Sunday, May 7, 2017

TOUR de LOMBOK

I’m the Organizer

Begitulah, rasanya sudah melekat di keseharian dari jaman SMP hingga kuliah. Aktif di organisasi bertahun-tahun membuat saya terbiasa merencanakan sesuatu secara detil sehingga pelaksanaan tidak melenceng terlalu jauh.

Rencana liburan ke Lombok sudah lama didengungkan.  Sejak Desember 2016 sudah mulai hunting tiket pesawat dan biro perjalanan. Kalau masih kisaran Jawa, sewa mobil saja cukup, rute atur kemudian. Tapi kali ini pengalaman baru saya handle perjalanan beda pulau. Saya pilih bulan April dengan asumsi curah hujan sudah menipis. Iklim Indonesia 2 tahun terakhir sudah bukan default seperti pelajaran geografi jaman sekolah dasar. Bahwa musim penghujan di mulai sejak bulan ..ber- ..ber. Nyatanya hampir sepanjang tahun hujan turun . Manusia berprediksi, Allah Maha Kuasa.

Pun kebetulan di bulan April 2017 ada 2 long weekend. Dan di bulan April pula, biasanya bonus kantor di transfer hehehe… Sip,  tiket pesawat sudah didapat sejak akhir Januari 2017. Kamipun sudah sepakat  dengan CV Lombok Nusa berikut  itenerary yang  ditawarkan.

Pesawat  boarding  09.20 WIB. Maka  dengan asumsi long weekend kemungkinan jalan pantura macet, perjalanan Pekalongan –Semarang yang biasanya 2,5 jam bisa lebih lama. Maka kami putuskan berangkat bakda Shubuh tepat atau 05.45 WIB.  Nyatanya perjalanan lancar, Alhamdulillah. 07.00 WIB sudah masuk komplek bandara. Saat cek in dengan 19 dewasa , 2 balita dan 2 bayi sempat bikin grogi petugas. Banyak bener.  Bagian ini saya serahkan bapak-bapak untuk urus bagasi. Saya pilih urus badan yang belum 100% fit dari serangan flu dan radang akut. Suntik Vitamin C dan Neurobion memang sangat membantu membuat badan enteng, namun lidah ini..oh no…pahit pisaaan.

Detil persiapan perjalanan bisa dilihat disini catatan Lombok

SRG 09.20 WIB –  LOP 13.00 WITA
Perjalanan  yang hanya 90 menit plus transit 40 menit di Surabaya menjadi berasa lama karena perbedaan waktu 1 jam. Sudah jam makan siang , dan the jouney begins……..

DAY 1, Jumat 14 April 2017
  1. Makan siang di warung makan depan Lombok International Airport. Menu Nasil Balap Puyung jadi pilihan. Semacam nasi campur dengan kering kentang, suwiran ayam  dan suwiran daging yang serba pedas, haaah..
  2. Mengendarai HiAce dan Minibus cukup melegakan karena perjalanan yang cukup jauh. Desa  Ende menjadi pilihan untuk mengenal suku Sasak. Tradisi tenun manual dan tari perang peresean cukup menghibur.
  3. Lanjut ke Tanjung Aan, sebuah pantai sepi tak jauh dari pantai Kuta. Lautnya biru kehijauan.  Masyaallah luarbiasa bagus.   View nya kayak di kalender. Kirain mainan photosop, nyatanya beneran jernih laut nya :-).
  4. Langit menggelap, sunset tak terlihat tertutup bukit. Kami pilih  menuju hotel dan bermaksud mampir ke rumah makan dengan menu khas, ayam Taliwang. Yes. Pedas. Jujur,  sepedasnya tak terlalu berasa, secara lidah saya masih pahit semua L
  5. Pukul 20.30 kami tiba di hotel Central Inn kawasan pantai Senggigi. Berada di jalan utama  sehingga restoran pun menghadap jalan, asyik juga. Sebuah kolam kecil 6m x 10m cukup menyenangkan bagi anak saya dan saya tentunya.
    Duo krucils.photo paling kerren !
DAY 2 , Sabtu 15 April 2017
1.       Hari kedua bersiap menuju Gili Trawangan. Sebelumnya kami dilewatkan hutan Pusuk yang katanya masih banyak monyet berkeliaran. Saya pikir semacam Taman Safari, nyatanya serupa  tebing berkelok mengelilingi hutan. Beberapa monyet bermain di pinggir jalan. Yang beginian di Bantarbolang Pemalang, juga ada hehehe.
2.       Sengaja memesan privat boat malah justru waktu menunggu lama. Baik berangkat atau pun pulang kami habiskan lebih dari 2 jam untuk menunggu kapal cepat. Wasting time. Sepertinya lewat pelabuhan Bangsal dengan kapal umum ,justru lebih efisien.
3.       Begitu sampai Gili Trawangan, duaar suasana berubah 180’. Jika kemarin sepanjangan perjalanan Bandara ke hotel, jalanan begitu lengang, banyak masjid di pinggir jalan, di gili bertemu banyak sekali wisatawan domestik maupun manca. Crowded !  Tujuan utama snorkeling, itu saja. Menyewa kapal dan alat snorkeling @ Rp.130.000, - jadilah kami menuju   Gili  Meno. Tidak banyak  ikan yang kami temukan, seharusnya berkeliling mencari spot yang lain. Nyatanya kami malah asyik berphoto-photo saja.  Benar , bukan tentang mencari  ikan warna warni penghuni karang cantik yang kami cari, tapi justru photo underwater yang banyak dilakukan.
4.       Sore menjelang, acara sepedaan keliling gili kami urungkan, memilih untukbersegera kembali ke pelabuhan karena semakin sore ombak semakin tinggi, beresiko. Lanjut dengan pencarian oleh-oleh. Mulai dari mutiara, tenun, kaos, makanan dll.
mendarat di Gili Trawangan

Gili Trawangan: latar backhoe sedang meratakan bekas warung tepi pantai

Pose sebelum snorkling ke Gili Meno

Glass bottom menuju Gili Meno


lebih penting eksis daripada lihat ikan atau karang cantik :-(


DAY 3, Ahad 16 April 2017
1.       Keinginan ke Taman Mayura atau Narmada kami urungkan karena sehari sebelumnya adalah hari raya Kuningan, Pura ramai untuk sembahyang. Sebagai gantinya kami diajak ke Islamic Centre di pusat kota Mataram. Bonus nya kami menyaksikan lomba balap sepeda Tour de Lombok Mandalika.
2.       Pukul 13.00 WITA pesawat  boarding menuju Jawa. We’l be back ! Masih ada pantai Pink di Lombok Timur, Sembalun di kaki gunung Rinjani  yang wajib  dikunjungi.

PUAAASS :-)

No comments:

Post a Comment