Skip to main content

Posts

Positive Thingking in This Economy

Sejak sebulan lalu diingatkan oleh pihak hosting kalau akun blog ini akan segera kadaluarsa pada 6 Oktober 2026. Iya, saya ditagih pembayaran untuk akun blog yang ternyata sudah saya buat sejak 2009. Wow 17 tahun! Tiba-tiba bangga dengan diri sendiri yang pernah seproduktif itu, kala itu, kala dulu. Ketika kemudian hari ini saya buka lagi, ternyata sudah dua tahun saya tidak post cerita apapun. Sedang tahu-tahun sebelumnya, hanya post 1-2 cerita per tahun, hanya sekedar supaya blog ini tidak terlalu berdebu, usang. Well, mari kita mulai lagi pelan-pelan. Agustus lalu saat mampir ke toko buku Social Agensi   Baru Gejayan Yogyakarta, saya borong 10 buku, yang empat diantaranya buku pilihan saya, selebihnya pilihan anak-anak. Kalap memang, diluar kesadaran pingin punya healing versi lain. Versi basic. Iya, hobi membaca meluruh pelan-pelan semenjak punya dua anak. Saat di sulung baru lahir, justru sangat semangat baca buku namun buku genre anak, bukan lagi novel fiksi apalagi novel...

Serba-serbi Kurikulum 2013 (K13)

  Sabtu ini ada undangan dari wali kelas Keenan untuk pembagian rapor PTS (Penilaian Tengah Semester). Hasil dari pertemuan tadi antara lain me review target shalat, target akhlaq dan target pembelajaran. Untuk kelas 6, memang hanya tinggal 1 pekan untuk menyelesaian materi sekolah. Masa sih? Dalam kalender akademik, dijadwalkan libur Idul Fitri dimulai 1 April 2024 hingga 17 April 2024. Duuh lama banget ya, buat emak-emak ini justru mengkhawatirkan karena libur panjang = main gadget seharian.  Agenda selanjut nya, tanggal 22 April 2024 mulai ujian PAT (Penilaian Akhir Semester) khusus kelas 6. “Berarti bulan Mei udah mulai libur,dong?” Keenan berpikir begitu. “ Jangan senang dulu, justru bulan Mei ada ASAJ (Asesmen Sumatif Akhir Jenjang)” "Haah?" Emak gen Y  macam saya pun bengong. Udah PAT masih ada ASAJ, enggak salah satu saja sih. Guru sekolah tersenyum bijak, “ini tahun kesekian kebijakan gonta ganti”. Jadi apa bedanya PAT dan ASAJ. PAT adalah ujian akhir...

Kapan Waktu Terbaik Mengajarkan Anak Naik Sepeda?

Memulai sesuatu hal itu sangatlah berat. Iya berat seperti memindahkan dumble 2 kg dari tangan kiri ke tangan kanan. Namun kalau sudah biasa, akan terasa ringan alisan enteng, bahkan bisa sambil kayang 😅 Salah satu resolusi tahun 2024 yang saya inginkan adalah: menambah stok sabar saat mengajari Andra belajar naik sepeda roda dua. Berbeda dengan si Kakak yang pada usia 4 tahun sudah fasih naik sepeda roda dua,  Andra yang genap berusia 5 tahun pada 3 bulan lalu, baru lancar mengendarai sepeda roda empat. Entahlah, anak ini lebih penakut dari Kakaknya. Mungkin memang saya telat mengajarinya.  Berkaca pada progres si kakak Keenan naik sepeda: - usia 2 tahun lancar naik sepeda roda empat - usia 3 tahun lancar naik sepeda roda tiga  ( ini enggak sengaja, roda nya copot aja) - usia 4 tahun sudah mahir naik sepeda roda dua bahkan untuk jalur tanjakan dan turunan Perbedaan perlakuan terjadi pada anak kedua karena saat itu pandemi melanda. Maret 2020, Andra baru berusia 1,5 tahu...

Jadi Bapak Rumah Tangga, Kenapa Tidak ?

Once upon a time Hari ini dimasakkan apa ? Serius, kamu baru mandin bayi setelah anak usia 1 tahun. Sebelumnya suamimu? Aku dikomen suami karena hari ini kelupaan bekal makan siang enggak kebawa... ------ Itu adalah petikan beberapa percakapan dengan salah seorang teman. Sebut saja dia Mawar, eh janganlah, sebut saja dia Milan, biar kedengeran maskulin, haha. Setiap jam makan siang, biasanya kami berkumpul di satu ruangan kecil. Sebagian dari kami membawa bekal dari rumah, sebagian lain membeli di warung terdekat atau via ojek online. Kebetulan lokasi kantor di komplek alun-alun jadi sebenarnya warung apa saja ada. Hanya saja sejak pemugaran alun-alun, warung yang biasanya berserakan di pandangan mata--pindah. Ya sudahlah. Saya termasuk orang yang rajin bawa bekal makan siang. Satu hal utama pasti karena H E M A T. Meski lelahnya enggak bisa ditawar, memang. Untuk pekerja pagi-sore macam saya, menyiapkan makan pagi dan siang tiap selepas shubuh perlu keniatan yang sangat. Tenaga mungki...

Merencanakan Pendidikan Anak Sejak Dini, Perlukah ?

Semasa kuliah, saya beberapa kali menyempatkan main ke rumah kakak sepupu di perumahan Pertamina daerah Purwomartani. Letaknya dekat perempatan Tajem kesanaaa lagi. Iya, saya banci peta, paling enggak bisa nunjukin arah mata angin. Modalnya hanya lurus, belok kiri, belok kanan, nyebrang, kanan jalan, haha. Kakak sepupu baru pindah dari Jakarta ke Jogja dalam rangka sang suami melanjutkan kuliah S2 di MM UGM. Mereka baru memiliki 2 anak perempuan. Suami dari kakak sepupu  tersebut merupakan  lulusan ASN berikatan dinas yang kemudian resign . Saya agak lupa apakah dia resign setelah menyelesaikan masa ikatan dinas atau membayar kompensasi.  Kepindahan ke Jogja itu pun, sang suami juga baru resign dari sebuah grup usaha besar di Jakarta. Kok berani, ya? Saya terlalu polos untuk bertanya. Di kemudian hari, saya paham, bahwa hidup itu memiliki banyak pilihan, kesempatan dan tantangan. Apakah kita berani mengambil atau tidak. Setelah dua tahun kuliah di Jogja, tidak lama mere...