Thursday, January 11, 2018

Fairy Tales, Penantian Berbuah Manis


cover unyu-unyu buku FAIRY TALES (docpri)

Awal tahun 2018 sudah beresolusi untuk menulis lebih rajin. Sudah mengumpulkan ide untuk dibuat tulisan. Eh dasar bos lagi semangat kerja, awal tahun sudah gaspol aja. Touring luar kota terus menerus. Alhasil sampai rumah lelah, ngantuk, kemudian di gugat si balita,”Bunda kok sudah mau tidur, main sama aku kapan?” Antara trenyuh dan badan pegel. Terus kapan nulisnya?

Baik, target menulis diagendakan di minggu kedua. Rencana mau menulis tentang liburan Desember kemarin. Destinasi wisata Kebun Teh Pagilaran Batang dan Kebun Binatang Gembira Loka. Tumbenan aja liburan kemarin kok ya pas ngumpul. Pas ngumpul di Batang. Pas ngumpul di Jogja. Sudah punya bahan menulis dan gambar-gambar bagus.

Eh dasar punya ribuan alasan, gagal lagi fokus menulisnya. Dan ini sudah Kamis! Why? Kalau ini untuk alasan yang indah. Bagaimana tidak indah, bambang atau heru, kalau Senin sore dapat kiriman gambar cover buku dongeng FAIRY TALES bertuliskan nama saya gede-gede- Maryati Imang dkk-yippii, senangnya!
Buku baru, iyes! Masih buku keroyokan alias rame-rame bareng 44 penulis lain, sih, tapi tetap bangga dong.dasar pemula. Karena kemarin diberi tugas jadi pijey, jadilah nama akooh yang terpampang di depan. Kebayar juga berlelah-lelah japrian nagih naskah. Eits, tugas belum selesai, promoin bukuuu…!

Menulis dunia peri beserta keajaibannya bukan keahlian saya. Seperti halnya memasak, doyan makan dulu baru terinspirasi membuat masakan atau makanan sejenis. Ketika ada tantangan menulis cerita FAIRY TALES, langsung tunjuk tangan deh, ikuut. Setelahnya melipir ke toko buku seberang kantor yang lagi bikin bazaar. Cari referensi. Dibelain beli satu buku pulak. Modal! Modal!

Naskah yang saya tulis di buku tersebut tentang peri makanan, tentang harum masakan yang menggugah selera di sebuah warung makan. Namun ada saja orang yang tidak suka dengan keberuntungan orang lain. Pesan moral yang terselip, balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Maka dunia akan lebih tenteram. Tsaaah.
peri makanan dengan ilustasi keren

Walau buku tersebut dari penerbit indie, namun kualitas cetakan berikut ilustasinya sekeren buku penerbit mayor. Sebenarnya sebelum membuat naskah buku FAIRY TALES ini, saya dan teman-teman sudah memiliki empat naskah buku bakal terbit melalui gramedia dan elexkids. Namun masih antri, jadi harus sabaar. Katanya, ngantri di penerbit mayor itu, bisa sampai setahun. Alamak! Terobatilah dengan buku terbit indie yang ‘cuma’ butuh waktu satu bulan untuk mengumpulkan naskah dan editing. Sedikit lama untuk membuat ilustasi setiap cerita.Tapi nunggu dua setengah bulan untuk buku ini adalah penantian yang berbuah manis. Senyum terus pokoknya.

Ternyata benar kata mentor nulis, marketshare buku anak itu besar. Mudah saja tinggal unggah poto cover, alhamdulillah banyak teman yang minat. Iyalah, emak-emak macam saya yang memiliki anak usia awal sekolah, pasti mupeng lihat gambar yang unyu-unyu. Promo buku dan nulis naskah, sama serunya! So, untuk Januari ini, jualan dulu, menulis kemudian ehehe.

#minatbukufairytales, wapriyahJ
           



Saturday, January 6, 2018

Aroma Coklat Menggoda

vaseline cocoa radiant(doc:pribadi)

Minggu lalu jelang libur akhir tahun, saya menyempatkan diri jalan-jalan ke toko seberang kantor. Semasa Keenan masih MPASI, setiap Jumat pasti kesana. Sekedar membeli seiris ikan tuna, sepotong pumpkin, dan satu pack kecil unsalt butter. Kalau sekarang urusan dapur cukup mengandalkan tukang sayur langganan yang lewat depan kantor.
Kembali ke toko seberang kantor, semakin dewasa aka menua, nafsu belanja saya memang merosot drastis. Belanja untuk diri sendiri baik cemilan hingga pakaian seringberpikir tiga kali, namun beli barang untuk anak jadi prioritas. Seperti berburu boneka bantal Tayo J.
Lorong favorit saya adalah perkakas dapur yaitu deretan rak wajan, panci dan piring dan teman-temannya. Senang saja melihat pernik-pernik unyu-unyu, dan tetep CEK HARGA, walau ga beli hahaha. Lorong selanjutnya adalah kosmetik. Nah, disinilah saya menemukan si BARU itu. Lotion rasa cokelat! Saya cukup rajin memakai lotion untuk telapak tangan dan telapak kaki. Kenapa cuma dua tempat itu? Karena cuma itu yang terpapar udara luar.. Seharian terpapar benda kotak yang bikin adem itu memang membuat kulit cepat kering apalagi setelah cuci tangan. Jadilah selalu ada sebotol lotion di tas saya.

merawat kulit tangan (cloudfront.net)
Apa sih yang istimewa dari lotion baru yang saya temukan hari itu? Bukan spoiler ya, serius, ini bukan review produk, cuma mau bilang kalau saya suka sekali. Vaseline Cocoa Radiant. Salah satu produk yang cukup sering saya beli karena wanginya lembut dan cepat meresap. Harganya pun masih rasional di kantong saya. Jika sebelumnya paling banter varian Aloevera, yang wanginya kurang saya suka, ketemu Cocoa Radiant langsung jatuh cintrong. Ada gitu lotion rasa cokelat! Ehm, sekalinya oles ke kulit, wangi cokelatnya bisa menenangkan. Kemudian tidoor.
Ternyata memakai lotion pun ada waktu terbaiknya, supaya memberikan hasil optimal:
1.      Gunakan setelah mandi
Sesaat setelah mandi pori-pori kulit dalam keadaan terbuka sehingga kadar air dalam lotion akan terkunci di dalam tubuh. Cara ini efektif untuk kita yang seharian terpapar AC.
2.      Bersihkan kulit yang akan dioles lotion
Kotoran atau debu yang melekat pada kulit akan menghalangi lotion bersentuhan langsung dengan kulit. Maka bersihkan dahulu daerah tangan atau kaki atau bagian tubuh lain, baru oleskan lotion.
3.      Gunakan minimal sehari sekali secara menyeluruh
Untuk mendapatkan hasil kulit halus bercahaya, gunakan lotion minimal sekali sehari. Dan digunakan ke seluruh badan, bukan hanya yang terpapar sinar matahari. Jadi walaupun kulit terbungkus pakaian seharian tetap harus dijaga kelembabannya sepanjang hari. Pun menghindari belang. Bagian ini yang sering terlewat oleh saya karena lebih sering  mengoles bagian telapak tangan dengan lotion karena bolak-balik cuci tangan. Reflek :tangan kotor-cuci tangan, tangan lengket-cuci tangan, pegang uang-cuci tangan.
4.      Perhatikan tanggal kadaluarsa
Naah lo..adakah yang samaan dengan saya suka nyetok lipstik di kemudian hari ternyata udah lewat tanggal aktifnya? Padahal sayang kalau dibuang hehehe. Sebagian besar kosmetik memiliki masa kadaluarsa kisaran dua tahun. Kecuali untuk produk cream kecantikan yang biasanya hanya tahan 3 bulan di lemari pendingin.

Bahwa cantik itu tidak murah ya, bapak-bapak. Kulit cerah merona itu hanya iklan, selebihnya usaha jungkir balik nyalon, facial, lulur de el el nya jauh lebih ribet dari sekedar mengoles lengan. Cerdas itu takdir, cantik itu pilihan J
Happy weekend.