Tuesday, December 20, 2016

Sayang Ibu, Dulu ,Sekarang dan Selamanya

Saat usia 6 tahun, saya sering marah pada Ibu jika hasil kunciran rambut miring. Tidak percaya diri rasanya.
Saat usia 15 tahun, saya sering marah pada Ibu jika menu masakan pagi hari sama dengan siang hari.
Saat usia 25 tahun, saya dan Ibu sering menangis bersama saat mengunjungi makam Bapak
Kemarin, saya bahagia menyaksikan Ibu yang tak henti tersenyum saat menceritakan pengalaman 14 harinya di Tanah Suci.
Tak terperi kebaikan Ibu, tak akan cukup ruang untuk membalas semua jasa.
Sayang Ibu, dulu,sekarang dan selamanya.

@indarimastuti, @idafauziah @julieartha @Annafarida
#hariibu
#alumni_sekolahperempuan
#SP10

Sunday, December 4, 2016

5 Pilihan Hunian Sesuai Kantong

Menikah  merupakan gerbang membina keluarga baru, lingkungan baru, tetangga baru. Bagi pasangan yang baru menikah baik sudah langsung menempati rumah baru ataupun masih bermalam di rumah orangtua, tetap saja memerlukan penyesuaian  before and after.
Saya tidak akan bahas suka duka tinggal di pondok indah mertua  hehe, kali ini  yang dibahas pilihan jenis hunian untuk pasangan muda seperti saya.

Setelah setahun lebih berburu promosi rumah baru, cluster, residence, rumah second hingga  tanah kavling, akhir pengembaraan itu behenti pada 2 buah kavling @90m2 dalam sebuah kampung. Akses jalan kecil hanya  gang lebar 2,5m saja. Jarak ke jalan raya kabupaten hanya 30m plus di pojokan ada masjid besar.
 Yes ! Alhamdulillah,tanah sudah dilunasi tinggal mengumpulkan uang untuk membangun rumah. Mikir, darimana dananya ?

5  Pilihan Hunian Sesuai Kantong :
1. Rumah residence
Cara paling sederhana adalah datang ke pameran property atau langsung ke kantor marketing di lokasi komplek  residence. Biasanya dalam sebuah komplek residence unit rumah yang tersedia tidak terlalu banyak bisa 6-12 unit saja atau tidak sampai 50 unit. Dengan fasilitas one gate maka didalam lokasi biasanya sudah tersedia fasum/fasos berupa taman bermain dan tempat ibadah. Bahkan untuk Residence kelas menengah ke atas ada jogging track hingga kolam renang. Silakan sesuaikan bujet termasuk jarang tempuh dari rumah ke kantor  atau tempat usaha.
Bagi Anda yang suka privacy dan ketenangan pilihan jenis residence cocok karena unit yang tersedia tidak terlampau banyak.

2. Rumah perumahan /pengembangan
Pengembang  yang memiliki lahan luas untuk dibangun perumahan, biasanya tidak membangun unit rumah secara serentak, melainkan bertahap. Dibuka cluster belakang, cluster tengah kemudian cluster depan. Kebijakan bertahap disesuaikan dengan plafond KPR dari lembaga keuangan yang juga turun  bertahap dan strategi marketing untuk kenaikan harga berjenjang. Pihak BI bahkan sudah mewajibkan KPR rumah subsidi  harus dalam kondisi readystock.
Keuntungan memilih jenis rumah ini, kondisi sosial masyarakat sudah terbentuk. Fasum  dan fasos sudah memadai.

3. Rumah second
Dengan bujet beli rumah baru  yang sama, Anda bisa mendapatkan rumah second dengan luasan tanah lebih banyak. Contoh perumahan sekarang rata-rata type 45/80 atau type 65/100 seharga Rp.350.000.000 s.d Rp.900.000.000,-. Jika Anda ‘kuat’ berburu,  dengan Rp.400.000.000,-  bisa mendapat rumah seluas 250m2. Rumah second baik lokasi di kampung atau perumahan jaman tahun 90an hingga awal tahun 2000 masih dengan luasan diatas 120m2. Namun Anda harus cermat menghitung biaya renovasi yang harus dikeluarkan  karena usia bangunan biasanya sudah lebih dari 10 tahun. Paling sering yang harus di perbaiki adalah kondisi plafond dan genteng.

4. Kavling siap bangun
Naah yang ini pilihan saya. Kenapa ? Dengan membeli kavling secara mandiri maka bentuk, model rumah bisa SESUKA HATI dan tentu saja SESUKA DANA tersedia.  Rumah tumbuh namanya. Berawal dari bangunan komposisi  60/180 pada 3 tahun lalu, sekarang sudah menjadi  90/180 tapi masih belum memiliki garasi, belum ada taman dan tembok keliling.
Nanti, ngumpulin uang lagi :-)

5. Rumah waris
Naah ini yang paling asyik ( , dapat warisan rumah tinggal dari orangtua atau mertua. Tidak perlu keluar dana banyak, hanya renovasi dapur dan kamar mandi saja. Sedikit kerepotan saat idul fitri tiba karena para kerabat banyak bertandang dan menginap di rumah.
 Maka, siapkan tempat tidur ektra.

Naah bagaimana rumah idaman pilihan Anda ?
Bila tak punya dana tunai bisa ajukan PEMBIAYAAN SYARIAH INVESTA GRIYA, silakan mampir di www.kospinjasa.com

CARA HEMAT MANJAKAN KARYAWAN


“Bosmu baik banget . Enak dong liburan gratis tiap tahun.”
Endang tersenyum senang , “ iya, Pak Bos sih santé aja, kan tidak keluar duit juga.”
Sari penasaran, “memberangkatkan  3 bus karyawan , tidak keluar uang ?”
Endang mengangguk mantap, “Yes, pak bos  cuma nabung di Kospin tiap bulan. Trus tiap tahun Kospin kasih tiket wisata kesini. Aku yang urus. Kamu coba bilang ke Pak Haji, mana tahu mau juga nabung gratis wisata. Asyik kan, bisa ramean kita “.
“Kalau ngomong ke Pak Haji ga berani, ke bu Hajjah aja. Apa tadi, Kospin ya , sip.”

Bulan lalu Endang dan teman-teman kerjanya berwisata ke  Waterblaster Semarang.  Senyum para karyawan tak pernah lepas dari wajah mereka , karena jika tahun lalu acara berwisata ke Owabong Purbalingga  tiap karyawan hanya dapat 1 tiket, kali itu Bos  Aryo memberikan  jatah 1  karyawan  mendapatkan  3 tiket alias 3 kursi. Artinya bisa membawa  keluarga. Alhamdulillah. Endang  yang menjabat sebagai bagian persoalia malah dapat 5 tiket. Senang ya...:-)

Sudah  10  tahun terakhir Bos Aryo yang asli Pekalongan memberangkatkan semua karyawan pabrik batiknya  berwisata setahun sekali. Bagaimana bisa ? Tentu, karena target perusahaan  tercapai . Tapi bukan karena hal  itu saja. Bos Aryo menabung rutin tiap bulan di sebuah lembaga keuangan . Bonusnya tiap tahun dapat tiket wisata gratis , sedang uang tabungannya utuh. Asyik kan ?
Endang dan para karyawan senang-senang aja. Piknik gratees dapat uang saku pulak dari pak Bos.

Adalah Kospin JASA yang memiliki produk tabungan wisata SAFARI. Apa itu ? Sebuah produk tabungan berjenis installment  atau tabung rutin dengan nominal Rp.300 ribu saja selama 36 bulan. Penabung akan mendapat kesempatan memenangkan aneka hadiah setiap  bulan dan  tiket wisata gratis setiap tahun.  Pada akhir periode, tabungan akan dibagikan secara utuh tanpa potongan sama sekali bahkan mendapat bonus tambahan.
Berbagai tempat wisata sudah menjadi langganan Kospin JASA seperti Ancol, TMII, Mekarsari, Ciater, Waterblaster Semarang, Tanjung Kodok Lamongan,KB Gembiraloka Yogyakarta , Taman kyai Langgeng Magelang, Candi Borobudur Magelang dll. Jangan kaget jika sedang wisata bersama total bus pariwisata bisa mencapai 400 unit !
Untuk tahun 2016 sudah diselenggarakan wisata serentak  pada minggu ke 2 dan ke 3 bulan Oktober lalu ke beberapa destinasi antara lain : Waterblaster Semarang, KB Gembiraloka Yogyakarta, Waterpark Jepara, Dreamland Ajibarang dan Curug Sidomba Kuningan.
Yuk nabung santai piknik gratis
Mari mampir kesini:  www.kospinjasa.com

LIBURAN GRATIS KE KOREA, MAU ?


Rima baru mengunci pintu gerbang, saat sebuah taxi putih melintas dan berhenti  di depan Mobilio cokelat yang terparkir di seberang jalan. Seorang perempuan berhijab marun, melangkah turun sambil melambaikan tangan.
“Barusan nengok butik terus pengen mampir ke rumahmu. Kamu mau pergi kemana, Ma ?”
“Masuk mobil dulu yuk, sekalian jalan.” Rima menarik lengan Fia, sahabatnya.
Pelan mobil ber plat AB 2134 CK melaju ke luar komplek .” Mau ke imigrasi, perpanjang paspor.”
“Tumben, bukannya lagi ngehits keliling Indo.  Snorkling kemana tuh , kemarin?”
“Karimunjawa, sejam aja dari Semarang. Udah bisa lihat surga laut”. Senyum Rima mengembang.
“Trus paspor itu… ?” Fia masih penasaran, “bulan madu ?”
“Wueee …belum lah. Paspor prepare ke Hongkong April nanti. Rame-rame sama anak kantor.”
“Waaah asyik dong,  April itu peak banget butikku.”
“Yang asyik lagi, gretongan say “. Rima mengedip-ngedipkan mata bulatnya.
Fia menepuk bahu perempuan di belakang kemudi yang sedang senyum-senyum. “Kok bisa ke Macau gretongan. Tembus target kantor nih. Tapi kok bisa ramean sama anak kantor ?”
“Kamu sih kapan bulan di message ga respon. Aku sama teman-teman, nabung rutin tiap bulan di Kospin. 2 tahun aja. Juli nanti kelar. Trus Septembernya piknik ke Hongkong, Daaan duit tabungannya tetap U-T-U-H. Katanya malah dapat tambahan bonus deh.”
“What ? yang beginian kok ga ngabarin sih?”
“Kamu nya yang sok sibuk pake handphone gonta ganti mulu. “ Rima memutar pelan  AB 2134 CK mencari tempat parkir. “Setengah tahun ini juga udah ikutan tabungan yang sama, dan pikniknya ke K-O-R-E-A.”
“Masih bisa ikut ga ?”
“Te-lat, entar kalau ada program baru lagi, yuk turun !”

Adalah Kospin JASA yang memiliki produk unggulan SIMPANAN PRIMA, yang memiliki keistimewaaan keamanan tabungan dan bonus wisata gratis ke kota-kota terpilih mancanegara. Dengan menabung rutin Rp.5.000.000,- per bulan selama 24 kali,peserta berhak mendapat   satu paket akomodasi wisata selama 3 hari. Asyik kan ? Periode 1 sudah terbang ke Singapura April 2016, Periode selanjutnya Macau, Hongkong dan Korea. Hebatnya, semua seat sudah terisi, jadi   bagi yang ingin  bergabung , tunggu paket wisata selanjutnya ya…
Ssst, gosipnya sih, mau ke Eropa….yeayyy.

Info lebih lanjut bisa mampir ke sini http://kospinjasa.com/id/produk-dan-layanan/tabungan-dan-simpanan

Tuesday, November 22, 2016

Semangat Jumat

Saat adzan shubuh berkumandang, menu sarapan pagi sudah terhidang di meja. Nasi  hangat, bihun goreng sawi , telur dadar , tempe goreng dan bandeng presto. Ritual selanjutnya mandi dan sholat Shubuh. Jika biasanya jam 07.00 pagi saya baru siap berangkat kantor, pagi itu jam 05.00 saya sudah duduk menunggu driver kantor menjemput.
Bisnis trip kali ini dari pantura menuju arah selatan yaitu kota #Magelang dan #Jogjakarta. Walaupun hanya 5 tahun bermukim di Jogjakarta saya lebih familiar dengan kotanya ketimbang  kota Magelang yang pernah saya huni hampir 10 tahun. Pasti karena tinggal di Magelang saat saya masih kanak-kanak sehingga belum ada minat jeng-jeng sana-sini. Paling ngehits hanya beredar di Taman Kyai Langgeng saja.

Di Magelang hanya mampir sebentar  melihat lokasi daerah Danurejo dan perjalanan lanjut ke Jogjakarta. Disana saya bertemu perempuan hebat yang berbisnis kuliner SATE, makanan khas orang Indonesia yang melegenda.  Usaha ini sudah ditekuni sejak tahun 1970an. Naik turun usaha dialami namun tetap bertahan hingga sekarang ditengah gempuran sajian kuliner lain dengan menu bervariatif dan harga bersaing.
Perempuan emang gitu. Tangguh disegala suasana J

Selanjutnya bersilaturahim di rumah baru lelaki berumur 40 tahunan dan berputra tujuh ! Subhalallah. Membayangkan betapa riuhnya suasana rumah tersebut. Yang menarik, rumah yang berdiri diatas lahan 6m x  70m, modelnya memanjang, halaman depan cukup luas untuk parkir 4 mobil dan sedang dibangun dua ruangan yang akan difungsikan untuk perpustakaan dan Rumah Tanfidz.
Beliau bekerja sebagai marketing produk MLM  herbal dan kesehatan terkenal. Sejujurnya saya tidak tertarik dengan bisnis MLM jenis manapun. Namun bercerita dengan beliau membuka ranah berpikir saya. 
Tentang bisnis tidak hanya mengejar materi.
Tentang bisnis tapi tetap memiliki etika Islami. 
Tentang  jargon financial freedom yang kebablasan. 
Menurut beliau, financial freedom itu bukan berarti bisa membeli apa saja yang  di inginkan karena sudah memiliki dana berlebih. Kalau yang seperti itu namanya serakah. Maka yang dikejar hanya target, target dan target. Tidak ada ruh, tidak ada tujuan selain uang saja.  Bahwa kita hidup butuh uang , BENAR, namun tidak semata itu. 
Financial freedom adalah saat kita mampu memberi banyak, semakin banyak dan banyak lagi. Financial freedom adalah saat kita mampu berbagi rezeki kepada orang lain, tanpa takut rezeki kita berkurang.
Allah lah Maha Pemberi Rezeki, kepada Nya kita meminta dan kepada Nya kita menyembah.


Semangat  Jumat !

Monday, November 14, 2016

Gambar Muka

Kemarin sore  pak Bos tiba-tiba menelpon.
“…………….bagus “ suara dari seberang laut.
“Gimana , Pak, tidak jelas.”
“ DP mu itu lo, ORANG KUAT TAHAN MARAH. Seharian ini saya marah-marah soalnya.”

Saya nyengir.Haha, pak bos kepoin DP BBM saiyah. Ga enak berteman dengan bos gini dah. Apa yang ada di hati tidak bisa sembarang pasang status. Kan malu pasang status galau hihi.
Cuma, memang sejak mempunya buntut, saya termasuk arif dalam memasang status baik di Display Picture (DP)BBM, WA ataupun Facebook. Kenapa ? Inget umur hahaha. 

Begini, saya juga selfiegenik. Tidak bisa melihat spot kinclong sedikit pengennya  senyum klik sana sini. Mall, area pameran, apalagi memang tempat wisata hadeuuh WAJIB. Dan langsung posting up , up, up. Bahan nyombongin ke orang-orang yang belum pernah kesana. Ya kan @marisa perdaniJ Mojok di Grand Indonesia atau stalking depan stan Inacraft. Lima tahun terakhir hobi itu semakin berkurang, apalagi posting narsis. Mending posting senyum anak. 
Biarlah saya dinikmati suami saja eaaaa

Berteman dengan banyak orang dengan media social,  sadar atau tidak menjadikan orang lain memiliki sangkaan tertentu. Orang yang selalu pasang barang jualan di DP-nya , ya pasti dia emang jualan hehehe. Hanya saja jaman sekarang sudah berkembang ilmu copywriting, softselling dan turunannya yang memungkinkan orang jualan tanpa berasa jualan. Kalau di pasar iyalah memang tempat jualan, tapi di medsos, apalagi yang suka nge-tag tanpa ijin atau inbok langsung tembak. Waah itu bikin gerah lo… facebook bahkan sudah menfasilitasi para pedagang dengan Fanpage dan facebook adds. Efektif ituuh, sudah coba , Bu J

Ada yang hobi gonta ganti DP dengan postingan mukaaaa semua ! Hihihi, pipinya lebar soalnya. Jujur saya suka geli kalau melihat DP teman yang suka pamer muka .Uppps bukan, maksudnya  memang mau announce before –after kali ya. Sebelum punya smartphone dan sesudahnya.
Beware saja, bahwa  beragam gambar yang kita posting di medsos bisa dengan mudah di ambil pihak lain yang  bisa jadi memiliki tujuan tidak baik. Minimal di download mantan hahahha


Sudah.

MENABUNG DINAR EMAS DULU, BERANGKAT UMRAH KEMUDIAN

Masih ingat konsep pengaturan keuangan 10-20-30-40 kan ya J
10% dari gaji untuk  TABUNGAN (lallallaaaaa…)
20% dari gaji untuk biaya HOBI dan sosial (beli baju,travelling ,wisata kuliner , kondangan )
30% dari gaji untuk bayar HUTANG termasuk kartu kredit  ( ambil kalkulator)
40 % dari gaji untuk HIDUP sehari-hari  (what ? ga cukup dong !)

Nah mau bahas yang  poin 1 nih, TABUNGAN.
Jika dahulu definisi menabung adalah menyisihkan uang , saat ini menabung sudah menjadi kewajiban. Lebih jauh lagi dengan sebutan investasi.
Rasanya pameo dipikir sambil jalan, sudah tidak relevan di era digital kini. Bermimpi, berencana, dan eksekusi. Anda ingin punya rumah, harus punya tabungan untuk bayar uang muka dong. Anda ingin liburan,  siapkan tabungan travelling dulu dong. Jangan terlampau ringan tangan dengan sedikit –sedikit ada kebutuhan maka langsung gesek kartu kredit. Jika itu Anda lakukan, selamat menempuh jalan penuh lumpur yang akan membuat Anda  terjerembab.

# Sudah punya tabungan dana sekolah anak ?
#Sudah punya tabungan dana travelling ?
#Sudah punya tabungan dana pernikahan anak ?
#Sudah punya tabungan untuk berangkat umrah atau haji ?


Emas merupakan salah satu jenis tabungan dan atau investasi yang cukup likuid. Iya, beli keping emas hari ini, besok dijual, bisa. Perempuan biasanya lebih suka mengoleksi emas sebagai perhiasan ketimbang emas batangan atau kepingan. Tidak salah, hanya saja jika emas berupa perhiasan  dijual, maka yang dihitung hanya berat bersih emas saja tanpa harga pembuatan yang bisa jadi dahulu saat beli cukup mahal karena bentuk yang unik J
Bagaimanana dengan  Dinar emas atau koin emas. Satu  koin emas  beratnya 2,25 gram. Bentuknya keping atau koin kualitas emas 22 karat. Harganya  relatif fluktuatif mengikuti pergerakan emas murni dunia. Bisa dilihat disini  www.geraidinar.com.
 Apalagi harga emas ya Pak, Bu, harga cabe saja setiap hari bisa berbeda di musim penghujan begini J

Bagaimana menabung dinar emas bisa untuk biaya umrah ?
Pergi ke tanah suci Mekkah melaksanakan umrah  menjadi pilihan saat ini seiring dengan semakin panjang daftar tunggu  pergi haji hingga 23 tahun di banyak kota/kab di Indonesia.
Dengan rutin menabung dinar emas, biaya ke tanah suci menjadi ringan, bagaimana caranya ?
a.       Menabung dinar emas  bisa secara cicilan, Anda bisa datang ke kantor pegadaian atau lembaga keuangan lain yang melayani tabungan dinar atau cicil emas seperti www.geraidinar.com yang sudah memiliki cabang di berbagai kota di Indonesia.
b.      Misal harga dinar emas hari ini Rp.2.046.629,-. Anda bisa menabung  utuh 1 koin dinar emas dengan menyediakan dana sebesar tersebut . Atau jika dana Anda hanya Rp.1.500.000,- maka tabungan Anda sebesar 0,732 dinar emas.
c.       Jika Anda rutin menyisihkan dana tersebut , 2 tahun kemudian Anda bisa berangkat umrah bersama pasangan J
Harga 1 koin dinar emas relative stabil terhadap inflasi. Sekian tahun lalu harga 1 koin dinar hanya Rp.1.600.000, - namun pada saat itu sudah bisa membeli satu ekor kambing untuk kurban di Hari raya Idul Adha. Pun demikian sekarang saat 1 koin dinar emas bergerak di kisaran Rp.2 jutaan, juga sudah bisa mendapatkan satu ekor kambing standar.
Dinar emas juga bisa dimanfaatkan untung tujuan lain, seperti biaya sekolah anak atau kawinan J

Yuk aah, cerdas, cermat menabung.

Sunday, November 6, 2016

Drama pagi cerah

Alarm pukul 3.31 tidak berhasil membangunkan saya, namun belum alarm kedua 4.30 berbunyi  mata saya sudah melebar. Teringat cucian piring yang semalam tidak tersentuh gegara kepala sedemikian berat.  Tak ada alasan untuk  bersantai.

Tepat pukul 06.oo, sarapan sudah siap. Saya pun sudah mandi. Menengok kamar depan yang kosong saya pikir Keenan diajak pergi si Ayah, karena rumah kecil kami memang memungkinkan melihat semua aktivitas dimanapun berada.  Dari rengekannya ,saya tahu bakda shubuh si Ayah membangunkan Keenan. Keenan belum bisa langsung terbangun, biasanya masih malas-malasan. Ketika suasana hening, terpikir mereka pergi jalan-jalan. Tanpa menengok saya lanjutkan beberes dapur.

Pukul 06.15, Ayah dan Keenan belum juga nampak pulang. Tengok kanan kiri ke halaman depan dan samping juga tak terlihat. Maka sayapun mulai sebal. Si Ayah suka gitu, ngajak jalan anak sampai siang , nanti kan jadi keburu berangkat sekolahnya.

06.30 keduanya belum juga terlihat, maka saya tengok ke tetangga sebelah. Eh Naufal teman mainnya malah melintas sendiri. Naaah berarti mereka dimana dong ?

Bergegas saya beresin jemuran , siap-siap ganti baju dan menutup jendela biar nanti pas Ayah pulang , semua sudah beres. Tinggal mereka mandi dan sarapan dan Go !
Saat menuju kamar baru disisi selatan rumah berniat menutup jendela, saya kaget. Ternyata keduanya masih tertidur lelap !! Masya Allah, kirain pergi main keluar rumah, ternyata cuma pindah tidur ! Ayaaaaah arrghh.

#Keenan pun menangis karena muka saya cemberut. Dia tahun kalau Bundanya marah, akan diam ditanya apapun.

Monday, October 31, 2016

I’M MOVING and I’M HAPPY



Pindah rumah, pindah kos, packing seru. Saya nikmati semua proses  adaptasi lingkungan baru. Tapi tidak untuk sesi pindah kali itu. Saya harus memilih melanjutkan karir  (yang sepertinya akan gemilang) di kota atau pindah mengikuti domisili calon suami. 

Jika saya tetap tinggal  di kota peluang untuk menjadi perempuan berdaya dari sisi materi dan kepuasan ragawi dengan segala macam fasilitas akan tersedia.

Jika saya memilih mengikuti keinginan sang calon suami, maka saya harus rela bersepi-sepi di kota pesisir pantai utara  menyaksikan orang memegang canting dan menarikannya di atas sehelai kain panjang.  Tidak akan ada waktu kunjungan ke aneka pameran  megah di JCC atau Kemayoran . Tidak ada lagi jalan-jalan menelusuri kota tua dan duduk termenung di pojokan museum. Tidak ada lagi agenda bangun pagi-terburu-buru- hari Ahad , demi mendapat shaf depan di Masjid Sunda Kelapa. Tidak ada lagi…

“Bunda, aku bangun pagi !” Terdengar  suara lelaki kecil  dari arah belakang. Saya membalikkan badan dan memeluknya. “Keenan pintar, Bunda selesaikan cuci piring, setelah itu  Keenan mandi ya. Mumpung masih pagi, air masih nyala kenceng dan segar.”

Kesibukan saya enam tahun terakhir adalah pagi sebelum shubuh, menyiapkan sarapan  untuk keluarga dan perlengkapan sekolah anak. Iya, saya memilih  mengikuti saran calon suami untuk pindah ke kotanya. Dengan segala konsekuensi.

Kaget awalnya, kemudian beradaptasi. Segala hal terjustifikasi dengan sendirinya, tidak mudah, namun dijalani saja dengan riang. Apalagi ada pangeran kecil yang celotehnya semakin menggemaskan.

Nikmati saja :-)

I’M MOVING and I’M HAPPY



Pindah rumah, pindah kos, packing seru. Saya nikmati semua proses  adaptasi lingkungan baru. Tapi tidak untuk sesi pindah kali itu. Saya harus memilih melanjutkan karir  (yang sepertinya akan gemilang) di ibukota tercinta Jakarta atau pindah ke kota kelahiran calon suami yang tidak mudah bukan? Pada saat usia sudah  terbilang matang  untuk menikah  namun panggilan egoisme hati untuk meraih mimpi, passion serupa batu yang menahan langkah saya. 
Jika saya tetap tinggal  di Jakarta peluang untuk menjadi perempuan berdaya dari sisi materi dan kepuasan ragawi dengan segala macam fasilitas akan terpenuhi. Menikah ? Entah ada di porsi keberapa.
Jika saya memilih mengikuti keinginan sang calon suami, maka saya harus rela bersepi-sepi di kota pesisir pantai utara  menyaksikan orang memegang canting dan menarikannya di atas sehelai kain panjang.  Tidak akan ada waktu kunjungan ke aneka pameran  megah di JCC atau Kemayoran . Tidak ada lagi jalan-jalan menelusuri kota tua dan duduk termenung di pojokan museum. Tidak ada lagi agenda bangun pagi-terburu-buru- hari Ahad , demi mendapat shaf depan di Masjid Sunda Kelapa. Tidak ada lagi…
“Bunda, aku bangun pagi !” Terdengar  suara lelaki kecil  dari arah belakang. Saya membalikkan badan dan memeluknya. “Keenan pintar, Bunda selesaikan cuci piring, setelah itu  Keenan mandi ya. Mumpung masih pagi, air masih nyala kenceng dan segar.”
Kesibukan saya enam tahun terakhir adalah pagi sebelum shubuh, menyiapkan sarapan  untuk keluarga dan perlengkapan sekolah anak. Iya, saya memilih  mengikuti saran calon suami untuk pindah ke kotanya. Dengan segala konsekuensi.
Iya,pindah kantor mengakibatkan pendapatan saya berkurang separuh. Kaget awalnya, kemudian beradaptasi.  Segala hal terjustifikasi dengan sendirinya, tidak mudah, namun dijalani saja dengan riang. Apalagi ada pangeran kecil yang celotehnya semakin menggemaskan.

Nikmati saja J

Wednesday, October 19, 2016

Peran BEKRAF menaikkan derajat pelaku bisnis UMKM

Mendapatkan flyer acara BEKRAF di Pekalongan justru dari teman di Yogya. Workshop Seri kelas keuangan syariah  bertempat di ballroom Hotel Dafam Pekalongan 13-15 Oktober lalu. Saya diperkenankan hadir mesti tidak bisa full 3 hari. Saya baru tahu ternyata BEKRAF, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia,  merupakan lembaga pemerintah  yang fokus pada pembinaan UMKM. BEKRAF  banyak menyelenggarakan kegiatan worshop untuk para pelaku usaha kecil yaitu yang memiliki omset kurang dari Rp.5 Milyar setahun .

Berapa biaya ikut workshop tersebut? GRATIS. Bahkan mendapat akomodasi menginap di hotel karena seringkali acara berlangsung hingga larut malam. Para mentor yang berbagi ilmu level nasional , para praktisi yang sudah sukses di bidangnya.  Workshop yang saya ikuti adalah seri KEUANGAN SYARIAH dengan pembicara Liqwina Hananto (CEO QM Financial) , Ano Sajid (CEO INA isdev) , Nukman Luthfie (CEO Jualio.com),  M.B Teguh (pratisi Keuangan)dan Fadjar Hutomo (Deputi Akses Permodalan).

Beberapa bulan sebelumnya BEKRAF juga menyelenggarakan workshop kelas fashion dan kelas bisnis di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan. Sedang di kota lain ada kelas membuat  packaging  produk dan pendaftaran HKI. Seru ya…

Tentu peminat sangat membludak. Kabarnya di Yogya pendaftar hingga 800 orang sedang yang  terseleksi  hanya 100 orang.  Betapa beruntung orang yang bisa hadir.
Tugas BEKRAF seperti disebutkan dalam ww.bekraf.go.id adalah mendorong kemajuan para pelaku ekonomi kreatif. Beberapa tugas tersebut dijabarkan dalam berbagai langkah, yaitu Identifikasi, Pembinaan, Membantu, Mengembangkan, Upaya Intermediasi, dan Pengawasan.


Kesukses pengusaha UMKM, menjadi pondasi penting perekonomian Indonesia.

Tuesday, October 11, 2016

TUNJUKKAN KEUNGGULAN DARI PADA (SEKEDAR) MENCARI-CARI KELEMAHAN LAWAN

Pilkada DKI memang paling menarik dibahas. Karena semua stasiun TV ada disana maka pemberitaan apapun tentang para pasangan calon jadi konsumsi yang enak, hangat dan empuk. Media sosial bahkan lebih mudah lagi menjangkau hingga titik terjauh. Sedemikian mudah berita kecil menjadi besar, berita sederhana jadi trending topic dan berita ga penthing jadi ulasan tiap hari.

Melongok tugas dinas Ahok ke Kepulauan Seribu yang melahirkan kontroversi karena menyentil Surat Al Maidah ayat 51, menandakan begitu mudahnya kita masyarakat sedemikian mudah terbakar oleh isu SARA. Penistaan agama menjadi senjata untuk menyerang Ahok yang sejak lama memang di musuhi. Padahal video lengkap pun belum tentu sudah di tonton. Asal bukan Ahok.

Dalam pemikiran sederhana saya :
1. Bahwa benar sebagai muslim jika akan memilih  pemimpin, harus muslim. SEPAKAT. Namun menurut saya ini dalam konteks negara. Dalam hal Indonesia berarti Presiden harus muslim. Sedangkan Ketua RT, Lurah Bupati tidak apa non muslim seperti pimpinan perusahaan juga bisa non muslim.
2. Bahwa benar Ahok harus cuti pada masa kampanye, karena belum mulai sesi kampanye sudah mulai ada kata-kata JANGAN PILIH SAYA.
3. Bahwa era kepemimpinan Jokowi-Ahok di Jakarta memang merubah banyak hal secara kebijakan dan infrastruktur. Program kali bersih, sodetan kali, pembersihan bantara kali , pembangunan MRT dll memberikan banyak dampak pada ibukota tercintah. Meski banjir masih juga menggenangi sebagian area Jakarta. Iya membenahi Jakarta tentu tidak cukup 5-10 tahun. Sedemikian komplek permasalahan Jakarta. Namun seberat apapun pasti ada solusinya. Tinggal bagaimana caranya. Ahok memiliki cara dan  gaya bicara yang lugas dan keras. Tindakannya cenderung represif kurang persuasif. Bisa jadi memang lingkungan tersebut tidak bisa di ajak  bicara pelan. Entah ya..saya hanya lihat dari tayangan TV dan baca koran saja.

PILKADA dimanapun berada atau era PILPRES kelak, rasanya lebih elok jika menunjukkan keunggulan dan kompetensi pribadi atau pasangan  untuk menarik simpati rakyat, daripada mencari-cari kesalahan lawan politik. Toh tujuannya sama untuk  masyarakah yang lebih baik dan lebih sejahtera.

Kalau saya pilih pemimpin yang muslim, cakap dan sopan.
Dan itu adalah suami saya :-)

Wednesday, October 5, 2016

PENTINGNYA DANA DARURAT


Apa itu DANA DARURAT 

Dana darurat adalah dana yg dialokasikan pada kondisi darurat seperti : kehilangan pekerjaan, sakit parah tak dicover asuransi,kebutuhan keluarga mendesak dll. Dana digunakan agar masih bisa hidup ' layak' saat pendapatan belum normal .

Berapa besar DANA DARURAT
Lajang -->4x pengeluaran bulanan
Menikah -->6 x pengeluaran bulanan
Menikah dg 1 anak -->9 x pengeluaran bulanan
Menikah dg 2 anak/lebih -->12 x pengeluaran bulanan
Wirausaha --> 12 x pengeluaran bulanan
Naah dana darurat bisa berupa apa saja? Berupa dana yang likuid, mudah dicairkan seperti tabungan , deposito, dinar emas, atau emas antam.
Misal Anda keluarga kecil dengan 1 orang anak. Pendapatan hanya dari suami yang bekerja dengan gaji Rp.5.000.000,- /bulan. Setiap bulan mampu menabung minimal Rp.800.000,- / bulan.
Jadi kebutuhan hidupnya berupa makan, bayar sekolah anak, bayar tagihan, bayar KPR dll adalah sebesar Rp.4.200.000,-
Maka dana darurat yang dibutuhkan adalah Rp.4.200.000 x 9 = Rp.37.800.000,-
Waaw besar ya ? Sebenarnya tidak. Dana tersebut bisa saja habis karena sang suami kecelakaan (na'udzubillah). Atau perusahaan tempat suami bekerja melakukan perampingan karyawan. Segala hal bisa berubah dan membalikkan hidup kita seperti roda berputar. Bahkan bagi seorang PNS sekalipun. Siapa bilang PNS tidak bisa di pecat ?
Mari berikhitiar , cukupkan sedekah dan zakat, kemudian tawakal.
Rezeki minallah. Rezeki dari Allah, sudah disiapkan. Apakah kita mau dan mampu menjemputnya :-)


:-)

Monday, October 3, 2016

BELAJAR MENGATUR KEUANGAN YUK


Mengenal konsep perencanaan keuangan jauh sebelum menikah. Gegara menonton tayangan Aidil Akbar di stasiun TV O Channel medio 2008 tiap pagi jam 07.00 jelang berangkat kantor. Selanjutnya banyak browsing dan menemukan Quantum Magna-nya Ligwina Hananto. Apa sih yang dibahas ? Tentang mengatur keuangan, lebih tepatnya mengatur gaji agar tidak habis dalam 2 minggu :-)
Konsep yang dikenalkan adalah 10-20-30-40. Waah apa itu ?
10% dari gaji untuk TABUNGAN (lallallaaaaa…)
20% dari gaji untuk biaya HOBI dan sosial (beli baju,travelling ,wisata kuliner , kondangan )
30% dari gaji untuk bayar HUTANG termasuk kartu kredit ( ambil kalkulator)
40 % dari gaji untuk HIDUP sehari-hari (what ? ga cukup dong !)
Kenapa musti dibagi seperti itu ? Untuk memudahkan pengaturan uang dan yang lebih puenthing mengerem keinginan macam-macam jika sudah over budjet. Mau pakai model amplop pun tetap bisa dijalankan asal sesuai bagiannya, jangan dilanggar !
Mari coba hitung, berapa gaji Anda ? Misal Rp.5 juta/bulan

1. TABUNGAN 10 % x Rp.5.000.000,- = Rp.500.000,-
Buat tabungan investasi, terpisah dari tabungan rekening gaji agar tidak bisa diambil sewaktu-waktu. Ada produk lembaga keuangan yang bisa melakukan installment/debet otomatis , sehingga dana langsung masuk ke rekening investasi.
Mengapa harus disisihkan lebih dahulu ? Karena jika mengikuti keinginan, gaji berapapun tidak akan pernah cukup. Seisi toko berasa mau dibeli semua ;-p .
Porsi tabungan PATEN tidak boleh kurang dari 10%
2. HOBI 20% x Rp.5.000.000,- = 1.000.000.000,-
Ini adalah dana untuk bersenang-senang. Seperti beli baju, beli tas, jalan-jalan, kulineran tapi jangan lupa, dana kondangan, dana menengok orang sakit juga bersumber dari sini.
Poin 1 dan 2 bisa ditukar. Jika Anda orang yang tidak suka shopping maka sebagian dana hobi bisa dialihkan ke TABUNGAN dengan cara investasi lain misal ke dinar emas, emas ANTAM atau reksadana.
3. HUTANG 30% x Rp.5.000.000,- = Rp.1.500.000,-
Naaah lo sudah benar rasio ini? Punya tanggungan cicilan apa ajah ? Termasuk kartu kredit ya…
Cicilan KPR, cicilan mobil, cicilan Teflon, cicilan Tuppy hahay…#tiba2kalkulatorlenyap.
Rasio ini berlaku umum ya baik masih single atau sudah triple. Jika rasio hutang lebih dari 50 %, amat berbahaya jika ada kondisi darurat yang memerlukan dana lebih, maka bisa jadi untuk biaya hidup sehari-hari saja mepet. Porsi hutang paten tidak boleh lebih dari 30%
4. HIDUP 40 % x Rp.5.000.000,-= Rp.2.000.000,-
Cukup kah dana segitu untuk biaya makan dan biaya sekolah anak ? Jika tidak cukup bisa mengakuisisi dana HOBI yang berarti Anda harus mengurangi jajan kulineran agar cukup untuk biaya les piano anak :-):-)
Silakan lakukan simulasi. Ga usah ngeles daah. Angka diatas sebatas panduan. Jika dipatuhi hidup Anda akan lebih tenang, jika poin 3 mbablas , silakan petak umpet sama debt collector ;-)
Jika konsep diatas tidak dijalankan, tidak ditangkap KPK kalau melanggar. Palingan di omong mertua karena keseringan nebeng makan malam hahha.

Saturday, September 3, 2016

LAYANAN PURNA JUAL BISNIS ONLINE


Sudah pernah beli baju via online ternyata antara gambar dan kualitas fisik asli barang yang diterima berbeda ?
Sudah pernah beli  handphone via online ternyata barang  rusak atau pecah ?
Sudah pernah beli kosmetik  via online dan saat dipakai kulit jadi panas ?
Apa yang Anda lakukan complain ke seller dan berharap mendapat ganti ? Apakah benar diganti atau justru mendapat komentar ,’Barang yang sudah dibeli tidak bisa kembalikan’.
Nyesek ya….
Ini tidak berlaku untuk pebisnis online Endah Dwianti. Muslimah asal Sukabumi ini dengan senang hati secara pribadi melayani keluhan konsumen,menjawab pertanyaan, memberikan solusi bahkan siap mengganti produk  yang tumpah, rusak  karena kesalahan packing atau yang  tidak sesuai keinginan konsumen karena proses formulasi produk belum sempurna. Bagaimana bisa ?  Karena Teh Endah, demikian beliau biasa disapa, menempatkan konsumen dalam kedudukan sejajar. Konsumen adalah mitra, konsumen adalah teman berbagi ilmu, konsumen adalah pelecut semangat untuk terus memperbaiki produk baik dari komposisi keragaman bahan baku, kemasan, packing, marketing dll.
Fokus bisnis perempuan yang  pernah menjadi Dosen tersebut adalah memproduksi kosmetik berbahan dasar alami dan dipastikan halal. Bahan baku utama adalah yoghurt yang memiliki banyak khasiat seperti detoks,mengatasi jerawat dll.Sedang  bahan tambahan  seperti rumput laut, ekstrak licorice, ekstrak pearl, ekstrak lendir siput dan essensial oil berfungsi sebagai bahan pencerah wajah. Walau kapasitas produksi belum terlampau besar,namun produk homemadenya sudah mampu  tembus 1000pcs sebulan. Formulasi produk cream wajah, facial wash, colagen, masker, serum terus dilakukan karena keinginan memberikan hasil terbaik untuk konsumen.
Berikut ingredients homemade skincare ala gdm beauty secret:
Manfaat Cream Yoghurt
Cream Yoghurt mengandung :
1. 100% Yoghurt asli
Yang bermanfaat untuk : mencerahkan,melembabkan, menyembuhkan jerawat, memudarkan nida hitam, menghilangkan lingkaran hitam d bawah mata, meratakan warna kulit, menangkal radikal bebas.

2. Ekstrak Bengkoang :
Bermanfaat untuk : mencegah penuaan dini, menyegarkan kulit, mencerahkan kulit wajah, mendinginkan kulit, menghilangkan flek hitam, menghilangkan jerawat.

3. Ekstrak Licorice :
Bermanfaat untuk : melindungi kulit dari sinar UV A /UV B, menghilangkan jerawat, mencerahkan kulit kusam.

4. Ekstrak Pearl :
Bermanfaat untuk ;menghasilkan lapisan sel kulit baru tanpa pengelupasan, meremajakan kulit.

5. Esensial oil (disesuaikna dengan jenis kulit) bersertifikat organik.
Bermanfaat untuk : mengatasi masalah masing&masing kulit.

6. Zinc Oxide Non Nano Partikel
Bermanfaat untuk melindungi kulit dari sinar UVA/UV B, aman bagi ksehatan tubuh, ibu hamil, dan ibu menyusui.

7. Snail ekstrak
Bermanfaat untuk: menghilangkan bekas luka,bekas jerawat, bopeng, mengobati struktur kulit yang rusak.

Keprihatinan maraknya produk pemutih wajah berbahan kimia berbahaya  yang mengandung mercury dan hidroquinon menjadi alasan kuat  untuk terus menerus mengedukasi distributor, agen, reseller dan konsumen secara langsung. Secara umum banyak orang khususnya perempuan menginginkan hasil yang instan. Ekstrimnya seperti dongeng Cinderela yang bisa tampil cantik dalam semalam.Maka iming-iming kulit putih dalam hitungan hari sedemikian mengoda. Dan laku .Dan laris. Tak disadari ada kandungan bahan kimia berbahaya didalam kosmetik tersebut. Mengenalinya mudah. Jika secara tiba- tiba berhenti tidak menggunakan produk tersebut kemudian kulit jadi kusam bahkan melepuh, wajib hati-hati.
Mengusung ide Indonesia Homemade Skincare, rasanya pantas produk Green Dream Mommy mendunia namun tetap bercitarasa 100% Indonesia, 100 % organik,

100% alami,dan 100% halal.
Menua itu pasti, sehat lebih lama itu pilihan. Sepakat :-)


Friday, July 22, 2016

BPJS bisa untuk beli kacamata


BPJS PART THREE
Sudah pernah  beli kacamata dengan fasilitas BPJS ? Ternyata tidak terlalu rumit, hanya perlu bersabar saja.
Setelah lebih dari 4 tahun tidak ganti kacamata, mumpung ada fasilitas BPJS  mari ujicoba pelayanannya.
Alur mendapat layanan voucher kacamata via BPJS :
  1. Datangi fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I)  dimana kita terdaftar. Bisa di Puskesmas, bisa di dokter keluarga. Minta surat rujukan dengan tujuan dokter spesialis mata di Rumah sakit tertentu.
  1. Daftar ke Poliklinik Mata dimana Rumah Sakit rujukan tersebut.Nah disinilah era kesabaran di uji. Poli Mata termasuk salah satu tempat favorite, maksudnya antriannya  banyak. Mulai dari periksa mata minus, periksa buta warna untuk mahasiswa baru, periksa mata katarak  dan anak SD yang matanya merah sudah seminggu. 
       
Pemeriksaan mata minus meliputi pemeriksaan  3 tahap yaitu :
       a. Periksa mata objektif menggunakan alat periksa mata  computer.
       b. Periksa mata manual dengan menggunakan lensa yang dirubah oleh petugas dan kita disuruh              membaca tulisan di tembok.
       c. Periksa langsung oleh sang dokter mata.
          Setelah itu barulah akan kita dapatkan  KIR dokter dan resep obat (tetes dan vitamin).
  1. Datang ke Optik. Ketika data ke optik tak perlu langsung menunjukkan surat   KIR dari dokter ber stempel BPJS. Pilih dulu frame jenis lensa yang diinginkan. Tawar semampu Anda.  Jika Anda tipe irit bisa mendapatkan pengurangan harga hingga 25% dari harga penawaran J. Begitu harga deal, barulah berikan surat KIR dokter  ke petugas.
       BPJS kelas I mendapat voucher Rp.300.000,-
       BPJS kelas II mendapat voucher Rp.200.000,-
       BPJS kelas III mendapat voucher Rp. 100.000,-
      Jika harga kacamata melebihi jatah , bayar tunai setelah kacamata jadi, biasanya seminggu                   kemudian,atau klaim ke kantor tempat bekerja jika memiliki tunjangan bantuan kacamata :-)

Thursday, July 14, 2016

Saya, yang semakin MENUA

Tahun ajaran baru sekolah segera menjelang. Berbagai kebutuhan anak sekolah membutuhkan dana tidak sedikit. Baju, tas, sepatu, buku yang kalau dituruti kemauan anak, maunya serba baru.
Bagaimana dengan uang saku ?
Bagi orang tua jaman sekarang rasanya tidak tega ya, membiarkan anak berangkat tanpa dibekali uang saku untuk jajan di sekolah. Padahal , untuk anak usia Sekolah Dasar jika sarapan cukup , masih cukup kuat untuk bertahan tidak makan sampai waktu Dzuhur tiba. Ada baiknya anak dibawakan bekal makanan dan minuman dari rumah. Bisa buatan/masakan sendiri ataupun jajanan mengenyangkan yang kita tahu higienitasnya. Ketimbang jajan di pinggir jalan.

Berapa sih uang saku anak SD sekarang ?
Berapa sih uang saku anak SMP sekarang ?
Berapa sih uang saku anak SMU sekarang ?
Berapa biaya bulanan anak kuliah ?

Tentu sangat berbeda dengan jaman saya sekolah dulu.
 # Mulai berasa tua karena sudah lulus 11 tahun lalu dari bangku kuliah :-p
Kelas 4 SD, saya sudah mulai diberi uang saku mingguan
Kelas 2 SMP , saya mulai diberi uang saku bulanan
SMU saya teramat hemat karena uang saku seminggu hanya cukup untuk jajan bakso dikantin 1x saja saat jam istirahat.
Kuliah pun uang bulanan sedemikian mepet, makan sehari 2x, tapiiii masih bisa beli majalah Annida dan novel Asma Nadia :-)

Orang tua jaman sekarang ? Sedemikian baik meluluskan sebagian besar keinginan anak. Minta ganti gadget, minta laptop, minta sepeda motor baru dan permintaan lain yang menurut saya masih bisa ditunda, atau belum tepat umurnya. Walaupun perkembangan jaman dan teknologi sekarang jauh melesat, ada banyak hal yang tetap bisa bertahan , seperti dulu.

Hati-hati memanjakan anak dengan memenuhi segala kebutuhannya. Alih-alih kompensasi rasa sayang, bisa jadi kita sedang menjerumuskan dia dalam jurang ketidakmandirian, ketidakpekaan dan keborosan. Tak bisa selamanya kita dampingi anak. Akan tiba masa, dia harus sanggup berjuang sendiri untuk hidupnya. Pada saat itu, sudahkan kita (dahulu) berikan bekal yang cukup untuknya untuk bertahan dan berjuang di kehidupan yang lebih kompetitif lagi.

Merasa semakin MENUA, teman SMA ada yang  udah punya anak usia SMP....:-)

---------------------------
Percakapan semalam:
K : Katanya Bunda mau cuci piring ?
B : Nanti aja, Bunda kan seharian kerja, mau temani Keenan bobo dulu. Bunda kan sayang Keenan.
K : Kalau Bundan sayang Keenan, besok Keenan ikut kerja aja ....
B : ;-p

Tuesday, June 28, 2016

APAKAH PEREMPUAN BUTUH TRAINING


Apakah perempuan butuh training ?
Menurut saya tidak.
Mengapa ? Karena perempuan sudah cukup sibuk dengan kegiatan di luar rumah, mengurus keluarga  dan mengurus anak. Sudah habis waktu untuk ikut training ini itu. Cukuplah ilmu semasa sekolah sampai kuliah. Kalaupun perlu pengetahuan baru, tinggal klik
www.google.com. Selesai.
Pendapat saya itu serta merta meluruh, ketika suatu waktu log in facebook yang sudah sudah mati suri lebih dari 2 tahun. Saya menemukan iklan Sekolah Perempuan yang diadakan Indscript Training Centre yang menawarkan training dan konseling pembuatan buku selama 3 bulan. What ? Dalam 3 bulan bisa bikin sebuah buku ? Jadi tertarik.
Hanya butuh waktu dua minggu untuk kemudian memutuskan ikut. Daaaaan, di Sekolah Perempuan itulah berkenalan dengan perempuan-perempuan hebat lain, para mentor @indari mastuti @ida fauziah @Ana farida @julie Artha dan para peserta yang ternyata memiliki kesibukan luar biasa namun masih sempat untuk berbagi ilmu dan menimba ilmu. Dari situ juga belajar bagaimana manajemen waktu yang baik sehingga betapapun sibuknya seorang perempuan, ketika jadual tertata dengan baik, semua pekerjaan jadi enjoy.
Selanjutnya  semakin ketagihan berjejaring dan berilmu saat terjebak di Grup Tips Nulis dan Bisnis 1 yang dipimpin komandan cantik mbak @Diah Octivita Dwi Purwanti. Ada banyak ilmu dari aneka curhat dan sharing dari anggota grup maupun narasumber yang sengaja diundang. Sedemikian ramainya grup ini sehingga notifikasi bisa tembus 1200chats kalau saya sedang tidak sempat baca 1,5 hari  saja. Berkenalan dengan pebisnis dan penulis hebat yang bangkit dari bangkrut, yang belajar dari nol, yang bisnisnya sudah jaya namun tetap ingin menambah ilmu dan ibu-ibu yang berhasil mengaktfikan status facebooknya untuk sesuatu yang manfaat, bukan sekedar curhat, gossip apalagi menyebar fitnah. Ada banyak pilihan training yang ditawarkan Indscript . Berbayar ? Iya , namun bukan sekedar nilai uang yang dihitung , lebih dari itu kemanfaatan dari ilmu yang dibagi dan semangat yang terus di pompa dan saling simpati satu sama lain. Indahnya berbagi.
Pintar tidak untuk diri sendiri, tapi juga memintarkan orang lain.
Kaya tidak untuk kaya sendiri, tapi juga mengayakan orang lain.
Berkah berbagi ilmu, berkah berbagi rezeki.
Naaah jika dahulu saya sangat selektif memilih friendlist facebook, jika tidak sangat kenal tidak approve, maka kali ini beda, saya banyak add orang lain dan sebaliknya banyak permintaan friend request yang saya setujui. Rasanya dalam 3 hari ini sudah lebih dari 100 orang  teman baru di facebook, meski belum semua saya sapa.
Masih mau jadi perempuan biasa saja ? Yuk melejit bersama , jadi PEREMPUAN YANG BERDAYA.

Sunday, June 19, 2016

MENJADI PEREMPUAN BERDAYA



Berkenalan dengan orang baru itu menambah ilmu, memperpanjang umur J
Bulan lalu berkunjung ke salah satu relasi. Justru tidak bertemu dengan Pak Kaji (sapaan untuk orang yang dihormati dan sudah pergi haji), karena beliau sedang beristirahat. Bertemu dengan istri beliau, Bu Kaji dan salah satu anak, Tante Ve.


Menyenangkan sekali berbincang dengan mereka semua dalam kesempatan terpisah. Bu Kaji adalah perempuan berdaya yang mampu menyejajarkan langkah dengan kecepatan lari Pak Kaji. Dahulu mereka hanyalah pemasok batu split dan aspal kepada para kontraktor jalan. Dengan system kepercayaan, mereka mampu mendistribusikan banyak order ke berbagai proyek konstruksi jalan. Setahap demi setahap mereka mampu mandiri dan mendapat proyek sendiri. Bu kaji paham betul hitungan satu unit backhoe akan menghasilkan berapa kubik tanah atau pasir per jam. Berapa biaya yang dikeluarkan per jam. Alat pemecah batu akan menghasilkan berapa kubik batu split. Bahkan beliau juga hafal berapa harga spare part dari berbagai alat berat yang dimiliki. Sehingga beliau menyayangkan jika ada orang berduit asal saja membeli  alat berat tanpa menghitung secara rinci biaya operasional. Tak heran saat alat rusak sering di bodohi tukang bengkel yang tidak amanah dengan menaikkan harga service tidak manusiawi. Hasilnya tekor dan bangkrut.
 Iyah , pengalaman tidak bisa dilawan.

Sedangkan putri beliau, tante Ve merupakan pribadi yang supel dan menyenangkan. Cara penuturan beliau runut dengan senyum yang tak pernah lepas menambah pesona kecantikan dalam kesederhanaan perempuan berhijab masa kini.

Paling menarik saat bercerita lika-liku mendapat proyek perbaikan jalan tingkat propinsi. Saya baru tahu, ternyata sudah lebih dari 5 tahun mekanisme lelang proyek dilakukan secara online. Yup, para peserta lelang hanya perlu mantengin web www.lpse.jatengprov.go.id/eproc/  .Disana akan tertera ratusan proyek infrastruktur seluruh kabupaten/kota yang masuk kategori tanggungjawab propinsi. Begadang 3 malam sangat mungkin terjadi demi sending document ke banyak proyek yang bisa dikerjakan. Setelah upload data selesai tinggal menunggu pengumuman yang juga disiarkan via website. Pihak propinsi akan melakukan verifikasi data dan meninjau ke site untuk memastikan kapasitas pengaju proposal.
Keren ya, seharusnya dengan cara begini tidak ada lagi  proyek diatas Rp.200 juta dengan system setengah penunjukan atau menjadi pemenang tender sebelum pengumuman.

Eits,ternyata masih ada yang begituan, kata Bu Kaji. Iya, beliau pernah maju untuk suatu proyek  dengan melengkapi semua syarat yang tertulis. Seorang rekan memperingatkan untuk tidak perlu mengajukan diri pada proyek tersebut.
Dan benar , hanya beberapa jam menjelang pengumuman pemenang tender, tiba-tiba pihak dinas terkait mensyaratkan tenaga ahli geologi yang tidak dimiliki Bu Kaji.
Gagal.
Bukan mental pemenang jika hal itu membuat semangat beliau melempem, belum rezeki, begitu beliau menyampaikan.
Well, kerja keras, doa, ikhtiar adalah benar jalan menuju sukses. Lebih dari itu, jujur menjadi benteng utama.
Siap kerja cerdas ? Ayo !

Instagram : simply.imma (Rumah Cantik ESHA)


Monday, May 16, 2016

Doing Outside the Box

Melakukan hal yang tidak biasa dilakukan. Bukan tentang comfort zone, tapi memperjuangkan passion yang dulu tak terpikir untuk direalisasikan.Doing Outside The Box.


Masuk dalam komunitas Sekolah Perempuan semakin menjerumuskan saya kedalam berbagai grup di FB maupun WA yang di penuhi dengan emak-emak berisik yang  luarbiasa semangatnya meng-empower dirinya sendiri untuk maju menuju sukses. Salah satu grup WA yang saya ikut TNB 1 (Tips Nulis dan Bisnis 1) yang digawangi mbak Diah Octavia. Grup ini sangat aktif, buka chat dari 09.00pagi hingga jam 09.00 malam penuh dengan obrolan emak-emak dari curhat bisnis, ngomongin makanan, janjian kopdar, promo Indscript training dan yang paling jempolan sharing kisah sukses dari para pebisnis baik yang sudah lama menikmati keberhasilan maupun yang belum genap setahun ikut PSC (Private Sales Coaching) dan berhasil melesatkan omset bisnisnya hingga  4 bahkan 10 kali lipat.

Salah satu sharing yang menarik adalah milik Teh Endah Dwianti owner Green Dream Mommy (GDM). Produsen kosmetik berbahan dasar alami, sehat dan halal. Menarik ya, baru dengar ada kosmetik model begitu. Selama ini sebenarnya saya bukan penggila make up. Ke kantor saja, hanya make up sederhana dan hilang saat terkena air wudhu kemudian malas re-touch ulang kemudian komandan SDI melotot hahaha. Peralatan make bekas Beauty Class 3 tahun lalu masih ada tuh, dipakai saat  mau show kondangan sajah.

Kembali ke produk GDM, menjadi menarik karena yang ditawarkan produk kosmetik produksi rumahan berbahan baku yogurht, rumput laut, apel , mawar, green tea dan bahan lain dengan  dipadu pengawet kosmetik yang aman, tanpa alkohol. Si empunya GDM terus menerus melakukan inovasi dan penyempurnaan komposisi produknya.

Selang seminggu dari sharing di grup TNB 1, bersegeralah saya pesan 3 produk total harga 141ribu untuk saya aplikasikan di muka sendiri. Iya kepikiran ingin jadi reseller tapi nanti setelah ada pembuktian pada muka ini J

Well, sudah sebulan nih menggunakan Greentea Cream Detoks, Glowing Collagen Soap(GCS) dan Lipbalm. Efeknya? Komedo jauh berkurang gegara Gream Detoks kombinasi  GCS, sedang lipbalm membuat bibir tidak kering. Tapi muka masih kasar dan berpori lebar, siap-siap pesan paket perawatan selanjutnya. Masker  dan Cream Yogurht


Dan semoga idul fitri nanti beneran muka lebih cling  tapi bukan karena S*n Light J


Saturday, May 14, 2016

Perempuan h3bat itu,Ibuku:-)

Ibu (saya memanggilnya Mak’e) , merupakan  perempuan dengan label ibu rumah tangga tulen. Bapak adalah pencari nafkah utama,sedang ibu adalah pengelola rumah tangga dan mendampingi kehidupan kami, lima orang anak.

Bapak dinas di Bek-Ang, bukan level perwira namun alhamdulillah tidak membuat kami hidup kekurangan. Secukupnya saja, namun masih bisa piknik tiap hari Minggu.
Iya hampir tiap Minggu pagi Bapak akan mengajak saya dan kakak laki-laki saya ke peternakan sapi dekat rumah kemudian pulang membawa sebotol susu sapi mentah dan sepotong besar daging sapi, atau kami akan pergi ke Taman Kyai Langgeng, berenang, atau kami akan ke Candi Borobudur, atau kami akan ke Candi  Mendut.

Ibu sedemikian pintar mengatur keuangan keluarga dengan gaji pensiun Bapak yang hanya lima digit namun  mampu menyekolahkan 3 dari 5 anaknya hingga sarjana. Jika saya  mengenang masa  itu, saya namakan ' masa hidup sederhana'. Padahal saat dulu menjalani, biasa saja. 

Biasa saja jika uang saku sekolah saya selama seminggu hanya cukup untuk jajan di kantin sekolah satu kali saja, lepas pelajaran olah raga.
Biasa saja ketika momen beli baju baru 2 potong hanya menjelang idul fitri. 
Biasa saja jika setiap hari menu makan hanya tahu,tempe, dan sebutir telur bagi empat. Menu mewah seperti sate atau ayam goreng hanya hadir sebulan sekali tepat di hari Bapak gajian.

Toh saya tetap bergembira ikut eskul pencak silat, kemah 3 hari di pantai Ayah, mendaki gunung Lawu, touring ke Ketep sampai  Boyolali.

Tak pernah saya dengar Ibu mengeluh tentang apapun. Hingga kini, saat tinggal sendiri di rumah besar, ibu menikmatinya sebagai cerita hidup. Ketika beliau merasa tidak enak badan, lebih memilih berdiam di rumah dan memanggil tukang pijat, ketimbang berkeluh kesah kepada kakak yang tinggal beda rumah.

Bapak pun sangat menghargai Ibu.Saya pernah dimarahi Bapak gara-gara protes sayur sop keasinan.Kata Bapak, wajar puasa, dan beliau tetap lahap menghabiskan semangkok sop dan tempe goreng tepung yang sudah dingin.

Sungguh indah kisah Bapak Ibu yang benar meng-Aamiin-i ' rumahku surgaku.

Cita-cita Ibu yang belum kesampaian, ke Tanah Suci.
Bismillah sehat terus ya, Bu, semoga segera di ijabahi.

Aamiin.

BPJS Bikin Baper #Part Two


Setelah dua kali periksa ke Bu Dokter cantik, linu gigi geraham Ayah sudah berkurang. Siap-siap cabut gigi, yeayyy. Saya tahu Ayah grogi, badan segede Captain Amerika tapi mental kalah kala disuruh duduk di kursi khusus pasien gigi. Tueng tueng ..

Memang dasar cerita BPJS ini menjadi serial. Bu Dokter tidak sanggup mencabut gigi geraham bungsu yang tinggal secuil itu. Katanya  karena sisa gigi sedikit, sedang akar gigi masih banyak dan posisi miring mengarah ke pipi. Parahnya gigi geraham bagian depan pun tertumbuk sehingga harus dicabut bersamaan. Waaww cabut satu gratis satu haha. Iya cabut dua gigi sekaligus, dan ini  sudah masuk ranah operasi kecil yang harus dilaksanakan di Rumah  Sakit.

Oke, hari Kamis pun dipilih, pagi hari Ayah rontgen ke Lab , langsung daftar ke Rumah Sakit atas rujukan Bu Dokter cantik. Pukul 13.00 Ayah disarankan langsung masuk kamar untuk observasi. Operasi baru dilaksanakan jam 17.00 dan selesai 17.30. Lancar !! Eaaa..

Tapi  walaupun  tergolong operasi kecil , biayanya cukup besar, begitu kata perawat saat saya minta naik kelas perawatan dari kelas II ke kelas I. Prosesnya mudah , hanya cukup tanda tangan saja. Prediksi awal biaya yang saya keluarkan tak lebih dari biaya selisih kamar.

Esok hari, baru Ayah boleh pulang. Observasi pasca operasi sesungguhnya hanya 4 jam, jadi jam 21.00  malam itu juga seharusnya sudah bisa pulang, namun karena kendala administrasi, baru esok siang baru turun rincian biaya.
Total biaya sekitar Rp.6,4 juta.
Cover BPJS Rp.4,6 juta
Kekurangan Rp.1,8 juta
Mahal juga ya kekurangannya , ternyata tidak hanya biaya kamar tapi juga biaya tindakan yang dianggap tidak dicover BPJS kelas II.

Secara umum pelayanan baik, petugas Rumah Sakit bahkan dokter berkenan menelpon pasien yang sudah mendaftar ke poli sehingga tidak perlu menunggu sangat lama di Rumah Sakit.
Well bersegera direumberskan Rp.1,8 juta ke kantor saja.

Friday, May 13, 2016

Perempuan Hebat Itu, Ibuku

Ibu ( saya memanggilnya Mak’e), merupakan  perempuan  dengan label  ibu rumah tangga tulen. Bapak adalah pencari kerja utama,sedang ibu adalah Menter I Dalam Negeri sekaligus Menteri Keuangan  yang sedemikian jago mengatur gaji  Bapak untuk kehidupan kami, lima orang anak. Bapak dinas di Bek-Ang, bukan level perwira,  namun alhamdulillah tidak membuat kami hidup kekurangan. Secukupnya saja, namun masih bisa piknik tiap hari Minggu. Iya hampir tiap Minggu pagi Bapak akan mengajak saya dan kakak laki-laki saya ke peternakan sapi dekat rumah kemudian pulang membawa sebotol susu sapi mentah dan sepotong besar daging sapi, atau kami akan pergi ke Taman Kyai Langgeng, berenang, atau kami akan ke Borobudur,atau kami akan ke Candi  Mendut.

Ibu sedemikian pintar mengatur keuangan keluarga dengan gaji pensiun Bapak yang hanya lima digit namun  mampu menyekolahkan 3 dari 5 anaknya hingga sarjana. Jika saya  mengenang masa  itu, saya namakan  masa hidup sederhana. Padahal saat dulu menjalani, biasa saja.
Biasa saja jika uang saku sekolah saya selama seminggu hanya cukup untuk jajan di kantin sekolah satu kali saja, lepas pelajaran olah raga.
Biasa saja ketika momen beli baju baru 2 potong hanya menjelang idul fitri.
Biasa saja jika setiap hari menu makan hanya tahu,tempe, telur dan ikan pindang. Menu mewah seperti sate atau ayam goreng hanya hadir sebulan sekali tepat di hari Bapak gajian.
Toh saya tetap bergembira ikut eskul pencak silat, kemah 3 hari di pantai Ayah, mendaki gunung Lawu, touring ke Ketep sampai  Boyolali.

Bapakpun sangat menghormati Ibu. Bapak selalu makan masakan ibu, apapun itu, bagaimanapun rasanya. Bapak pernah memarahi saya saat bilang ke Ibu kalau masakannya keasinan. Kata Bapak, tidak apa-apa, maklum puasa.
Tak pernah saya dengar ibu mengeluh tentang apapun Hingga kini, saat tinggal sendiri di rumah besar, ibu menikmatinya sebagai cerita hidup. Ketika beliau merasa tidak enak badan, lebih memilih berdiam di rumah dan panggil tukang pijat, ketimbang berkeluh kesah kepada kakak yang tinggal beda rumah.

Cita-cita ibu yang belum kesampaian, ke Tanah Suci.
Bismillah sehat terus ya, bu, semoga segera di ijabahi.

Aamiin.

Wednesday, May 11, 2016

Kangen Bapak

Bapak  ( Pak’e) adalah  pahlawan saya. Bapak yang mengajarkan saya disipilin, tanggung jawab dan percaya diri. Salah satu ajaran beliau yang saya ingat dan saya gunakan hingga kini, “ Jika sedang berbicara dengan orang lain, jangan menunduk, tatap mata lawan bicara. Karena jika menunduk berarti tidak percaya diri bahkan dianggap tidak menghargai”. Nasihat tersebut disampaikan menjelang keberangkatan saya ke lomba Matematika tingkat propinsi di Semarang, SMP kelas 2. Itu memang pertama kalinya saya ikut lomba hingga propinsi, biasanya hanya berhenti sampai tingkat kabupaten.
Bapak tidak galak, namun tegas dan disiplin. Bapak memberikan kepercayaan penuh kepada saya untuk memilih. Ketika lulus SMP beliau pernah menyampaikan agar saya meneruskan  SPK (Sekolah Perawat Kesehatan). Nyatanya ketika saya mendaftar ke SMU Negeri, beliau tetap mengiyakan. Pun ketika lulus SMU saya sudah terdaftar di Akbid (akademi kebidanan) Semarang, sekali lagi Bapak tidak melarang saat saya memilih kuliah di Jogja. Dan raut muka sumringah tak bisa disembunyikan hari itu, saat  menghadiri wisuda  sarjana saya di Graha Sabha Pramana. Alhamdulillah salah satu kebanggaan yang bisa saya berikan, saat itu.
Ketika kemudian saya bekerja, adalah kebiasaan saya pulang tiap akhir pecan, Jumat malam. Bapak dengan setia menunggu hingga lewat jam 21.00 malam. Tidak ada yang istimewa ketika saya sampai rumah dan mendapati Bapak sudah  tertidur di depan TV. Ketika menyadari saya sudah masuk pintu depan dan langsung mengunci pintu, ‘sudah pulang ?’ begitu ucap Bapak sembari mengangkat bantal dan berjalan ke dalam kamar, melanjutkan tidur.
Ritual Bapak-menunggu-saya-pulang-Jumat-malam, menjadi sangat dirindukan saat saya,kami sekeluarga kehilangan beliau. Bapak meninggal 25 November 2005 setelah dirawat di Rumah Sakit hampir 2 minggu . Tahun tersebut adalah tahun pertama saya mendapat uang gaji bulanan. Tahun pertama saya mendapat THR jelang Idul Fitri meskipun masih proporsional karena belum genap setahun bekerja. Uang THR itulah yang sebagiannya saya belikan sarung dan celana panjang untuk Bapak. Tepat  1 Syawal Bapak memilih mengenakan sarung baru dari saya untuk sholat di Masjid. Selanjutnya siang hari berganti dengan celana baru pemberian saya pula, saat akan keliling silaturahim. Kata ibu, tumben Bapak memakai sarung dan celana baru, biasanya beliau akan mengenakan sesuatu yang baru bukan pada  idul fitri hari pertama. Aah saya jadi bangga, betapa Bapak menghargai pemberian anak bungsunya yang tak seberapa.
Seminggu pasca Idul Fitri saat kerjaan kantor semakin padat, keluarga di rumah memberi kabar Bapak sakit. Saat itu hari Kamis siang dan saya berencana pulang pada Sabtu sore karena ada acara kantor di Sabtu pagi. Namun seorang teman mengingatkan saya untuk mendahulukan orang tua, karena pekerjaan bisa digantikan.
Sepuluh  hari di Rumah Sakit, Bapak dipanggil Allah Jumat , 25 November menjelang tengah malam. Kami ikhlaskan kepergian Bapak, meski rindu teramat sangat hingga kini tetap ada di hati. Hingga bulan ke tiga setelah kepergian Bapak , saya masih meneteskan air mata betapa menyesal belum banyak yang bisa saya berikan untuk Bapak. Hingga kini pun, ingin sekali mengenalkan Keenan, balita saya ke beliau. Bahwa dia punya Mbah Kakung yang luar biasa.

Sayang untuk Bapak.

Sunday, May 1, 2016

BPJS Bikin Baper #Part One

Memaksimalkan Manfaatnya BPJS Kesehatan
Tiga lembar kartu BPJS saya terima minggu lalu. What? Hanya berupa lembaran nih? Saya pikir kartu BPJS seperti kartu NPWP selayak kartu ATM BANK. Well, kata mas petugas bentuk kartu BPJS sekarang begini, yang begitu –tebal magnetic- untuk peserta Jamkesmas.



Voilaa..!Baiklah yang penting fungsinya, yang tercantum padai Nomor  Kepesertaan.
Dua hari kemudian, suami mencoba periksa ke dokter gigi. Betul, gratis ! Ndeso saya. Esok sorenya gantian saya yang periksa ke dokter gigi, untuk tambal gigi. Sayang nya si kecil tidak mau. Loh kok jadi sekeluarga ke dokter gigi. Iya, dokter gigi inilah alasan saya mendaftar BPJS secara mandiri setelah pihak kantor  tak ada kepastian kapan asuransi kesehatan aktif. Hanya BPJS Ketenagakerjaan yang sudah terdaftar, begitu cerita staf SDI kantor. Sengaja memilih kelas II karena tariff lebih murah dan masih memungkinkan naik kelas  rawat inap di Rumah Sakit.
Ceritanya dua tahun lalu gigi saya bermasalah. Ada lubang di gigi geraham bagian atas. Tak terlihat dan terasa, karena bukan bagian geraham tengah yang lubang melainkan bagian tepi agak kebelakang. Tidak terlihat jika saya berkaca. Hanya berasa jika lidah dijulurkan. Awalnya saya tahu gigi tersebut berlubang karena sering selilitan di lokasi tersebut.  Jadilah saya ke dokter gigi sebagai pasien umum. Tambal gigi kisaran Rp.300 ribu , lining karena gigi seri atas sensitive  dan bersih karang gigi juga kisaran Rp.300rbu. Mahilll. Habislah jatah uang makan sebulan ;-(
Nah karena sekarang gigi bagian bawah mau unjuk gigi, jadilah di BPJS kan lah dulu supaya bisa gretongan. Tidak beneran gratis dong ya..tapi bayar lebih murah untuk keluhan All in One. Iyess…tapi bagaimana pelayanannya ? Apakah sama ketika si dokter gigi belum berstatus dokter dengan fasilitas BPJS?
Dahulu ibu dokter muda itu amat ramah, menjelaskan dengan detil apa penyebab sakit dan bagaimana cara penanganan dan konsekuensi. Cantik  pula ! itu komentar suami.
Hadeuh Ayah, telat banget sudah dari lama dikasih tahu juga.
Pukul 17.30 mendaftar, masih ada 3 antrian. Saya memilih pulang dan mandi dulu karena rumah dekat, hanya 200m dari  klinik bu dokter.
Pukul 18.15, sudah ditunggu ternyata ( Suami diperiksa lebih dahulu karena gerahamnya semakin sakit. Sudah ingin dicabut, namun karena masih radang ditandai sakit, dokter tidak berani ambil resiko. Selanjutnya giliran saya,  diperiksa 30 detik, kumur, dibersihkan, ditambal, selesai ! Sepertinya tidak ada 15 menit. Astaga, takjub saya!. Ini memang geraham saya yang tak parah, atau dokternya sudah makin jago (dulu lebih dari setengah jam), antrian juga tidak banyak, atau memang standar pelayanan dokter BPJS begitu.
Hmmm semoga tambalan gigi gretongan ini awet.
Target selanjutnya, dokter THT dan Cek Lab ;-)




Thursday, April 28, 2016

Mengenalkan baca tulis

KEENAN ON THE GO

Dahulu  saya sering membaca koran atau majalah dengan suara keras disamping bayi Keenan. Entahlah apa yang didengar dan diketahuinya, ketika mulut saya bergerak dan intonasi suara berubah-ubah, maka bayi Keenan juga ikut mengoceh.

Genap usia satu tahun saya belikan buku bantal, dengan maksud belajar mengenal gambar dan huruf. Terlalu dini ya? Hahaha emang emaknya aja yang nepsong.
Usia dua tahun buku gambar dan crayon jadi mainan andalan diluar mobil-mobilan dan truk. Lebih tepatnya crayon, buku gambar kurang laku pada saat itu. Maka tembok rumah pun penuh hasta karya naturalisnya.

Baru saat usia tiga tahun, nafsu menggambar di tembok sudah jauh berkurang. Sasaran berikutnya buku gambar, buku tulis dan semua jenis kertas yang ada. Boros memang, buku gambar isi 10 lembar akan habis kurang dari 5 menit karena yang digambar atau ditulis dalam font teramat besar,serasa Arial 36. Hingga usianya  4,5 tahun , rasanya sudah 7 kali saya membelikan crayon dan lebih dari dua lusin buku mewarnai. Dan ajaibnya, coretan itu latihan.Cara mewarnai gambar semakin rapi, tidak banyak keluar garis dan rata. Sehingga saat ada lomba mewarnai di sekolah, Keenan mendapat  juara III  berhadiah 1 buah buku gambar yang langsung habis dan tas boboiboy yang belum satu jam suddah putus tali gendongnya . #tepokjidat

Pun ketika belajar mengenal huruf, angka serta huruf Hijaiyah .Baik menulis maupun membaca, ternyata anak balita memang daya hafalnya juara !
Benarlah Golden Age itu.

Hampir semua abjad capslock dan angka dapat disebutkan Keenan dengan jelas dan dituliskan dengan baik walau masih dengan font bueesaar dan menggak menggok.Abjad kecil sedang saya ajarkan meski masih sering bingung kenapa huruf ‘a’ ada yang bulat saja ada yang pakai payung.Seperti halnya huruf 'g' ada yang mirip angka 9 ada yang bulat-bulat.
Ketika menuliskan pun masih sering terbalik dari kanan ke kiri, seperti mengaji. Sedang saat mengaji sering mengeja dari kiri ke kanan. Hahaha riweuh juga menjelaskannya. Tapi tak apalah, saya yakin dengan pembiasaan dia akan tahu bedanya.
Hal yang masih saya bingungkan jawabannya adalah ketika Keenan bertanya,
Kenapa Bunda tidak sholat?
Ada yang punya jawaban bijak untuk anak balita , temans:-)