Sunday, December 10, 2017

Lima Pilihan Me Time yang Seru

Memiliki me time yang cukup bagi sebagian besar perempuan adalah hal mewah. Pria dapat melakukan me time atau bahkan hobi selepas jam kerja tanpa ada keterikatan waktu. Berbeda dengan perempuan, apalagi jika sudah memiliki anak, pulang kerja adalah waktu untuk keluarga.
Menurut Psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi seperti yang dilansir wollipop.com (31/10/2013), bahwa me time bisa menghindarkan stres khususnya bagi kaum perempuan. Rutinitas sehari-hari seperti bekerja di kantor, mengurus keluarga seringkali menyebabkan kejenuhan sehingga sulit mengontrol emosi. Hanya saja yang perlu dipahami, me timetidak selalu identik dengan cuti, liburan ataupun travelling.
Me time bisa saja dengan melakukan hal sederhana yang menyenangkan hati, setidaknya melepaskan sejenak beban harian. Belanja bisa jadi me time yang ampuh bagi sebagian perempuan, namun jika setelahnya pusing dengan tagihan kartu kredit? Alamaak, bukannya mood bangkit justru drop bahkan tenggelam di kolong meja.
Saya sendiri memiliki pilihan me time dari yang sederhana sampai menyerupai passion. Ada lima hal yang sering dan ingin saya lakukan, apa saja itu?
  1. Bekerja
Aneh ya, jika menjadikan bekerja sebagai me time? Tapi bisa jadi benar! Bahwa bekerja selama 8 jam itu berarti bisa menjadi diri sendiri tanpa diganggu teriakan bocah, hahaha. Sedikit terdengar egois ya? Bekerja menjadi menyenangkan jika sesuai minat dan masih sempat melirik facebook, twitter ataupun whatsapp, yekan? Hal-hal yang tidak bisa (sering) lakukan kala sudah di rumah.
2. Berenang
Salah satu manfaat berenang adalah membuat tubuh rileks. Saya memilih berenang di hotel sabtu pagi selepas mengantar anak sekolah. Suasana hotel yang relatif lengang, dibanding sport centre atau bahkan waterpark, menjadikan mengitari kolam sekian kali sungguh nyaman.
3. Membaca
Membaca termasuk me time mewah bagi saya saat ini, dan mungkin juga bagi kebanyakan perempuan yang sudah terkotakkan dengan tugas domestik. Menyelakan waktu sekian menit apalagi jam untuk membaca buku tidak mudah saat anak merajuk. Selepas anak tidur jadi waktu yang nyaman untuk membaca buku atau sekedar artikel dari gawai di tangan.
4. Menulis

Buku antologi penulis sekolah perempuan
Menulis adalah hobi lama rasa baru. Saat jaman berubah, dimana semua hal terkoneksi digital, memungkinkan tulisan bisa dinikmati khalayak ramai. Proses belajar menulis itu yang kemudian bisa melahirkan sekian karya buku antologi baik melalui penerbit mayor maupun penerbit indie.
5. Cooking Class

cooking class (orlandodatenightguide.com)
Kegiatan ini belum pernah saya lakukan, namun teramat ingin merasakannya. Generasi jaman now itu senang belanja pengalaman bukan lagi kebendaan.  Cooking class hands-on, yang beneran pegang nimbang bahan, nguleni adonan dan plating. Wohoo, mantap kayaknya.
Gimana dengan kalian? Sudah menemukan pola me time? Apa pun namanya saat kita merasa nyaman dan rileks melakukan sesuatu, itulah me timeyang efektif. Mari perbanyak senyum.

Saturday, November 25, 2017

Belajar Menulis (lagi)

Belajar menulis dan menjaring ide (pic:pixabay)

Saat blog kembaIi hampa terjadi setelah kelas bloggingnya mbak Mira Julia kelar di Oktober dengan kejar-kejaran sebelum tutup. Waktu tujuh bulan mustinya teramat cukup untuk mengulik aneka fitur milik blogspot. Nyatanya memang kalau masih jauh dengan deadline  bawaannya nyante dan malas. Hanya semangat di awal bulan April  dan jelang akhir Oktober. Duk duk duk, endingnya blog saya masih biasa-biasa saja. Paling keren bisa buat akun .com, itu sudah yahui dah.

Akhir Oktober itu pula seorang teman lama yang dua tahun lalu pernah ikut kelas menulis, menawari untuk ikut kelas cerita anak. Dini W Tamam berhasil menjebloskan saya dalam komunitas yang super duper keren. Wonderland Creative yang digagas mbak Dini dan mbak Wulan fokus pada penulisan cerita anak keroyokan untuk dicetak oleh penerbit mayor. Kalau kelas yang saya ikuti insyaallah buku akan  terbit via Gramedia dan Elexkids. Keren kan? Bukan saya, tapi para  mentor cantik yang masih punya balita namun bisa produktif menerbitkan karya sekian belas buku.

Anggota grup Wonderland Creative terus bertambah. Iming-iming buku terbit mayor, adalah salah satu daya tariknya.  Dan itu bukan isapan jempol. Beneran! Kok bisa? Karena sebelum kelas mulai biasanya para mentor sudah kirim outline ke penerbit. Yeay, jadi saat kami berlimapuluh belajar membuat naskah, sudah kebayang format buku cerita biasa atau picture book. Cerita dan gambar adalah bagian tak terpisahkan dari naskah buku anak-anak.  Orang dewasa juga senang akan dengan buku yang colourfull, yekan?
wonderland creative, grup menulis 

Tulisan saya sukses dikritik habis oleh para mentor. Beneran tak pernah buka KBBI.Tak paham EBI. Cara penulisan huruf, awalan, akhiran, bahkan sekedar posisi tanda seru “!” saja, saya salah, hahaha. Dong! Dong! Maka saya buka lagi koleksi buku di lemari. Bukan untuk membaca ceritanya, tapi melihat cara penulisan narasi maupun dialog yang benar.

Dan saya (tetap) belum dinyatakan lulus, karena saat belajar membuat cerpen kemudian minta krisan mbak Liza Arjanto dan mbak Ayu Welirang, makin banyak salahnya. Paraaah! Sungkem kakak  J

Mengikuti kelas dan grup menulis membuat jadual harian saya bertabrakan sana-sini. Kerja sambil lirik fb. Buat laporan akhir bulan, endingnya colek teman-teman yang belum kirim naskah. Huaaaah, dan masa menegangkan berakhir sejenak setelah  empat naskah sudah berhasil setor sebelum deadline. Kemudian saya memilih jadi pembaca grup pasif dulu. Kerjaan kantor jelang akhir tahun begini makin riweuh.
Terus kapan saya cuti!

“Pantesan  kamu anteng.” Seorang teman pernah menanyakan apakah saya bosan bekerja di bidang  yang sama selama hampir tujuh tahun. “Saya memilih menikmatinya saja.” Dan si teman teramat maklum saat melihat saya (mulai) rajin ngeblog dan bergabung dengan komunitas menulis.

Maka naskah parenting enampuluhhalaman sejak tahun kemarin, nampak melambai-lambai meminta disentuh. Pun ide membuat serial TAKO, dumptruk lucu dan pintar. Terus nulis biografi salah satu bos kantor. Ahai!

 Aah ini baru sekedar cita-cita. Bagian dari memanjakan passion. Belajar dan mengerjakan hal diluar rutinitas itu, menyenangkan syekaleee!

Mari menulis, ketimbang rumpiin apakah uang makan bakal naik tahun depan?!

Saturday, October 21, 2017

TAKO dari KEN

Tako dumptruck dan Odi backhoe (sumber youtube/mainananak)

Sayup-sayup terdengar  suara tangis yang tertahan. Suma, minibus berwarna merah, mengerjap-ngerjapkan matanya. Telinganya  tegak untuk mempertajam pendengaran.
Hari masih gelap, belum ada cahaya matahari yang menerobos melalui jendela rumah. Hanya ada temaram lampu kecil dari sebuah lemari kaca dua pintu penuh mainan. Satu sisi lemari berisi mainan dari kayu dan plastik serta tumpukan puzzle. Sedangkan sisi yang lain berisi mobil-mobilan berbagai jenis dan ukuran.  Dua rak pertama berisi mobil-mobil kecil seukuran genggaman tangan. Sedang rak paling bawah berisi mobil yang lebih besar.
 “Suara siapakah yang sesenggukan dipagi buta begini ?” gumam Suma sambil melirik sekitar. Dilihat kawan-kawannya masih pulas. Odi, backhoe warna kuning meringkuk di pojok,  sementara  Sata,lokomotif  kereta hitam mulai menggerak-gerakkan badannya. Suma menoleh kebelakang, kemudian memicingkan matanya. Di dekat pintu lemari kaca itu biasanya Tako sang dumptruk biru berada. Tapi bayangan hitam di depannya berbeda,  seperti bukan Tako.
Byar! Tiba-tiba lampu ruangan menyala. Rupanya Ken, anak lelaki setinggi 110cm sudah bangun. Gemericik air menandakan Ken sedang mengambil air wudhu.
Kali ini Suma bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya. Benar , bukan Tako !
“Odi, bangun ! Tako hilang !” Suma berusaha membangunkan Odi dengan menabrakkan bemper depan busnya. Odi hanya membuka mata sebentar, kemudian membalikkan  badan backhoenya  sehingga membelakangi Suma.
Kemudian Suma bergeser kea rah Sata, dibukanya kaca depan lokomotif paling tua itu. Iya, Sata adalah yang paling lama tinggal di kamar Ken. Sata adalah mainan Ken sejak umur 1 tahun. Empat gerbong kereta Sata sudah  rusak. Namun Ken masih menyimpan lokomotif Sata.
“Tidakkah ini terlalu pagi, Suma? Kenapa engkau berisik sekali?” Ucap Sata dengan mata masih terpejam.
“Sudah lepas Shubuh Sata. Dan yang lebih penting, Tako hilang !”
“Hallah,  paling Ken lupa meletakkan Tako di atas meja belajar. Dia kan sering begitu.”
“Tidak ada, Sata.” Suma gemas lalu menabrakkan bodi bus belakangnya kea rah Sata. “Buka matamu, di meja tidak ada Tako!”. Sata beringsut sambil melebarkan kelopak matanya.
 Jarak lemari kaca tempat mereka berada hanya terpaut 3 meter, sedikit terhalang sandaran kursi. Benar, tidak terlihat Tako disana. Kadang –kadang saat Ken teramat kelelahan dan ingin bersegera tidur, Ia meletakkan begitu saja semua mainannya.  Jika sudah begitu, Bunda Ken tidak tinggal diam. Ken tidak boleh tidur jika semua mainan belum masuk ke lemari kaca di ujung kamar.
“ Tahun depan kamu sudah masuk sekolah dasar, Ken. Artinya sudah besar. Anak besar harus belajar tanggung jawab.” Begitu nasihat  Bunda, kala Ken malas-malasan berberes.
“ Tako ada di balik pintu.” Tiba-tiba terdengar suara asing yang tidak dikenali. Benda di dekat pintu lemari membalikkan badannya. Sayapnya yang panjang  menyentuh ujung lemari sehingga tidak bisa sepenuhnya membelok. Suma, Odi dan Sata saling merapat. Benda itu lebih besar dari mereka. Ujung badannya runcing, ada empat roda kecil dibagian bawah. Warna abu kombinasi hitam membuatnya terlihat gagah.
“Namaku  Andrew sang pesawat jet tempur , aku datang tengah malam tadi bersama  Ayah Ken. Aku datang dari negeri jauh. Itu mengapa badanku jauh lebih besar  dari kalian. Warnaku pun jauh lebih berkilau.”   Tanpa diminta, Andrew menerangkan keberadaannya.
“Tako sudah usang.” Lanjut Andrew .”Dia layak dibuang !, karena sudah ada aku, mainan pengganti yang jauh lebih bagus, hahaha.”  Tawa Andrew memenuhi seantero lemari. 
Suma menutup kedua telinganya. Kemarin kaca telinganya pecah karena jatuh dari teras terguling ke tanah. Suara keras sering mengagetkannya.
“Tidak mungkin Tako dibuang! Ken orang baik !” Sata maju mendekati Andrew. “Buktinya  aku. Sudah empat tahun aku menemani Ken. Gerbongku rusak semua, tapi Ken tetap sayang padaku.”
Andrew kembali tertawa memperlihatkan gigi-giginya yang tajam sembari mengetuk-ngetukkan  empat roda kecilnya ke lantai kaca. “ Tunggu saja giliranmu , Sata !” Bentukmu sungguh lebih layak menjadi rongsokkan. “Suma bersembunyi dibalik badan Odi. Dia tidak tahan dengan kegaduhan yang ditimbulkan Andrew .
“Betul, Ken tidak mungkin melakukannya” Kali ini Odi backhoe kuning yang berbicara.” Roda depanku pernah rusak .Ujung besinya patah . Ken kemudian meminta tolong Ayah menyambungkannya kembali. “ Ken menyayangi kami semua !”
Suara langkah kaki membuat semua diam. Andrew menutup mulutnya. Suma , Odi dan Sata saling menempelkan badan.
“Bunda, mohon bantu aku .” Ken membawa sebuah kotak kardus. Dari balik pintu diambilnya sebuah benda kemudian dimasukkan kedalam kardus.
“Itu Tako !” Jerit  Suma, Odi dan Sata bersamaan. Tako yang mendengar suara teman-temannya, hanya menoleh sedikit. Tako malu dengan bekas airmatanya.
“Kenapa belum kamu bungkus ?” Kertas kado warna biru langit disodorkan Bunda kepada Ken.
“Ken sayang Tako, Bun.” Ucap Ken lirih. Tako dipeluk erat. “ Tako,  dumptruk yang menemani Ken bermain pasir. “
Bunda mengucap rambut hitam anak semata wayangnya itu. “Memberikan sesuatu kepada orang lain, berupa benda yang kau sayang,adalah hal baik. Tako sudah sekian lama  bermain bersamamu.  Kali ini Tako akan mendapatkan lebih banyak teman baru. Lagian sudah ada pesawat jet baru dari Ayah.“
“Apakah mereka akan merawat Tako, Bun?”
Perempuan berkerudung marun itu mengangguk mantap. “Pasti, penghuni panti asuhan Azahra adalah anak-anak yang rajin. Ken masih ingat, kaos beruang  hitam yang tahun lalu kita berikan untuk mereka , masih dipakai Sina,balita kecil yang baru belajar berjalan itu kan?”
Tiba-tiba Ken berdiri sambil membawa Tako menuju arah lemari mainan . Dibukanya pintu kaca perlahan.
“Apakah kamu mau menukar mainan yang akan diberikan untuk anak panti?”
Ken diam mematung.” Tidak , Bu. Ustadzah di sekolah bilang, berikan mainan yang masih bagus dan paling disukai.”
Suma, Odi dan Sata menatap haru. Kali ini Tako tersenyum, sisa sedihnya mulai lenyap. Perkataan Bunda benar. Dia akan menemukan pemilik baru, dan tidak hanya satu, banyak. Dia akan membuat keceriaan banyak anak.
Bunda membantu Ken membungkus kardus berisi Tako sang dumptruk. Sebuah pita emas disematkan di atas bungkusan cantik itu.
“Kita berangkat sekarang , Ken?” Bunda beranjak keluar kamar. “Supaya tidak tertinggal minibus yang akan mengantar kalian ke panti.”
“Tunggu Bun. “ Ken berlari menuju meja, kemudian menulis sesuatu diatas kertas.
Bunda meraih kardus untuk dimasukkan kedalam tas plastik besar. Dibacanya kertas yang tertempel di atasnya.
TAKO DARI KEN TK B PERMATA HATI.

Thursday, October 12, 2017

Saat Ikhtiar Beririsan dengan Tawakal

Sulit menyembunyikan gemuruh dada yang membuncah. Sulit menahan air yang menggenang di pelupuk mata. Lelaki gagah yang saya kenal dulu, kini tergolek lemah di ranjang kayu berwarna coklat gelap. Tubuh tegap itu terlihat menyusut. Sudah tak terlihat raga yang rajin nge-gym itu. Hilang sudah keceriaan dari wajah tegasnya. Seandainya  bertemu di tempat umum , saya  nyaris kesulitan mengenali raut mukanya.  Sakit itu telah mengikis  raganya. Meski tutur kata dan ide-ide liarnya tetap tak terbendung, ada nada getir di setiap ucapannya.



Kemudian saya menyesal kenapa tidak sedari lama mengunjungi beliau. Mengapa tidak sejak kemarin-kemarin saya bertandang ke rumahnya. Rencana itu tertunda kesekian kali dengan alasan kesibukan. Basi ! Seandainya saya lakukan sejak awal, ingin saya ceritakan tentang perjuangan Dahlan Iskan melawan penyakitnya. Berupaya dengan semua usaha dan dukungan keluarga untuk mendapat kesembuhan. Bukan hanya tentang kesiapan materi, lebih pada ikhtiar tak berbatas dan semangat untuk sehat lebih lama demi karya nyata. Banyak sekali hal baik yang bisa dilakukan dengan tubuh sehat. Hal yang berimplikasi baik pada diri sendiri dan bermanfaat untuk umat.

Lebih dari sepuluh tahun lalu kami pernah duduk  satu ruangan. Kami melakukan beberapa perjalanan ke keliling kota di Jawa Tengah. Kami sepaham dalam banyak hal. Namun tetap  ada perbedaan pandangan pada beberapa hal lain. Dan kami memakluminya sebagai dinamika. Berbeda bukan berarti tidak bisa berjalan beriringan, bukan ?


Ujian ini adalah bagian dari lakon yang harus dijalani. Ikhtiar , tawakal dan doa beriring mengharap ridhoNya. Semoga segera diangkat sakitnya. Aamiin.


Sunday, October 8, 2017

Jajan Pasar, Kuliner Sepanjang Masa

Sebagai tukang makan, saya sering ngilu melihat menu makanan teman yang cuma terdiri dari sesendok nasi dan semangkuk sayur. Aiih, kalau saya mah, begituan masih lapaar. Beruntungnya badan awet, tidak melebar walau intake nya banyak. Ngiri ya ? Sini saya kasih kerjaan cuci piring dan nyetrikah haha.
rupa-rupa jajan pasar (photo:kateringsemarang)

Sekalipun saya sukak pakai banget makan brownies, strawberry cheese cake, red velvet hingga pizza, nyatanya saya tetaplah bocah ndeso yang akan lebih memilih jajan pasar jika di acara kondangan ada sajian kue menul-menul beraneka warna. Makanan yang disebutkan pertama jarang disajikan di kondangan.

Ini 5 jajan pasar favorite yang sering melewati kerongkongan saya J


1. KLEPON
Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang diadoni bersama air hingga kalis. Kemudian dibentuk bola-bola dengan isian gula merah dan direbus . Jika bola-bola tersebut sudah mengambang ,ambil dan segera gulingkan di atas kelapa parut muda yang sudah bertabur garam. Di Pekalongan harga sebuah klepon 400rupiah, di Purbalingga cuma separuhnya. Kenyanglah saya.
klepon menul-menul (photo:cookpad)
      2. PUTU TEGAL
Bahan baku makanan ini  sama dengan klepon. Bedanya bentuk sedikit lonjong dan lebih besar. Sedang isiannya pisang raja. Cara masaknya lebih sering dikukus, setelah digulingankan dalam parutan kelapa muda.
putu tegal isi pisang (photo:cookpad)
3. KUE KU
Kabarnya Kue Ku berasal dari negeri Tiongkok. “Ku” dalam dialek Hokkian berarti Kura-kura. Jadi Kue Ku berarti Kue Kura-kura. Benar juga,karena bentuk original kue ku mblenduk seperti rumah Ninja. Namun sekarang banyak ditemukan bentuk lain dari kue ku menjadi mirip strawberry, nanas atau jenis buah lain. Bahan bakunya masih sama, tepung beras ketan, dan isiannya masih sama, kacang hijau rebus yang sudah dihaluskan.
kue ku original isi kacang hijau halus (photo: hesti-myworkofart.blogspot.co.id)

.     4. GETHUK
Dari sekian varian makanan berasal dari singkong, gethuk adalah yang paling pas di lidah. Mungkin karena sejak kecil, Bapak sering membeli makanan ini tiap pulang dari pasar Rejowinangun. Yup, gethuk khas Magelang. Bentuk dan warnanya tidak berubah sejak belasan tahun lalu hingga kini. Hanya original singkongnya banyak terabsorpsi bahan adiksi lain semacam tepung dan margarin.
genthuk magelangan (photo:pinterest)

      5. LUPIS
Masih dari beras ketan! Yang ini beneran dari besar ketan, bukan tepung beras ketan. Cara membuatnya seperti membuat lontong. Cara penyajiannya dipotong kecil , ditaburi parutan kelapa dan disiram kincau. Kincau terbuat dari gula jawa yang dimasak dengan sedikit air. Teksturnya kental. Uenakk.
 
kue lupis bertabur kelapa dan kincau (photo:harianresep.blospot.com)

Kamu, iya kamu yang lagi senyum-senyum :-) 
Suka jajan pasar yang mana ?

Saturday, September 16, 2017

HAPPY SINGLE

sumber :cintasejati.co.id

Tinggal di kota besar, punya  kerjaan bagus, dan bergaji cukup. Sempurna!. Being single dengan seabrek aktivitas semacam fitness, travelling, hiking pasti sangat menyenangkan.  Menikmati midnite film. Melewatkan weekend dengan keliling arena pameran atau berfoto seru di berbagai destinasi wisata lokal atau mancanegara. Seru !

Meninggalkan masa abege dan wuss tiba-tiba sudah hampir memasuki thirty something . Tua ? No ! Dewasa ,yes ! Mendamba menemukan pasangan ? Tentu . Namun senyatanya tidak mudah menyamakan frekuensi cara, pola pikir, dan kebiasaan hidup selama belasan tahun lalu. Setiap orang unik. Dalam sebuh keluarga tidak ada tabiat anak yang benar-benar sama. Bahkan  anak kembar pun tidak pernah sama dalam semua hal. Berpasangan dengan seseorang  yang dibesarkan dari keluarga yang berbeda, tentu perlu kedewasaan untuk  saling mengerti dan menghargai.

Hidup nyaman di ibukota. Komplek GBK, JCC, Kemayoran , komplek kota tua, kepulauan seribu  hingga Tanah Abang, Thamrin City, Seibu atau sekesar Penvil dan Citos, adalah area yang biasa dikunjungi kala libur akhir pekan. Bogor,Garut , Bandung, Solo, Jogja, hingga Karimunjawa sudah dijelajah dengan adat backpacker.Tentu bersama teman-teman sealiran. Aliran single yang doyan jalan dan makan.

Ada seorang teman yang sering posting kegalauannya tentang ‘hidup sendiri’ di media sosial. Awalnya jadi lucu-lucuan, jodoh-jodohin . Seiring berjalan waktu, kok makin menyek-menyek ya…. Postingan galau menjadi cemilan sehari-hari. Haruskah seluruh dunia tahu yang kau rasa ? Removed dari friendlist ? Enggak juga.  Salah satu teman baik, cukup inbox saja J

Ada pula seorang teman yang sudah melewati forty. Beberapa kali berkabar via whatsapp atau sekedar like postingan. Hidupnya terlihat nyaman dengan orang-orang disekitarnya. Work hard play hard, begitu semboyan para pekerja untuk mengiyakan beragam pengeluaran demi kepuasaan pribadi. Jika bahagia tak bisa dibeli, paling tidak ada harga yang harus di bayar untuk suatu hal yang menyenangkan. Saya suka cara si mbak menyikapi hidup sendiri jauh dari sanak saudara di seberang pulau. Karena dia telah menemukan banyak teman baik di belantara metropolitan.

Jomblo dan single adalah status yang berbeda. Tagline itu diunggah setelah terminology  high quality jomblo yang mulai memudar. Jomblo secara sederhana di artikan (sedang) tidak punya pacar atau pasangan. Sedang single, adalah status tidak atau belum berpasangan.

Belum bertemu dengan seseorang yang tepat , kemudian memilih untuk sendiri tanpa terlalu ‘ngoyo’ mencari pangeran ganteng atau putri cantik jelita tentu memiliki konsekuensi baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian keluarga. Bagi yang tinggal di kota besar, being single terasa asyik-asyik saja. Tidak akan banyak dahi berkerenyit saat melihat kita berjalan sendiri. Menjelajah mall bagi single ataupun emak beranak 3, tetap sama rasanya.  Seru, mupeng dan galau sar pegang card antara gesek lagi dan lagi atau lagi. Kemudian pulang dengan bawaan yang merepotkan sopir taxi.

Sedikit kurang nyaman jka tinggal di kota kelahiran. Omongan saudara, kerabat dan para tetangga sering membuat kuping merah. Sulit memahamkan mereka bahwa kesadaran untuk berbahagia bersama belahan jiwa membuat kami berpikir (terlalu) serius untuk mencari sosok sempurna di hati.

Keenan baru saja menginjak 6 tahun, dan selama itu pula saya sering merasa kangen pada masa menjadi happy single. Kesana kemari  cukup bawa  ransel  dan sandal bertali. Weekend  sudah penuh jadual jalan-jalan hingga 3 bulan ke depan. Selayak artis yang sibuk, kami sibuk jalan-jalan menikmati waktu.

Berkeluarga merupakan ranah berliku, berkelok yang mungkin bisa menyebabkan jatuh berdebam. Namun bergandengan tangan dengan kekasih hati terpilih, akan  saling menguatkan sehingga mudah melewati dan diakhiri tawa untuk hal yang seringkali tidak lucu. KPR rumah, biaya sekolah anak, investasi pensiun adalah destinasi browser segera, seketika, saat lepas dari pesta perayaan.


Setiap pilihan secara simultan berujung pada hasil. Semoga selau hal baik saja yang menunggu. Happy weekend !J

Wednesday, August 30, 2017

Pasangan Memesona, Raisa dan Hamish

Beberapa hari lalu beredar kartu undangan pernikahan RAISA Andriana & HAMISH Daud Wyllie di Ayana MidPlaza Jakarta, Ahad 3 September 2017  yang sepertinya akan menjadi  hari patah hati nasional jilid dua :-)

vemale.com
Mei lalu saat ada #haripatahhati saya tak paham maksudnya apa. Maklum emak-emak dengan balita yang hobi nonton upin-upin sudah amat jarang menyimak segmen  gossip. Ternyata tentang acara lamaran Hamish pada Raisa.

IG @hamishdw
Mengenal Raisa  sepintas lalu saja.  Wajah cantik dan suaranya yang lembut memang mampu menyihir penikmat musik untuk betah duduk mendengarkannya  meliuk-liukkan nada. Saya sendiri merasa Raisa sebagai penyanyi dengan talenta biasa saja. Eits, tentu saja dari sudut pandang emak-emak  yang sibuk beberes rumah. Bahkan dibandingkan  Isyana Sarasvati, yang saya kenal selintas juga, kualitas suara Isyana jauh lebih bagus. Tetep ya,subyektif ini.

Tapi soal tampang, iyes, Raisa juwarak !  Wajah manisnya, Indonesia sekali.  Satu tone dengan Dian Sastro lah. Sederhana, cantik, ga bosenin . Bahkan dengan make up tipis sekalipun, Raisa tetap nampak memesona. Beda kiblat dengan tante Rini tentu saja.

Bagaimana dengan Hamish ? Yup, My Trip My Adventure merupakan salah satu program TV yang sering saya lihat kala weekend (tetep, sambil beberes rumah). Disitulah mulai akrab dengan muka Indo Hamish yang kala itu saya pikir jebolan model. Ternyata seperti yang dikabarkan beberapa media online bahwa  Hamish Daud adalah seorang arsitek yang memiliki kantor jasa konsultan di Bali. Lahir di  Gosford Australia dan besar di Sumba bersama sang ayah ,David Wylie,  seorang peselancar handal.

IG @hamishdw
Selamat berbahagia Hamish dan Raisa semoga sakinah mawaddah dan warahmah. Aamiin.


Sunday, August 20, 2017

Dahlan Iskan : Kerja itu Hobi

sumber : merdeka.com

Khatam sudah buku Ganti Hati seharga sepuluh ribu dalam sebulan terakhir.  Buku yang diterbitkan 5 tahun lalu, setelah sebelumnya dimuat bersambung di Koran Jawa Pos. Banyak hal yang saya pelajari dari kisah tentang transplantasi hati dibalik cerita menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN.

Gaya bahasa yang lugas jauh dari rasa pamer. Bahkan ketika  Dahlan bercerita tentang membeli helikopter beberapa bulan menjelang operasi di Tiongkok. Dalam pandangan masa depannya,  bisa jadi pasca operasi  fisik nya jatuh terpuruk hingga  mobilitasnya terbatas. Nyatanya cerita berbeda 180 derajat.Fisiknya tetap prima. Aktivitas sebagai pejabat negara  justru memaksanya melakukan perjalan berhari-hari menggunakan moda darat  maupun udara. Tentu tanpa melupakan obat  yang harus di minum sehari 2x tepat jam 5 pagi dan jam 5 sore.

Sunday, August 6, 2017

Disiplin dan Kerja Keras, Ramuan Sukses Dahlan Iskan


Bahwa dengan membaca buku  bisa membuka wawasan , saya percaya itu. Dua minggu lalu saya menemukan Ganti Hati-nya Dahlan Iskan seharga sepuluh ribu rupiah only diantara tumpukan Gramedia Fair. Seperti kebetulan yang indah, karena baru saja terprovokasi mencari  buku-buku karya Dahlan  Iskan setelah membaca  salah satu tulisan dalam buku Karya Literasi Kotomono Ehaka . Sebagai sesama wartawan, Ehaka (alm) paham betul bahwa  bahwa Dahlan Iskan adalah  sedikit dari  pemilik media yang BISA nulis.

Saat dulu membeli buku Anak Singkong-nya Chaerul Tanjung, sebelum ada stempel bestseller, saya baru tahu, bahwa bisnis konglomerasinya bukan karena keturunan. Begitupun dengan Dahlan Iskan. Lahir dan besar di desa pelosok Surabaya dengan segala keterbatasan tidak membuat mimpinya sederhana. Menikmati kemiskinan yang struktural, begitu salah satu ungkapan dalam buku Ganti Hati. Sejak  menjadi wartawan Tempo  hingga mengakuisisi sebuah  media yang hampir bangkrut di Surabaya , disiplin tinggi adalah salah satu kunci kesuksesannya membesarkan Jawa Pos Grup.

Berangkat pagi pulang dini hari adalah ritme kerja awal Dahlan saat membangun Jawa Pos.  Kerja kerasnya berimplikasi langsung pada hasil luar biasa karena Jawa Pos tumbuh tidak hanya seperti cita-cita awal , separuh dari oplah Surabaya Pos, namun justru melampuinya. Menjadi  koran nasional dan selanjutnya  media yang menggurita di banyak kota  Indonesia.


Tuesday, August 1, 2017

Berebut Kursi, Pernik Undang-Undang Pemilu

sumber :okezone.com(24.7.2017)

DPR baru saja mengesahkan Undang-Undang Pemilu , Jumat lalu seperti dilansir okezone.com, yang sebelumnya sudah diwarnai drama walkout. Prosentase Presidensial Threshold adalah salah satu sebab runcingnya jalan pengambilan putusan. Pun banyak pihak yang berteriak akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Perebutan kursi, itulah yang di perdebatkan para orang pintar itu. Menilik tulisan EH Kartanegara (alm) yang diterbitkan Suara Merdeka (07/10/2004), bahwa dalam budaya Jawa dahulu, mengejar kursi atau jabatan, dianggap saru(tidak pantas). Sementara sekarang justru terbalik, jika ada politisi yang tidak mengejar kursi justru dianggap tidak lincah mengambil kesempatan. Maka jangan heran jika untuk mendapatkannya banyak dilakukan manipulasi data, menabrak rambu hukum hingga politik uang.

Sayangnya banyak orang malas membuka file-file record pejabat periode lalu.Banyak orang malas belajar dari kitab suci politik seperti The Nicomachean Ethnics karya Aristoteles yang mendeskripsikan bagaimana memahami kearifan politik.

Jika ada calon pejabat sowan kepada para kiai, bukan karena mereka ingin belajar agama,tentang kearifan, keluhuran dan kejujuran,  melainkan memohon dukungan dan restu. Politik bukanlah jalan lurus, melainkan berliku dan bercabang ke berbagai arah. Ada banyak kemungkinan menantang untuk dimainkan, termasuk kemungkinan bertambah kisruh. Bisa jadi disinilah “gurihnya” berpolitik.
Setelah kursi diraih dengan penuh pengorbanan (dan mungkin tumbal) dan berbiaya tinggi, mungkinkah janji kampanye yang melangit demi terwujudnya bangsa beradab adil dan makmur akan diwujudkan? 

Sejarah politik bangsa memberi pelajaran jika sebuah kursi dikejar dengan ambisi untuk menguasai dan bukan mengayomi tak akan pernah mampu membersihkan segala apapun yang  kotor.

Indonesia masih punya harapan, karena di beberapa daerah telah hadir sosok pemimpin selayak Umar bin Abdul Aziz yang rela meninggalkan semua limpahan kekayaan demi menjadi khalifah dan bersama umat membangun kesejahteraan. Sosok-sosok tersebut hadir semacam oase, dalam keresahan korupsi yang membudaya.

*disadur dari salah satu tulisan dalam buku karya EH Kartanegara (alm), jurnalis asal Pekalongan.
Karya Literasi "Kotomono Ehaka" 
Penerbit Burung Merak Press, Juni 2017


Sunday, July 30, 2017

Sajian Bolu Labu Kuning

Welcome Sunday  
Rencana mau menghadiri  Kajian  Ahad Pagi di Masjid sekolah Keenan, apa daya si balita itu susah pisan dibangunkan. Plus emaknya masih pegel lengan dan betis pasca berenang Sabtu pagi. Hiyalah, setelah off hampir dua bulan tidak cipak-cipik mainan air, setelah lewat bulan Syawal baru bisa nyebur lagi. So ngapain libur begini? Jadual kondangan menunggu ! Tapi itu nanti siang, pagi ini mau ekseskusi yellow pumpkin yang sudah  berumur 1 bulan, astaga basi ga ya? Of course ,no!  Soalnya itu pumpkin bulet yang dibeli jaman Ramadhan untuk olahan menu buka puasa, diletakkan di tray kulkas .

Setiap kali searching “resep…….” Pastilah cookpad.com yang nampak di urutan paling atas. Nyatanya saya belum pernah eksekusi resep hasil dari situs tersebut. Menurut saya resep di cookpad seringnya terlalu sederhana, tanpa tips and trik ehehe. Web masak favorite saya adalah milik mbak Endang yaitu www.justtryandtaste.com  alias JTT. Rada susah ya vocabnya, tapi containnya sungguh membantu pemasak pemula  macam saya. Owner nya sendiri juga bukan koki apalagi chef restoran terkenal. Tetaplah  perempuan pekerja dengan beragam kesibukan namun mempunyai hobi masak. Serunya selalu ada tips trik cara mengolah atau memperoleh bahan baku. Saya tebak koleksi buku resepnya pastilah bejibun , bisa dilihat dari aneka ragam makanan dan kue yang dikreasikan. Baik menu khas Indonesia, maupun mancanegara.

Namun untuk resep kue kali ini, saya coba menggunakan resep cookpad postingan Ibu Farin.

BOLU KUKUS LABU KUNING

Thursday, July 27, 2017

5 Pilihan Seru Berakhir Pekan

Salah satu muasal peraturan menteri pendidikan yang menyoal gagasan  sekolah fullday adalah  interaksi anak dan orangtua akan  lebih banyak dilakukan kala libur weekend tiba . Saat salah satu atau kedua orang tua bekerja  dengan jadual 5 hari kerja, maka hari Sabtu – Minggu menjadi family time. Tentu tidak melulu harus dengan bepergian keluar kota yang akan membutuhkan bujet banyak.
 Simak ide liburan akhir pekan yang murah meriah :
1.     Memasak Menu Favorit
Jika pada hari biasa keluarga hanya punya kesempatan sarapan bersama, kala akhir pekan bisa menikmati 3 kali waktu makan bersama.
Salahsatu menu yang seru dieksekusi  bersama anggota keluarga adalah ayam/ikan  bakar. Malas kipas-kipas pakai arang ? Sudah tersedia wajan tebal khusus untuk memanggang  sehingga mudah digunakan diatas kompor gas.  Lebih seru lagi jika bahan baku sambal, sebagai pelengkap menu bakaran ,  yaitu cabe dan tomat diperoleh dari hasil
berkebun sendiri . Sedaaap :-)
sumber:etimologist.com

Menurut Ratih, bukan kemewahan hasil makanan yang dicari dalam aktivitas memasak bersama, tetapi kualitas relasi antar anggota keluarga, ungkap Psikolog alumni Universitas Indonesia yang diungkapkan dalam laman antaranews.com (7/4/2015)



Saturday, July 22, 2017

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?
Penulis : imangsimple

Suatu hari Bapak membawa bayi laki-laki berpipi chubby dari rumah keluarga di pesisir selatan Jawa Timur. Dean Prilia, nama yang disematkan pada bayi berkulit putih itu. Orang tuanya sudah lama berpisah. Ibu Dean memilih berkelana menjadi pekerja di luar negeri, sedangkan sang Ayah enggan merawat anak yang belum genap berumur setahun. Jadilah kehadiran Dean melengkapi keramaian keluarga kami.

Nuri, adikku,  terlihat kurang menyukai kehadiran Dean. Mungkin karena perhatian Bapak dan Ibu mulai terbagi setelah kehadiran lelaki kecil bermata bulat itu. Diumur yang belum genap enam tahun, Nuri menjadi murid termuda.  Rengekan manjanya membuat Ibu sering menemani Nuri melewati setahun pertama Sekolah Dasar. Tentu saja sembari  membawa serta Dean yang baru belajar melangkahkan kaki-kaki kecilnya.

Dean tumbuh menjadi anak yang lucu dan aktif.  Setiap  lebaran datang,  kami sekeluarga pulang ke Pacitan untuk bersilaturahim dengan keluarga Bapak sekaligus memberi  kesempatan Dean bertemu orang tuanya. Terpikir jikalau orang tua Dean ingin merawat anaknya sendiri. Nyatanya, setiap kali kami kembali ke Magelang, kembali pula Dean kami ajak serta. Ayah Dean sama sekali tidak tergerak untuk  mendidik sendiri buah hatinya. Hanya berjanji akan mengirim uang setiap bulan untuk biaya sekolah Dean. Sementara sang Ibu, entah sedang berada dimana, cukup sulit dihubungi.

Friday, July 7, 2017

Jodoh, Takdir yang Bisa Diusahakan

I'm interested in everything that concerns you
Tetes bening mengalir tanpa isak , Sukma mengalihkan pandangan dari layar berukuran 3,7 inchi tersebut. Ini adalah hari ke 93 sejak Janu berangkat meraih mimpinya di benua seberang. Mimpi yang selalu didengungkannya sejak 15 tahun lalu. Ya, sejak mereka jumpa pertama kali di depan Balairung UGM. Lamanya mimpi itu terwujud merembes pada lamanya kepastian tentang kesabaran diri menunggu. Terpisah pulau tak serta merta memisahkan keterikatan batin yang terjalin sejak lama,meski berseliweran orang-orang lain mencoba mengetuk pintu hati.

Hingga kabar itu datang. Kabar  tentang lolosnya beasiswa ke negeri Kanguru. Sukma merasa gembira sekaligus gelisah. Gembira, karena setelah penantian panjang,  senyum lebar  Janu Nampak jelas saat menyapanya dalam video call, sesaat setelah semua dokumen lengkap, siap berangkat. Sesungguhnya tinggal selangkah lagi, setelah lulus Master, Janu berjanji. Namun entah  deru angin darimana, semakin dekat kepergian Janu, Sukma semakin  gelisah, hatinya berdesir setiap membayangkan perpisahan itu. Perbedaan pulau tempat tinggal , jarang bertemu secara fisik,  hanya sapaan melalui smartphone tak meresahkannya. Namun berbeda benua, berasa lain.

Thursday, July 6, 2017

Teman dalam Selubung Kompetisi

Sebulan terakhir, mulai memaknai hal berbeda mengenai pertemanan, profesionalisme dan kompetisi. Secara sadar dalam berucap dan bertindak setiap orang mengindikasikan minat , potensi, suka dan tidak suka pada sesuatu hal. Meski tidak secara gamblang bisa terbaca, setidaknya gesture tidak mengalihkan yang sebenarnya . Keenan yang baru  berusia 5 tahun, kadang-kadang berbohong dengan sengaja, misal bilang belum lapar. Begitu di sodori roti Maryam bertabur selai , langsung lahap. Bukan bohong, tapi ga mau makan pakai rendang :-(

Ketika saya bertemu teman dan menanyakan kabar  sedang beliau menjawab dengan sekilas tanpa bertatap mata dan grogi, jadi bertanya. Ada apa ? Kemudian bertemu teman lain, yang berjanji memberikan sesuatu yang saya butuhkan. Dengan alasan aneka rupa, canceled. Aneh.

Berteman dan berkompetisi menurut saya  adalah hal yang bisa seiring sejalan tanpa harus meniadakan. Di era digital sekarang, kompetisi bukan lagi head to head dengan mematikan pihak lain. Justru dengan mencari ceruk pasar lain. Memberikan diferensiasi yang  justru menguntungkan end user bukan dengan menjegal  langkah kompetitor.
It’s so yesterday.
Jadul
Ndeso

Bersiap dengan perubahan atau tergilas jaman.
Bukan tentang pilihan tapi tindakan nyata.

Sudah era FINTECH, masih saja diribetkan

Saturday, June 24, 2017

Mudik Lancar Via Jalan Tol Fungsional Batang-Semarang

tayang di ucweb (23/6/2017)

Pengoperasian Jalan Tol Fungsional (JTF) Batang-Semarang, cukup efektif mengurai kemacetan di jalur Pantura, terutama kota Pekalongan dan kab Batang yang tidak memiliki jalan lingkar (ring road). Pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada H-4 jalan sudah padat dan pihak kepolisian membuat pembatasan  di As jalan sehingga mengurangi simpangan atau tikungan kendaraan dari warga lokal. Sedang tahun 2017, perlakuan tersebut baru dilakukan pada H-3 pada lokasi tertentu. Jalan pantura Pekalongan-Batang pun cukup bersahabat.

Sementara itu pemudik dari Jakarta arah ke Semarang terlihat lancar melalui JTF paket I jembatan Pasekaran Batang. Sesuai himbauan Kepala Humas PT Jasa Marga Semarang-Batang Iwan Abrianto ,yang dilansir tempo.com (22/6/2017) , agar kendaraan dipacu maksimal 40km / jam. Hal ini dikarenakan sifat darurat jalan tol yang masih berupa beton tipis, pun masih banyak material di sepanjang jalan.

Friday, June 9, 2017

5 Jurus Bijak Menghabiskan THR

photo :waktuku 19122016 (edited)
Bulan Ramadhan dan menjelang hari raya sering diidentikkan dengan budaya konsumtif. Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) , konsumtif berarti bersifat konsumsi (hanya memakai, tidak menghasilkan sendiri). Sedang dalam pengertian populer perilaku konsumtif didefinisikan sebagai perilaku membeli barang atau jasa yang berlebihan, walaupun tidak dibutuhkan (Moningka, 2006). Misal gonta-ganti gawai setahun 4 kali  atau ganti mobil setiap tahun. Namun jika hanya membeli aneka hidangan yang di hari biasa tidak dilakukan, kemudian menjelang buka puasa menjadi kewajiban, bukanlah konsumtif. Seringkali hanya lapar mata, karena tiba saat adzan Maghrib berkumandang, 3 butir kurma dan segelas air bening sudah Masya Allah nikmatnya.

Menjadi perilaku konsumtif saat setiap bulan membeli pakaian baru, sementara saat hari raya juga memaksa untuk membeli pakaian baru minimal  2 stel, sandal baru, tas baru, cincin dan gelang berkilau. Nah, yang demikian itu memang membudaya di Indonesia. Lebaran menjadi salah satu ajang pencapaian tidak hanya dari sisi spiritual namun lebih dominan juga secara materi, dengan peampilan secara lahiriah.

Saturday, June 3, 2017

Choctar - versi lain Nastar

RAMADHAN 1438 H
Day  8th

Sabtu ini saya belanja telur dan tepung. Hasrat membuat kue kering sendiri sedang membuncah. Tidak untuk dijual, tapi untuk konsumsi sendiri.  Buat ngisi toples. Buat ngisi meja tamu. Meski biasanya habis di makan sendiri :-p. Dua tahun lalu pernah semangat membuat coklat praline untuk dijual.  Dan 23 toples itu berhasil membuat saya begadang seminggu J.

Balik ke masa kecil, saat dulu belum banyak  orang berjualan kue kering , saya, ibu dan kakak-kakak setiap 3 hari menjelang lebaran akan sibuk membuat aneka  penganan semacam nastar, cheesestick, dan cookies . Bahkan sirup pun, kami buat sendiri dengan membeli essense  jeruk dicampur gula. Alasan utama tentu saja hemat pangkal enak.

Nastar adalah target pertama karena ini kesukaan  si Ayah. Sedang target selanjutnya kastengels, favorite saya. Karena saya malas membuat selai nanas sendiri  plus ingin berbeda dengan kebanyakan orang, saya  ganti selai nanas dengan potongan coklat.  Yes, saya memang  chocolate lover. Jadilah Choctar

Mendapat  resep dasar Nastar  versi Ny.Liem dari  sini 

CHOCTAR modify
Bahan A:
- 150 gram mentega   (saya pakai Blue Band)
- 150 gram margarine (saya pakai Blue Band)
- 1 sendok teh vanila ekstrak (  stok habis :-p)
- 1 butir telur (putih + kuning)
- 1 kuning telur
- 100 gram gula bubuk (saya haluskan gula pasir dengan blender)
- 1/2 sendok teh esens susu (saya tidak pakai)

Bahan B, ayak menjadi satu:
- 40 gram susu bubuk  (nemu dancow putih 27gram)
- 500 gram tepung terigu protein sedang (serba guna), resep asli 475 gram

Bahan C untuk olesan: (ternyata 1 butir kuning telur cukup, tanpa pewarna tambahan)
- 3 butir kuning telur
- 1 sendok makan air
- 1 sendok teh minyak goreng
- 2 - 3 tetes pewarna makanan kuning telur

Bahan D:
- selai nanas untuk isi nastar (saya ganti dark chocolate yang dipotong kecil)

Cara membuat: 
Siapkan loyang datar untuk memanggang kue kering. Alasi permukaannya dengan kertas baking. Sisihkan. Bulatkan masing-masing selai nanas menjadi bulatan kecil sebesar kacang merah. Letakkan di piring lebar. Sisihkan.
Siapkan mangkuk mikser, masukkan bahan A. Kocok dengan speed sedang hingga tercampur dengan mengembang dan lembut. Matikan mikser. Masukkan bahan B, sedikit demi sedikit sambil diaduk dengan menggunakan spatula hingga menjadi adonan yang tercampur dengan baik.

Timbang adonan masing-masing seberat 10 gram. Letakkan satu buah adonan di telapak tangan, pipihkan. Beri satu buah bulatan selai di tengah-tengah adonan, tutup adonan sehingga selai tertutup dengan baik. Bulatkan adonan dan gelindingkan di telapak tangan hingga permukaanya halus. Anda juga bisa membentuknya menjadi lonjong.


Bagian paling melelahkan dari membuat nastar adalah saya tidak memiliki mesin yang bisa mencetak bulatan kecil secara otomatis. Jadilah adegan menggelinding dan membulatkan adonan  cukup melelahkan punggung.  Mungkin karena  mengocok mentega terlalu lama, maka kue choctar  imut  jadi menggendut bin menggemaskan.

Belum layak diplay di bakery karena bentuknya tidak standar. Besar, kecil, bulat, oval J. Tapi menurut saya sudah lebih baik dari sebulan lalu saat ujicoba pertama.  Karena khawatir kue tidak matang, malah terlalu lama dalam oven menjadikan kue terlalu coklat.
Kali ini warnanya sudah cantik J

Friday, June 2, 2017

Menikmati Proyek Jalan Tol Batang

RAMADHAN  1438
Day 6th

Bulan April – Juni  ini sungguh panen libur. Jika  April ada 2 pack long weekend, bulan Mei  ada 2 libur hari Kamis lanjut tanggal 1 Juni libur lagi hari Pancasila. Aish, liburan apalage ?! Pada banyak orang, berkali-kali tanggal merah itu menyenangkan. Anak sekolah apalagi, hurrayJ Pekerja kantoran  ? Hurray pakai banget, jauh-jauh hari dilingkari untuk cuti versi celebrity on vacation . Namun untuk sebagian lain, liburan berkali-kali sedikit mengganggu dan un-productive. Ketika target belum tercapai, ngos-ngosan juga dengan berkali-kali jeda apalagi jika berhubungan dengan pengurusan hal-hal birokratis.

Kamis lalu, libur yang kesekian , dan saya begitu menikmati (karena kamis yang lain tetap ngantor :-) Asyik juga ternyata libur  ditengah weekdays. Hari itu kami berjanji pada Keenan untuk jalan-jalan melihat tol. Iya proyek jalan tol  Pemalang-Batang-Semarang melalui  daerah dekat rumah. Si Ayah sudah sering bersepeda offroad saat pembukaan  jalur jalan sedang berjalan. Sementara kemarin kami  menggunakan kendaraan roda dua.  Semula target operasional jalur tol tahun 2018, namun kemudian dipercepat agar bisa digunakan pada  jelang Idul Fitri 2017, minimal satu jalur pada pagi-siang hari. Sepanjang yang saya lihat pada jalur Batang, pada hari ke 6 bulan Ramadhan, baru 20% yang  menggunakan lean concrete. Selebihnya masih berupa tanah yang sudah dipadatkan. Cukup nyaman untuk dilewati pada hari cerah.


Ada banyak cerita dibalik pembangunan tol  di banyak daerah. Terutama dalam hal ganti untung pembebasan lahan. Banyak yang tiba-tiba kaya mendadak karena tanah kebunnya dihargai 10x lipat. Kemudian  banyak marketing bank mendekat J. Ada yang galau karena rumah kenang-kenangan dari orangtua harus direlakan. Ada yang keukeuh tak mau melepaskan sejengkal tanah rumahnya dengan alasan harga yang tidak sepadan. Maka jalan tol yang berbelok atau rumah ditengah jalan tol kadang masih ditemui, meski biasanya pemerintah dengan jargon –kepentingan- rakyat- banyak- tetap berkuasa.

Kabupaten Batang adalah  suatu daerah di timur Pekalongan. Proyek pembangunan jalan tol dan PLTU di pantai Ujungnegoro  berhasil merubah kondisi geografis dan perekonomian (sebagian ) masyarakat. Pembangunan infrastruktur jalan gencar dilakukan. Pembangunan hotel kian masif di daerah sebelah, yaitu kota batik Pekalongan.


Kemudian segala kemudahan infrastruktur membuat hasrat piknik  semakin menggelora. Mareee J

Thursday, June 1, 2017

Memilih pilihan

RAMADHAN 1438H
Day 5th

Laayasy robanna akhaduminkum qooimaa
Janganlah kamu minum sambil berdiri

Salah satu hadits yang paling sering diucapkan Keenan. Meaning, emaknya sering lupa :-p. Belajar bersama anak menjadi salah satu pola yang mengemuka saat ini. Iya system pembelajaran 20 tahun lalu tentu jauh berbeda dengan saat generasi Y mulai berinteraksi aktif dengan pengetahuan dari berbagai sumber. Pilihan atau memilihkan cara belajar bagi anak menjadi hal krusial yang dipikirkan. Tidak seperti jaman saya kecil, sekolah ya di SD dekat rumah. Sore hari sekolah Arab, dan malam hari mengaji di Mushola. Sesekali  bersama Bapak sema’an di rumah.

Sekarang ada banyak pilihan sekolah baik negeri  maupuan swasta dengan berbagai predikat. Seringkali biaya mengikuti. ‘Merk ga bakal bohong’ . Bahkan semakin banyak pesantren modern (baca: boarding school) yang ber kualitas. Diluar itu ada pula yang justru memilih model homeschooling (hs). Beberapa kisah yang saya baca hasil browsing ;jika dilakukan langsung oleh orangtua; keuntungan hs adalah kedekatan anak dan orangtua. Memacu kreativitas orangtua dalam memberikan pelajaran sesuai dengan keunikan masing-masing anak. Interaksi  intens untuk mengerti suatu hal tidak hanya dari textbook.

Paling  baru saya sedang membaca lembaga pendidikan milik Ustadz Budi Azhari ,   https://kuttabalfatih.com/kenapa-di-kuttab-al-fatih-tidak-ada-fasilitas-bermain/  yang secara mendasar  TIDAK MENGGUNAKAN metode belajar sambil bermain. Semua kurikulum berdasarkan kitab-kitab yang ditulis ilmuwan Muslim.
Penjelasannya sebagai berikut :


Semoga anak-anak kita menjadi anak yang sholeh. Aamiin.