka HAPPY meski berharap suatu saat (dan saya terus berdoa pula) bertemu dengan si teman hidup.

Paling tidak asik ketemu orang yang being single tapi sombong abiiss plus kepedean plus tukan perintah yang ending sebenarnya itu ketidakdewasaan karena separuh jiwanya belum ketemu. Ihiiiiir

Entahlah