Thursday, October 12, 2017

Saat Ikhtiar Beririsan dengan Tawakal

Sulit menyembunyikan gemuruh dada yang membuncah. Sulit menahan air yang menggenang di pelupuk mata. Lelaki gagah yang saya kenal dulu, kini tergolek lemah di ranjang kayu berwarna coklat gelap. Tubuh tegap itu terlihat menyusut. Sudah tak terlihat raga yang rajin nge-gym itu. Hilang sudah keceriaan dari wajah tegasnya. Seandainya  bertemu di tempat umum , saya  nyaris kesulitan mengenali raut mukanya.  Sakit itu telah mengikis  raganya. Meski tutur kata dan ide-ide liarnya tetap tak terbendung, ada nada getir di setiap ucapannya.



Kemudian saya menyesal kenapa tidak sedari lama mengunjungi beliau. Mengapa tidak sejak kemarin-kemarin saya bertandang ke rumahnya. Rencana itu tertunda kesekian kali dengan alasan kesibukan. Basi ! Seandainya saya lakukan sejak awal, ingin saya ceritakan tentang perjuangan Dahlan Iskan melawan penyakitnya. Berupaya dengan semua usaha dan dukungan keluarga untuk mendapat kesembuhan. Bukan hanya tentang kesiapan materi, lebih pada ikhtiar tak berbatas dan semangat untuk sehat lebih lama demi karya nyata. Banyak sekali hal baik yang bisa dilakukan dengan tubuh sehat. Hal yang berimplikasi baik pada diri sendiri dan bermanfaat untuk umat.

Lebih dari sepuluh tahun lalu kami pernah duduk  satu ruangan. Kami melakukan beberapa perjalanan ke keliling kota di Jawa Tengah. Kami sepaham dalam banyak hal. Namun tetap  ada perbedaan pandangan pada beberapa hal lain. Dan kami memakluminya sebagai dinamika. Berbeda bukan berarti tidak bisa berjalan beriringan, bukan ?


Ujian ini adalah bagian dari lakon yang harus dijalani. Ikhtiar , tawakal dan doa beriring mengharap ridhoNya. Semoga segera diangkat sakitnya. Aamiin.


Sunday, October 8, 2017

Jajan Pasar, Kuliner Sepanjang Masa

Sebagai tukang makan, saya sering ngilu melihat menu makanan teman yang cuma terdiri dari sesendok nasi dan semangkuk sayur. Aiih, kalau saya mah, begituan masih lapaar. Beruntungnya badan awet, tidak melebar walau intake nya banyak. Ngiri ya ? Sini saya kasih kerjaan cuci piring dan nyetrikah haha.
rupa-rupa jajan pasar (photo:kateringsemarang)

Sekalipun saya sukak pakai banget makan brownies, strawberry cheese cake, red velvet hingga pizza, nyatanya saya tetaplah bocah ndeso yang akan lebih memilih jajan pasar jika di acara kondangan ada sajian kue menul-menul beraneka warna. Makanan yang disebutkan pertama jarang disajikan di kondangan.

Ini 5 jajan pasar favorite yang sering melewati kerongkongan saya J


1. KLEPON
Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang diadoni bersama air hingga kalis. Kemudian dibentuk bola-bola dengan isian gula merah dan direbus . Jika bola-bola tersebut sudah mengambang ,ambil dan segera gulingkan di atas kelapa parut muda yang sudah bertabur garam. Di Pekalongan harga sebuah klepon 400rupiah, di Purbalingga cuma separuhnya. Kenyanglah saya.
klepon menul-menul (photo:cookpad)
      2. PUTU TEGAL
Bahan baku makanan ini  sama dengan klepon. Bedanya bentuk sedikit lonjong dan lebih besar. Sedang isiannya pisang raja. Cara masaknya lebih sering dikukus, setelah digulingankan dalam parutan kelapa muda.
putu tegal isi pisang (photo:cookpad)
3. KUE KU
Kabarnya Kue Ku berasal dari negeri Tiongkok. “Ku” dalam dialek Hokkian berarti Kura-kura. Jadi Kue Ku berarti Kue Kura-kura. Benar juga,karena bentuk original kue ku mblenduk seperti rumah Ninja. Namun sekarang banyak ditemukan bentuk lain dari kue ku menjadi mirip strawberry, nanas atau jenis buah lain. Bahan bakunya masih sama, tepung beras ketan, dan isiannya masih sama, kacang hijau rebus yang sudah dihaluskan.
kue ku original isi kacang hijau halus (photo: hesti-myworkofart.blogspot.co.id)

.     4. GETHUK
Dari sekian varian makanan berasal dari singkong, gethuk adalah yang paling pas di lidah. Mungkin karena sejak kecil, Bapak sering membeli makanan ini tiap pulang dari pasar Rejowinangun. Yup, gethuk khas Magelang. Bentuk dan warnanya tidak berubah sejak belasan tahun lalu hingga kini. Hanya original singkongnya banyak terabsorpsi bahan adiksi lain semacam tepung dan margarin.
genthuk magelangan (photo:pinterest)

      5. LUPIS
Masih dari beras ketan! Yang ini beneran dari besar ketan, bukan tepung beras ketan. Cara membuatnya seperti membuat lontong. Cara penyajiannya dipotong kecil , ditaburi parutan kelapa dan disiram kincau. Kincau terbuat dari gula jawa yang dimasak dengan sedikit air. Teksturnya kental. Uenakk.
 
kue lupis bertabur kelapa dan kincau (photo:harianresep.blospot.com)

Kamu, iya kamu yang lagi senyum-senyum :-) 
Suka jajan pasar yang mana ?

Saturday, September 16, 2017

HAPPY SINGLE

sumber :cintasejati.co.id

Tinggal di kota besar, punya  kerjaan bagus, dan bergaji cukup. Sempurna!. Being single dengan seabrek aktivitas semacam fitness, travelling, hiking pasti sangat menyenangkan.  Menikmati midnite film. Melewatkan weekend dengan keliling arena pameran atau berfoto seru di berbagai destinasi wisata lokal atau mancanegara. Seru !

Meninggalkan masa abege dan wuss tiba-tiba sudah hampir memasuki thirty something . Tua ? No ! Dewasa ,yes ! Mendamba menemukan pasangan ? Tentu . Namun senyatanya tidak mudah menyamakan frekuensi cara, pola pikir, dan kebiasaan hidup selama belasan tahun lalu. Setiap orang unik. Dalam sebuh keluarga tidak ada tabiat anak yang benar-benar sama. Bahkan  anak kembar pun tidak pernah sama dalam semua hal. Berpasangan dengan seseorang  yang dibesarkan dari keluarga yang berbeda, tentu perlu kedewasaan untuk  saling mengerti dan menghargai.

Hidup nyaman di ibukota. Komplek GBK, JCC, Kemayoran , komplek kota tua, kepulauan seribu  hingga Tanah Abang, Thamrin City, Seibu atau sekesar Penvil dan Citos, adalah area yang biasa dikunjungi kala libur akhir pekan. Bogor,Garut , Bandung, Solo, Jogja, hingga Karimunjawa sudah dijelajah dengan adat backpacker.Tentu bersama teman-teman sealiran. Aliran single yang doyan jalan dan makan.

Ada seorang teman yang sering posting kegalauannya tentang ‘hidup sendiri’ di media sosial. Awalnya jadi lucu-lucuan, jodoh-jodohin . Seiring berjalan waktu, kok makin menyek-menyek ya…. Postingan galau menjadi cemilan sehari-hari. Haruskah seluruh dunia tahu yang kau rasa ? Removed dari friendlist ? Enggak juga.  Salah satu teman baik, cukup inbox saja J

Ada pula seorang teman yang sudah melewati forty. Beberapa kali berkabar via whatsapp atau sekedar like postingan. Hidupnya terlihat nyaman dengan orang-orang disekitarnya. Work hard play hard, begitu semboyan para pekerja untuk mengiyakan beragam pengeluaran demi kepuasaan pribadi. Jika bahagia tak bisa dibeli, paling tidak ada harga yang harus di bayar untuk suatu hal yang menyenangkan. Saya suka cara si mbak menyikapi hidup sendiri jauh dari sanak saudara di seberang pulau. Karena dia telah menemukan banyak teman baik di belantara metropolitan.

Jomblo dan single adalah status yang berbeda. Tagline itu diunggah setelah terminology  high quality jomblo yang mulai memudar. Jomblo secara sederhana di artikan (sedang) tidak punya pacar atau pasangan. Sedang single, adalah status tidak atau belum berpasangan.

Belum bertemu dengan seseorang yang tepat , kemudian memilih untuk sendiri tanpa terlalu ‘ngoyo’ mencari pangeran ganteng atau putri cantik jelita tentu memiliki konsekuensi baik sebagai pribadi maupun sebagai bagian keluarga. Bagi yang tinggal di kota besar, being single terasa asyik-asyik saja. Tidak akan banyak dahi berkerenyit saat melihat kita berjalan sendiri. Menjelajah mall bagi single ataupun emak beranak 3, tetap sama rasanya.  Seru, mupeng dan galau sar pegang card antara gesek lagi dan lagi atau lagi. Kemudian pulang dengan bawaan yang merepotkan sopir taxi.

Sedikit kurang nyaman jka tinggal di kota kelahiran. Omongan saudara, kerabat dan para tetangga sering membuat kuping merah. Sulit memahamkan mereka bahwa kesadaran untuk berbahagia bersama belahan jiwa membuat kami berpikir (terlalu) serius untuk mencari sosok sempurna di hati.

Keenan baru saja menginjak 6 tahun, dan selama itu pula saya sering merasa kangen pada masa menjadi happy single. Kesana kemari  cukup bawa  ransel  dan sandal bertali. Weekend  sudah penuh jadual jalan-jalan hingga 3 bulan ke depan. Selayak artis yang sibuk, kami sibuk jalan-jalan menikmati waktu.

Berkeluarga merupakan ranah berliku, berkelok yang mungkin bisa menyebabkan jatuh berdebam. Namun bergandengan tangan dengan kekasih hati terpilih, akan  saling menguatkan sehingga mudah melewati dan diakhiri tawa untuk hal yang seringkali tidak lucu. KPR rumah, biaya sekolah anak, investasi pensiun adalah destinasi browser segera, seketika, saat lepas dari pesta perayaan.


Setiap pilihan secara simultan berujung pada hasil. Semoga selau hal baik saja yang menunggu. Happy weekend !J

Wednesday, August 30, 2017

Pasangan Memesona, Raisa dan Hamish

Beberapa hari lalu beredar kartu undangan pernikahan RAISA Andriana & HAMISH Daud Wyllie di Ayana MidPlaza Jakarta, Ahad 3 September 2017  yang sepertinya akan menjadi  hari patah hati nasional jilid dua :-)

vemale.com
Mei lalu saat ada #haripatahhati saya tak paham maksudnya apa. Maklum emak-emak dengan balita yang hobi nonton upin-upin sudah amat jarang menyimak segmen  gossip. Ternyata tentang acara lamaran Hamish pada Raisa.

IG @hamishdw
Mengenal Raisa  sepintas lalu saja.  Wajah cantik dan suaranya yang lembut memang mampu menyihir penikmat musik untuk betah duduk mendengarkannya  meliuk-liukkan nada. Saya sendiri merasa Raisa sebagai penyanyi dengan talenta biasa saja. Eits, tentu saja dari sudut pandang emak-emak  yang sibuk beberes rumah. Bahkan dibandingkan  Isyana Sarasvati, yang saya kenal selintas juga, kualitas suara Isyana jauh lebih bagus. Tetep ya,subyektif ini.

Tapi soal tampang, iyes, Raisa juwarak !  Wajah manisnya, Indonesia sekali.  Satu tone dengan Dian Sastro lah. Sederhana, cantik, ga bosenin . Bahkan dengan make up tipis sekalipun, Raisa tetap nampak memesona. Beda kiblat dengan tante Rini tentu saja.

Bagaimana dengan Hamish ? Yup, My Trip My Adventure merupakan salah satu program TV yang sering saya lihat kala weekend (tetep, sambil beberes rumah). Disitulah mulai akrab dengan muka Indo Hamish yang kala itu saya pikir jebolan model. Ternyata seperti yang dikabarkan beberapa media online bahwa  Hamish Daud adalah seorang arsitek yang memiliki kantor jasa konsultan di Bali. Lahir di  Gosford Australia dan besar di Sumba bersama sang ayah ,David Wylie,  seorang peselancar handal.

IG @hamishdw
Selamat berbahagia Hamish dan Raisa semoga sakinah mawaddah dan warahmah. Aamiin.


Sunday, August 20, 2017

Dahlan Iskan : Kerja itu Hobi

sumber : merdeka.com

Khatam sudah buku Ganti Hati seharga sepuluh ribu dalam sebulan terakhir.  Buku yang diterbitkan 5 tahun lalu, setelah sebelumnya dimuat bersambung di Koran Jawa Pos. Banyak hal yang saya pelajari dari kisah tentang transplantasi hati dibalik cerita menjadi Dirut PLN dan Menteri BUMN.

Gaya bahasa yang lugas jauh dari rasa pamer. Bahkan ketika  Dahlan bercerita tentang membeli helikopter beberapa bulan menjelang operasi di Tiongkok. Dalam pandangan masa depannya,  bisa jadi pasca operasi  fisik nya jatuh terpuruk hingga  mobilitasnya terbatas. Nyatanya cerita berbeda 180 derajat.Fisiknya tetap prima. Aktivitas sebagai pejabat negara  justru memaksanya melakukan perjalan berhari-hari menggunakan moda darat  maupun udara. Tentu tanpa melupakan obat  yang harus di minum sehari 2x tepat jam 5 pagi dan jam 5 sore.

Sunday, August 6, 2017

Disiplin dan Kerja Keras, Ramuan Sukses Dahlan Iskan


Bahwa dengan membaca buku  bisa membuka wawasan , saya percaya itu. Dua minggu lalu saya menemukan Ganti Hati-nya Dahlan Iskan seharga sepuluh ribu rupiah only diantara tumpukan Gramedia Fair. Seperti kebetulan yang indah, karena baru saja terprovokasi mencari  buku-buku karya Dahlan  Iskan setelah membaca  salah satu tulisan dalam buku Karya Literasi Kotomono Ehaka . Sebagai sesama wartawan, Ehaka (alm) paham betul bahwa  bahwa Dahlan Iskan adalah  sedikit dari  pemilik media yang BISA nulis.

Saat dulu membeli buku Anak Singkong-nya Chaerul Tanjung, sebelum ada stempel bestseller, saya baru tahu, bahwa bisnis konglomerasinya bukan karena keturunan. Begitupun dengan Dahlan Iskan. Lahir dan besar di desa pelosok Surabaya dengan segala keterbatasan tidak membuat mimpinya sederhana. Menikmati kemiskinan yang struktural, begitu salah satu ungkapan dalam buku Ganti Hati. Sejak  menjadi wartawan Tempo  hingga mengakuisisi sebuah  media yang hampir bangkrut di Surabaya , disiplin tinggi adalah salah satu kunci kesuksesannya membesarkan Jawa Pos Grup.

Berangkat pagi pulang dini hari adalah ritme kerja awal Dahlan saat membangun Jawa Pos.  Kerja kerasnya berimplikasi langsung pada hasil luar biasa karena Jawa Pos tumbuh tidak hanya seperti cita-cita awal , separuh dari oplah Surabaya Pos, namun justru melampuinya. Menjadi  koran nasional dan selanjutnya  media yang menggurita di banyak kota  Indonesia.


Tuesday, August 1, 2017

Berebut Kursi, Pernik Undang-Undang Pemilu

sumber :okezone.com(24.7.2017)

DPR baru saja mengesahkan Undang-Undang Pemilu , Jumat lalu seperti dilansir okezone.com, yang sebelumnya sudah diwarnai drama walkout. Prosentase Presidensial Threshold adalah salah satu sebab runcingnya jalan pengambilan putusan. Pun banyak pihak yang berteriak akan mengajukan judicial review ke Mahkamah Konstitusi.

Perebutan kursi, itulah yang di perdebatkan para orang pintar itu. Menilik tulisan EH Kartanegara (alm) yang diterbitkan Suara Merdeka (07/10/2004), bahwa dalam budaya Jawa dahulu, mengejar kursi atau jabatan, dianggap saru(tidak pantas). Sementara sekarang justru terbalik, jika ada politisi yang tidak mengejar kursi justru dianggap tidak lincah mengambil kesempatan. Maka jangan heran jika untuk mendapatkannya banyak dilakukan manipulasi data, menabrak rambu hukum hingga politik uang.

Sayangnya banyak orang malas membuka file-file record pejabat periode lalu.Banyak orang malas belajar dari kitab suci politik seperti The Nicomachean Ethnics karya Aristoteles yang mendeskripsikan bagaimana memahami kearifan politik.

Jika ada calon pejabat sowan kepada para kiai, bukan karena mereka ingin belajar agama,tentang kearifan, keluhuran dan kejujuran,  melainkan memohon dukungan dan restu. Politik bukanlah jalan lurus, melainkan berliku dan bercabang ke berbagai arah. Ada banyak kemungkinan menantang untuk dimainkan, termasuk kemungkinan bertambah kisruh. Bisa jadi disinilah “gurihnya” berpolitik.
Setelah kursi diraih dengan penuh pengorbanan (dan mungkin tumbal) dan berbiaya tinggi, mungkinkah janji kampanye yang melangit demi terwujudnya bangsa beradab adil dan makmur akan diwujudkan? 

Sejarah politik bangsa memberi pelajaran jika sebuah kursi dikejar dengan ambisi untuk menguasai dan bukan mengayomi tak akan pernah mampu membersihkan segala apapun yang  kotor.

Indonesia masih punya harapan, karena di beberapa daerah telah hadir sosok pemimpin selayak Umar bin Abdul Aziz yang rela meninggalkan semua limpahan kekayaan demi menjadi khalifah dan bersama umat membangun kesejahteraan. Sosok-sosok tersebut hadir semacam oase, dalam keresahan korupsi yang membudaya.

*disadur dari salah satu tulisan dalam buku karya EH Kartanegara (alm), jurnalis asal Pekalongan.
Karya Literasi "Kotomono Ehaka" 
Penerbit Burung Merak Press, Juni 2017


Sunday, July 30, 2017

Sajian Bolu Labu Kuning

Welcome Sunday  
Rencana mau menghadiri  Kajian  Ahad Pagi di Masjid sekolah Keenan, apa daya si balita itu susah pisan dibangunkan. Plus emaknya masih pegel lengan dan betis pasca berenang Sabtu pagi. Hiyalah, setelah off hampir dua bulan tidak cipak-cipik mainan air, setelah lewat bulan Syawal baru bisa nyebur lagi. So ngapain libur begini? Jadual kondangan menunggu ! Tapi itu nanti siang, pagi ini mau ekseskusi yellow pumpkin yang sudah  berumur 1 bulan, astaga basi ga ya? Of course ,no!  Soalnya itu pumpkin bulet yang dibeli jaman Ramadhan untuk olahan menu buka puasa, diletakkan di tray kulkas .

Setiap kali searching “resep…….” Pastilah cookpad.com yang nampak di urutan paling atas. Nyatanya saya belum pernah eksekusi resep hasil dari situs tersebut. Menurut saya resep di cookpad seringnya terlalu sederhana, tanpa tips and trik ehehe. Web masak favorite saya adalah milik mbak Endang yaitu www.justtryandtaste.com  alias JTT. Rada susah ya vocabnya, tapi containnya sungguh membantu pemasak pemula  macam saya. Owner nya sendiri juga bukan koki apalagi chef restoran terkenal. Tetaplah  perempuan pekerja dengan beragam kesibukan namun mempunyai hobi masak. Serunya selalu ada tips trik cara mengolah atau memperoleh bahan baku. Saya tebak koleksi buku resepnya pastilah bejibun , bisa dilihat dari aneka ragam makanan dan kue yang dikreasikan. Baik menu khas Indonesia, maupun mancanegara.

Namun untuk resep kue kali ini, saya coba menggunakan resep cookpad postingan Ibu Farin.

BOLU KUKUS LABU KUNING

Thursday, July 27, 2017

5 Pilihan Seru Berakhir Pekan

Salah satu muasal peraturan menteri pendidikan yang menyoal gagasan  sekolah fullday adalah  interaksi anak dan orangtua akan  lebih banyak dilakukan kala libur weekend tiba . Saat salah satu atau kedua orang tua bekerja  dengan jadual 5 hari kerja, maka hari Sabtu – Minggu menjadi family time. Tentu tidak melulu harus dengan bepergian keluar kota yang akan membutuhkan bujet banyak.
 Simak ide liburan akhir pekan yang murah meriah :
1.     Memasak Menu Favorit
Jika pada hari biasa keluarga hanya punya kesempatan sarapan bersama, kala akhir pekan bisa menikmati 3 kali waktu makan bersama.
Salahsatu menu yang seru dieksekusi  bersama anggota keluarga adalah ayam/ikan  bakar. Malas kipas-kipas pakai arang ? Sudah tersedia wajan tebal khusus untuk memanggang  sehingga mudah digunakan diatas kompor gas.  Lebih seru lagi jika bahan baku sambal, sebagai pelengkap menu bakaran ,  yaitu cabe dan tomat diperoleh dari hasil
berkebun sendiri . Sedaaap :-)
sumber:etimologist.com

Menurut Ratih, bukan kemewahan hasil makanan yang dicari dalam aktivitas memasak bersama, tetapi kualitas relasi antar anggota keluarga, ungkap Psikolog alumni Universitas Indonesia yang diungkapkan dalam laman antaranews.com (7/4/2015)



Saturday, July 22, 2017

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?

Benarkah Kenakalan Remaja itu, Genetis ?
Penulis : imangsimple

Suatu hari Bapak membawa bayi laki-laki berpipi chubby dari rumah keluarga di pesisir selatan Jawa Timur. Dean Prilia, nama yang disematkan pada bayi berkulit putih itu. Orang tuanya sudah lama berpisah. Ibu Dean memilih berkelana menjadi pekerja di luar negeri, sedangkan sang Ayah enggan merawat anak yang belum genap berumur setahun. Jadilah kehadiran Dean melengkapi keramaian keluarga kami.

Nuri, adikku,  terlihat kurang menyukai kehadiran Dean. Mungkin karena perhatian Bapak dan Ibu mulai terbagi setelah kehadiran lelaki kecil bermata bulat itu. Diumur yang belum genap enam tahun, Nuri menjadi murid termuda.  Rengekan manjanya membuat Ibu sering menemani Nuri melewati setahun pertama Sekolah Dasar. Tentu saja sembari  membawa serta Dean yang baru belajar melangkahkan kaki-kaki kecilnya.

Dean tumbuh menjadi anak yang lucu dan aktif.  Setiap  lebaran datang,  kami sekeluarga pulang ke Pacitan untuk bersilaturahim dengan keluarga Bapak sekaligus memberi  kesempatan Dean bertemu orang tuanya. Terpikir jikalau orang tua Dean ingin merawat anaknya sendiri. Nyatanya, setiap kali kami kembali ke Magelang, kembali pula Dean kami ajak serta. Ayah Dean sama sekali tidak tergerak untuk  mendidik sendiri buah hatinya. Hanya berjanji akan mengirim uang setiap bulan untuk biaya sekolah Dean. Sementara sang Ibu, entah sedang berada dimana, cukup sulit dihubungi.

Friday, July 7, 2017

Jodoh, Takdir yang Bisa Diusahakan

I'm interested in everything that concerns you
Tetes bening mengalir tanpa isak , Sukma mengalihkan pandangan dari layar berukuran 3,7 inchi tersebut. Ini adalah hari ke 93 sejak Janu berangkat meraih mimpinya di benua seberang. Mimpi yang selalu didengungkannya sejak 15 tahun lalu. Ya, sejak mereka jumpa pertama kali di depan Balairung UGM. Lamanya mimpi itu terwujud merembes pada lamanya kepastian tentang kesabaran diri menunggu. Terpisah pulau tak serta merta memisahkan keterikatan batin yang terjalin sejak lama,meski berseliweran orang-orang lain mencoba mengetuk pintu hati.

Hingga kabar itu datang. Kabar  tentang lolosnya beasiswa ke negeri Kanguru. Sukma merasa gembira sekaligus gelisah. Gembira, karena setelah penantian panjang,  senyum lebar  Janu Nampak jelas saat menyapanya dalam video call, sesaat setelah semua dokumen lengkap, siap berangkat. Sesungguhnya tinggal selangkah lagi, setelah lulus Master, Janu berjanji. Namun entah  deru angin darimana, semakin dekat kepergian Janu, Sukma semakin  gelisah, hatinya berdesir setiap membayangkan perpisahan itu. Perbedaan pulau tempat tinggal , jarang bertemu secara fisik,  hanya sapaan melalui smartphone tak meresahkannya. Namun berbeda benua, berasa lain.

Thursday, July 6, 2017

Teman dalam Selubung Kompetisi

Sebulan terakhir, mulai memaknai hal berbeda mengenai pertemanan, profesionalisme dan kompetisi. Secara sadar dalam berucap dan bertindak setiap orang mengindikasikan minat , potensi, suka dan tidak suka pada sesuatu hal. Meski tidak secara gamblang bisa terbaca, setidaknya gesture tidak mengalihkan yang sebenarnya . Keenan yang baru  berusia 5 tahun, kadang-kadang berbohong dengan sengaja, misal bilang belum lapar. Begitu di sodori roti Maryam bertabur selai , langsung lahap. Bukan bohong, tapi ga mau makan pakai rendang :-(

Ketika saya bertemu teman dan menanyakan kabar  sedang beliau menjawab dengan sekilas tanpa bertatap mata dan grogi, jadi bertanya. Ada apa ? Kemudian bertemu teman lain, yang berjanji memberikan sesuatu yang saya butuhkan. Dengan alasan aneka rupa, canceled. Aneh.

Berteman dan berkompetisi menurut saya  adalah hal yang bisa seiring sejalan tanpa harus meniadakan. Di era digital sekarang, kompetisi bukan lagi head to head dengan mematikan pihak lain. Justru dengan mencari ceruk pasar lain. Memberikan diferensiasi yang  justru menguntungkan end user bukan dengan menjegal  langkah kompetitor.
It’s so yesterday.
Jadul
Ndeso

Bersiap dengan perubahan atau tergilas jaman.
Bukan tentang pilihan tapi tindakan nyata.

Sudah era FINTECH, masih saja diribetkan

Saturday, June 24, 2017

Mudik Lancar Via Jalan Tol Fungsional Batang-Semarang

tayang di ucweb (23/6/2017)

Pengoperasian Jalan Tol Fungsional (JTF) Batang-Semarang, cukup efektif mengurai kemacetan di jalur Pantura, terutama kota Pekalongan dan kab Batang yang tidak memiliki jalan lingkar (ring road). Pengalaman tahun-tahun sebelumnya pada H-4 jalan sudah padat dan pihak kepolisian membuat pembatasan  di As jalan sehingga mengurangi simpangan atau tikungan kendaraan dari warga lokal. Sedang tahun 2017, perlakuan tersebut baru dilakukan pada H-3 pada lokasi tertentu. Jalan pantura Pekalongan-Batang pun cukup bersahabat.

Sementara itu pemudik dari Jakarta arah ke Semarang terlihat lancar melalui JTF paket I jembatan Pasekaran Batang. Sesuai himbauan Kepala Humas PT Jasa Marga Semarang-Batang Iwan Abrianto ,yang dilansir tempo.com (22/6/2017) , agar kendaraan dipacu maksimal 40km / jam. Hal ini dikarenakan sifat darurat jalan tol yang masih berupa beton tipis, pun masih banyak material di sepanjang jalan.