Thursday, January 11, 2018

Fairy Tales, Penantian Berbuah Manis


cover unyu-unyu buku FAIRY TALES (docpri)

Awal tahun 2018 sudah beresolusi untuk menulis lebih rajin. Sudah mengumpulkan ide untuk dibuat tulisan. Eh dasar bos lagi semangat kerja, awal tahun sudah gaspol aja. Touring luar kota terus menerus. Alhasil sampai rumah lelah, ngantuk, kemudian di gugat si balita,”Bunda kok sudah mau tidur, main sama aku kapan?” Antara trenyuh dan badan pegel. Terus kapan nulisnya?

Baik, target menulis diagendakan di minggu kedua. Rencana mau menulis tentang liburan Desember kemarin. Destinasi wisata Kebun Teh Pagilaran Batang dan Kebun Binatang Gembira Loka. Tumbenan aja liburan kemarin kok ya pas ngumpul. Pas ngumpul di Batang. Pas ngumpul di Jogja. Sudah punya bahan menulis dan gambar-gambar bagus.

Eh dasar punya ribuan alasan, gagal lagi fokus menulisnya. Dan ini sudah Kamis! Why? Kalau ini untuk alasan yang indah. Bagaimana tidak indah, bambang atau heru, kalau Senin sore dapat kiriman gambar cover buku dongeng FAIRY TALES bertuliskan nama saya gede-gede- Maryati Imang dkk-yippii, senangnya!
Buku baru, iyes! Masih buku keroyokan alias rame-rame bareng 44 penulis lain, sih, tapi tetap bangga dong.dasar pemula. Karena kemarin diberi tugas jadi pijey, jadilah nama akooh yang terpampang di depan. Kebayar juga berlelah-lelah japrian nagih naskah. Eits, tugas belum selesai, promoin bukuuu…!

Menulis dunia peri beserta keajaibannya bukan keahlian saya. Seperti halnya memasak, doyan makan dulu baru terinspirasi membuat masakan atau makanan sejenis. Ketika ada tantangan menulis cerita FAIRY TALES, langsung tunjuk tangan deh, ikuut. Setelahnya melipir ke toko buku seberang kantor yang lagi bikin bazaar. Cari referensi. Dibelain beli satu buku pulak. Modal! Modal!

Naskah yang saya tulis di buku tersebut tentang peri makanan, tentang harum masakan yang menggugah selera di sebuah warung makan. Namun ada saja orang yang tidak suka dengan keberuntungan orang lain. Pesan moral yang terselip, balaslah perbuatan buruk dengan perbuatan baik. Maka dunia akan lebih tenteram. Tsaaah.
peri makanan dengan ilustasi keren

Walau buku tersebut dari penerbit indie, namun kualitas cetakan berikut ilustasinya sekeren buku penerbit mayor. Sebenarnya sebelum membuat naskah buku FAIRY TALES ini, saya dan teman-teman sudah memiliki empat naskah buku bakal terbit melalui gramedia dan elexkids. Namun masih antri, jadi harus sabaar. Katanya, ngantri di penerbit mayor itu, bisa sampai setahun. Alamak! Terobatilah dengan buku terbit indie yang ‘cuma’ butuh waktu satu bulan untuk mengumpulkan naskah dan editing. Sedikit lama untuk membuat ilustasi setiap cerita.Tapi nunggu dua setengah bulan untuk buku ini adalah penantian yang berbuah manis. Senyum terus pokoknya.

Ternyata benar kata mentor nulis, marketshare buku anak itu besar. Mudah saja tinggal unggah poto cover, alhamdulillah banyak teman yang minat. Iyalah, emak-emak macam saya yang memiliki anak usia awal sekolah, pasti mupeng lihat gambar yang unyu-unyu. Promo buku dan nulis naskah, sama serunya! So, untuk Januari ini, jualan dulu, menulis kemudian ehehe.

#minatbukufairytales, wapriyahJ
           



Saturday, January 6, 2018

Aroma Coklat Menggoda

vaseline cocoa radiant(doc:pribadi)

Minggu lalu jelang libur akhir tahun, saya menyempatkan diri jalan-jalan ke toko seberang kantor. Semasa Keenan masih MPASI, setiap Jumat pasti kesana. Sekedar membeli seiris ikan tuna, sepotong pumpkin, dan satu pack kecil unsalt butter. Kalau sekarang urusan dapur cukup mengandalkan tukang sayur langganan yang lewat depan kantor.
Kembali ke toko seberang kantor, semakin dewasa aka menua, nafsu belanja saya memang merosot drastis. Belanja untuk diri sendiri baik cemilan hingga pakaian seringberpikir tiga kali, namun beli barang untuk anak jadi prioritas. Seperti berburu boneka bantal Tayo J.
Lorong favorit saya adalah perkakas dapur yaitu deretan rak wajan, panci dan piring dan teman-temannya. Senang saja melihat pernik-pernik unyu-unyu, dan tetep CEK HARGA, walau ga beli hahaha. Lorong selanjutnya adalah kosmetik. Nah, disinilah saya menemukan si BARU itu. Lotion rasa cokelat! Saya cukup rajin memakai lotion untuk telapak tangan dan telapak kaki. Kenapa cuma dua tempat itu? Karena cuma itu yang terpapar udara luar.. Seharian terpapar benda kotak yang bikin adem itu memang membuat kulit cepat kering apalagi setelah cuci tangan. Jadilah selalu ada sebotol lotion di tas saya.

merawat kulit tangan (cloudfront.net)
Apa sih yang istimewa dari lotion baru yang saya temukan hari itu? Bukan spoiler ya, serius, ini bukan review produk, cuma mau bilang kalau saya suka sekali. Vaseline Cocoa Radiant. Salah satu produk yang cukup sering saya beli karena wanginya lembut dan cepat meresap. Harganya pun masih rasional di kantong saya. Jika sebelumnya paling banter varian Aloevera, yang wanginya kurang saya suka, ketemu Cocoa Radiant langsung jatuh cintrong. Ada gitu lotion rasa cokelat! Ehm, sekalinya oles ke kulit, wangi cokelatnya bisa menenangkan. Kemudian tidoor.
Ternyata memakai lotion pun ada waktu terbaiknya, supaya memberikan hasil optimal:
1.      Gunakan setelah mandi
Sesaat setelah mandi pori-pori kulit dalam keadaan terbuka sehingga kadar air dalam lotion akan terkunci di dalam tubuh. Cara ini efektif untuk kita yang seharian terpapar AC.
2.      Bersihkan kulit yang akan dioles lotion
Kotoran atau debu yang melekat pada kulit akan menghalangi lotion bersentuhan langsung dengan kulit. Maka bersihkan dahulu daerah tangan atau kaki atau bagian tubuh lain, baru oleskan lotion.
3.      Gunakan minimal sehari sekali secara menyeluruh
Untuk mendapatkan hasil kulit halus bercahaya, gunakan lotion minimal sekali sehari. Dan digunakan ke seluruh badan, bukan hanya yang terpapar sinar matahari. Jadi walaupun kulit terbungkus pakaian seharian tetap harus dijaga kelembabannya sepanjang hari. Pun menghindari belang. Bagian ini yang sering terlewat oleh saya karena lebih sering  mengoles bagian telapak tangan dengan lotion karena bolak-balik cuci tangan. Reflek :tangan kotor-cuci tangan, tangan lengket-cuci tangan, pegang uang-cuci tangan.
4.      Perhatikan tanggal kadaluarsa
Naah lo..adakah yang samaan dengan saya suka nyetok lipstik di kemudian hari ternyata udah lewat tanggal aktifnya? Padahal sayang kalau dibuang hehehe. Sebagian besar kosmetik memiliki masa kadaluarsa kisaran dua tahun. Kecuali untuk produk cream kecantikan yang biasanya hanya tahan 3 bulan di lemari pendingin.

Bahwa cantik itu tidak murah ya, bapak-bapak. Kulit cerah merona itu hanya iklan, selebihnya usaha jungkir balik nyalon, facial, lulur de el el nya jauh lebih ribet dari sekedar mengoles lengan. Cerdas itu takdir, cantik itu pilihan J
Happy weekend.

Sunday, December 10, 2017

Lima Pilihan Me Time yang Seru

Memiliki me time yang cukup bagi sebagian besar perempuan adalah hal mewah. Pria dapat melakukan me time atau bahkan hobi selepas jam kerja tanpa ada keterikatan waktu. Berbeda dengan perempuan, apalagi jika sudah memiliki anak, pulang kerja adalah waktu untuk keluarga.
Menurut Psikolog Ayoe Sutomo, M.Psi seperti yang dilansir wollipop.com (31/10/2013), bahwa me time bisa menghindarkan stres khususnya bagi kaum perempuan. Rutinitas sehari-hari seperti bekerja di kantor, mengurus keluarga seringkali menyebabkan kejenuhan sehingga sulit mengontrol emosi. Hanya saja yang perlu dipahami, me timetidak selalu identik dengan cuti, liburan ataupun travelling.
Me time bisa saja dengan melakukan hal sederhana yang menyenangkan hati, setidaknya melepaskan sejenak beban harian. Belanja bisa jadi me time yang ampuh bagi sebagian perempuan, namun jika setelahnya pusing dengan tagihan kartu kredit? Alamaak, bukannya mood bangkit justru drop bahkan tenggelam di kolong meja.
Saya sendiri memiliki pilihan me time dari yang sederhana sampai menyerupai passion. Ada lima hal yang sering dan ingin saya lakukan, apa saja itu?
  1. Bekerja
Aneh ya, jika menjadikan bekerja sebagai me time? Tapi bisa jadi benar! Bahwa bekerja selama 8 jam itu berarti bisa menjadi diri sendiri tanpa diganggu teriakan bocah, hahaha. Sedikit terdengar egois ya? Bekerja menjadi menyenangkan jika sesuai minat dan masih sempat melirik facebook, twitter ataupun whatsapp, yekan? Hal-hal yang tidak bisa (sering) lakukan kala sudah di rumah.
2. Berenang
Salah satu manfaat berenang adalah membuat tubuh rileks. Saya memilih berenang di hotel sabtu pagi selepas mengantar anak sekolah. Suasana hotel yang relatif lengang, dibanding sport centre atau bahkan waterpark, menjadikan mengitari kolam sekian kali sungguh nyaman.
3. Membaca
Membaca termasuk me time mewah bagi saya saat ini, dan mungkin juga bagi kebanyakan perempuan yang sudah terkotakkan dengan tugas domestik. Menyelakan waktu sekian menit apalagi jam untuk membaca buku tidak mudah saat anak merajuk. Selepas anak tidur jadi waktu yang nyaman untuk membaca buku atau sekedar artikel dari gawai di tangan.
4. Menulis

Buku antologi penulis sekolah perempuan
Menulis adalah hobi lama rasa baru. Saat jaman berubah, dimana semua hal terkoneksi digital, memungkinkan tulisan bisa dinikmati khalayak ramai. Proses belajar menulis itu yang kemudian bisa melahirkan sekian karya buku antologi baik melalui penerbit mayor maupun penerbit indie.
5. Cooking Class

cooking class (orlandodatenightguide.com)
Kegiatan ini belum pernah saya lakukan, namun teramat ingin merasakannya. Generasi jaman now itu senang belanja pengalaman bukan lagi kebendaan.  Cooking class hands-on, yang beneran pegang nimbang bahan, nguleni adonan dan plating. Wohoo, mantap kayaknya.
Gimana dengan kalian? Sudah menemukan pola me time? Apa pun namanya saat kita merasa nyaman dan rileks melakukan sesuatu, itulah me timeyang efektif. Mari perbanyak senyum.

Saturday, November 25, 2017

Belajar Menulis (lagi)

Belajar menulis dan menjaring ide (pic:pixabay)

Saat blog kembaIi hampa terjadi setelah kelas bloggingnya mbak Mira Julia kelar di Oktober dengan kejar-kejaran sebelum tutup. Waktu tujuh bulan mustinya teramat cukup untuk mengulik aneka fitur milik blogspot. Nyatanya memang kalau masih jauh dengan deadline  bawaannya nyante dan malas. Hanya semangat di awal bulan April  dan jelang akhir Oktober. Duk duk duk, endingnya blog saya masih biasa-biasa saja. Paling keren bisa buat akun .com, itu sudah yahui dah.

Akhir Oktober itu pula seorang teman lama yang dua tahun lalu pernah ikut kelas menulis, menawari untuk ikut kelas cerita anak. Dini W Tamam berhasil menjebloskan saya dalam komunitas yang super duper keren. Wonderland Creative yang digagas mbak Dini dan mbak Wulan fokus pada penulisan cerita anak keroyokan untuk dicetak oleh penerbit mayor. Kalau kelas yang saya ikuti insyaallah buku akan  terbit via Gramedia dan Elexkids. Keren kan? Bukan saya, tapi para  mentor cantik yang masih punya balita namun bisa produktif menerbitkan karya sekian belas buku.

Anggota grup Wonderland Creative terus bertambah. Iming-iming buku terbit mayor, adalah salah satu daya tariknya.  Dan itu bukan isapan jempol. Beneran! Kok bisa? Karena sebelum kelas mulai biasanya para mentor sudah kirim outline ke penerbit. Yeay, jadi saat kami berlimapuluh belajar membuat naskah, sudah kebayang format buku cerita biasa atau picture book. Cerita dan gambar adalah bagian tak terpisahkan dari naskah buku anak-anak.  Orang dewasa juga senang akan dengan buku yang colourfull, yekan?
wonderland creative, grup menulis 

Tulisan saya sukses dikritik habis oleh para mentor. Beneran tak pernah buka KBBI.Tak paham EBI. Cara penulisan huruf, awalan, akhiran, bahkan sekedar posisi tanda seru “!” saja, saya salah, hahaha. Dong! Dong! Maka saya buka lagi koleksi buku di lemari. Bukan untuk membaca ceritanya, tapi melihat cara penulisan narasi maupun dialog yang benar.

Dan saya (tetap) belum dinyatakan lulus, karena saat belajar membuat cerpen kemudian minta krisan mbak Liza Arjanto dan mbak Ayu Welirang, makin banyak salahnya. Paraaah! Sungkem kakak  J

Mengikuti kelas dan grup menulis membuat jadual harian saya bertabrakan sana-sini. Kerja sambil lirik fb. Buat laporan akhir bulan, endingnya colek teman-teman yang belum kirim naskah. Huaaaah, dan masa menegangkan berakhir sejenak setelah  empat naskah sudah berhasil setor sebelum deadline. Kemudian saya memilih jadi pembaca grup pasif dulu. Kerjaan kantor jelang akhir tahun begini makin riweuh.
Terus kapan saya cuti!

“Pantesan  kamu anteng.” Seorang teman pernah menanyakan apakah saya bosan bekerja di bidang  yang sama selama hampir tujuh tahun. “Saya memilih menikmatinya saja.” Dan si teman teramat maklum saat melihat saya (mulai) rajin ngeblog dan bergabung dengan komunitas menulis.

Maka naskah parenting enampuluhhalaman sejak tahun kemarin, nampak melambai-lambai meminta disentuh. Pun ide membuat serial TAKO, dumptruk lucu dan pintar. Terus nulis biografi salah satu bos kantor. Ahai!

 Aah ini baru sekedar cita-cita. Bagian dari memanjakan passion. Belajar dan mengerjakan hal diluar rutinitas itu, menyenangkan syekaleee!

Mari menulis, ketimbang rumpiin apakah uang makan bakal naik tahun depan?!

Saturday, October 21, 2017

TAKO dari KEN

Tako dumptruck dan Odi backhoe (sumber youtube/mainananak)

Sayup-sayup terdengar  suara tangis yang tertahan. Suma, minibus berwarna merah, mengerjap-ngerjapkan matanya. Telinganya  tegak untuk mempertajam pendengaran.
Hari masih gelap, belum ada cahaya matahari yang menerobos melalui jendela rumah. Hanya ada temaram lampu kecil dari sebuah lemari kaca dua pintu penuh mainan. Satu sisi lemari berisi mainan dari kayu dan plastik serta tumpukan puzzle. Sedangkan sisi yang lain berisi mobil-mobilan berbagai jenis dan ukuran.  Dua rak pertama berisi mobil-mobil kecil seukuran genggaman tangan. Sedang rak paling bawah berisi mobil yang lebih besar.
 “Suara siapakah yang sesenggukan dipagi buta begini ?” gumam Suma sambil melirik sekitar. Dilihat kawan-kawannya masih pulas. Odi, backhoe warna kuning meringkuk di pojok,  sementara  Sata,lokomotif  kereta hitam mulai menggerak-gerakkan badannya. Suma menoleh kebelakang, kemudian memicingkan matanya. Di dekat pintu lemari kaca itu biasanya Tako sang dumptruk biru berada. Tapi bayangan hitam di depannya berbeda,  seperti bukan Tako.
Byar! Tiba-tiba lampu ruangan menyala. Rupanya Ken, anak lelaki setinggi 110cm sudah bangun. Gemericik air menandakan Ken sedang mengambil air wudhu.
Kali ini Suma bisa melihat dengan jelas siapa yang ada di depannya. Benar , bukan Tako !
“Odi, bangun ! Tako hilang !” Suma berusaha membangunkan Odi dengan menabrakkan bemper depan busnya. Odi hanya membuka mata sebentar, kemudian membalikkan  badan backhoenya  sehingga membelakangi Suma.
Kemudian Suma bergeser kea rah Sata, dibukanya kaca depan lokomotif paling tua itu. Iya, Sata adalah yang paling lama tinggal di kamar Ken. Sata adalah mainan Ken sejak umur 1 tahun. Empat gerbong kereta Sata sudah  rusak. Namun Ken masih menyimpan lokomotif Sata.
“Tidakkah ini terlalu pagi, Suma? Kenapa engkau berisik sekali?” Ucap Sata dengan mata masih terpejam.
“Sudah lepas Shubuh Sata. Dan yang lebih penting, Tako hilang !”
“Hallah,  paling Ken lupa meletakkan Tako di atas meja belajar. Dia kan sering begitu.”
“Tidak ada, Sata.” Suma gemas lalu menabrakkan bodi bus belakangnya kea rah Sata. “Buka matamu, di meja tidak ada Tako!”. Sata beringsut sambil melebarkan kelopak matanya.
 Jarak lemari kaca tempat mereka berada hanya terpaut 3 meter, sedikit terhalang sandaran kursi. Benar, tidak terlihat Tako disana. Kadang –kadang saat Ken teramat kelelahan dan ingin bersegera tidur, Ia meletakkan begitu saja semua mainannya.  Jika sudah begitu, Bunda Ken tidak tinggal diam. Ken tidak boleh tidur jika semua mainan belum masuk ke lemari kaca di ujung kamar.
“ Tahun depan kamu sudah masuk sekolah dasar, Ken. Artinya sudah besar. Anak besar harus belajar tanggung jawab.” Begitu nasihat  Bunda, kala Ken malas-malasan berberes.
“ Tako ada di balik pintu.” Tiba-tiba terdengar suara asing yang tidak dikenali. Benda di dekat pintu lemari membalikkan badannya. Sayapnya yang panjang  menyentuh ujung lemari sehingga tidak bisa sepenuhnya membelok. Suma, Odi dan Sata saling merapat. Benda itu lebih besar dari mereka. Ujung badannya runcing, ada empat roda kecil dibagian bawah. Warna abu kombinasi hitam membuatnya terlihat gagah.
“Namaku  Andrew sang pesawat jet tempur , aku datang tengah malam tadi bersama  Ayah Ken. Aku datang dari negeri jauh. Itu mengapa badanku jauh lebih besar  dari kalian. Warnaku pun jauh lebih berkilau.”   Tanpa diminta, Andrew menerangkan keberadaannya.
“Tako sudah usang.” Lanjut Andrew .”Dia layak dibuang !, karena sudah ada aku, mainan pengganti yang jauh lebih bagus, hahaha.”  Tawa Andrew memenuhi seantero lemari. 
Suma menutup kedua telinganya. Kemarin kaca telinganya pecah karena jatuh dari teras terguling ke tanah. Suara keras sering mengagetkannya.
“Tidak mungkin Tako dibuang! Ken orang baik !” Sata maju mendekati Andrew. “Buktinya  aku. Sudah empat tahun aku menemani Ken. Gerbongku rusak semua, tapi Ken tetap sayang padaku.”
Andrew kembali tertawa memperlihatkan gigi-giginya yang tajam sembari mengetuk-ngetukkan  empat roda kecilnya ke lantai kaca. “ Tunggu saja giliranmu , Sata !” Bentukmu sungguh lebih layak menjadi rongsokkan. “Suma bersembunyi dibalik badan Odi. Dia tidak tahan dengan kegaduhan yang ditimbulkan Andrew .
“Betul, Ken tidak mungkin melakukannya” Kali ini Odi backhoe kuning yang berbicara.” Roda depanku pernah rusak .Ujung besinya patah . Ken kemudian meminta tolong Ayah menyambungkannya kembali. “ Ken menyayangi kami semua !”
Suara langkah kaki membuat semua diam. Andrew menutup mulutnya. Suma , Odi dan Sata saling menempelkan badan.
“Bunda, mohon bantu aku .” Ken membawa sebuah kotak kardus. Dari balik pintu diambilnya sebuah benda kemudian dimasukkan kedalam kardus.
“Itu Tako !” Jerit  Suma, Odi dan Sata bersamaan. Tako yang mendengar suara teman-temannya, hanya menoleh sedikit. Tako malu dengan bekas airmatanya.
“Kenapa belum kamu bungkus ?” Kertas kado warna biru langit disodorkan Bunda kepada Ken.
“Ken sayang Tako, Bun.” Ucap Ken lirih. Tako dipeluk erat. “ Tako,  dumptruk yang menemani Ken bermain pasir. “
Bunda mengucap rambut hitam anak semata wayangnya itu. “Memberikan sesuatu kepada orang lain, berupa benda yang kau sayang,adalah hal baik. Tako sudah sekian lama  bermain bersamamu.  Kali ini Tako akan mendapatkan lebih banyak teman baru. Lagian sudah ada pesawat jet baru dari Ayah.“
“Apakah mereka akan merawat Tako, Bun?”
Perempuan berkerudung marun itu mengangguk mantap. “Pasti, penghuni panti asuhan Azahra adalah anak-anak yang rajin. Ken masih ingat, kaos beruang  hitam yang tahun lalu kita berikan untuk mereka , masih dipakai Sina,balita kecil yang baru belajar berjalan itu kan?”
Tiba-tiba Ken berdiri sambil membawa Tako menuju arah lemari mainan . Dibukanya pintu kaca perlahan.
“Apakah kamu mau menukar mainan yang akan diberikan untuk anak panti?”
Ken diam mematung.” Tidak , Bu. Ustadzah di sekolah bilang, berikan mainan yang masih bagus dan paling disukai.”
Suma, Odi dan Sata menatap haru. Kali ini Tako tersenyum, sisa sedihnya mulai lenyap. Perkataan Bunda benar. Dia akan menemukan pemilik baru, dan tidak hanya satu, banyak. Dia akan membuat keceriaan banyak anak.
Bunda membantu Ken membungkus kardus berisi Tako sang dumptruk. Sebuah pita emas disematkan di atas bungkusan cantik itu.
“Kita berangkat sekarang , Ken?” Bunda beranjak keluar kamar. “Supaya tidak tertinggal minibus yang akan mengantar kalian ke panti.”
“Tunggu Bun. “ Ken berlari menuju meja, kemudian menulis sesuatu diatas kertas.
Bunda meraih kardus untuk dimasukkan kedalam tas plastik besar. Dibacanya kertas yang tertempel di atasnya.
TAKO DARI KEN TK B PERMATA HATI.

Thursday, October 12, 2017

Saat Ikhtiar Beririsan dengan Tawakal

Sulit menyembunyikan gemuruh dada yang membuncah. Sulit menahan air yang menggenang di pelupuk mata. Lelaki gagah yang saya kenal dulu, kini tergolek lemah di ranjang kayu berwarna coklat gelap. Tubuh tegap itu terlihat menyusut. Sudah tak terlihat raga yang rajin nge-gym itu. Hilang sudah keceriaan dari wajah tegasnya. Seandainya  bertemu di tempat umum , saya  nyaris kesulitan mengenali raut mukanya.  Sakit itu telah mengikis  raganya. Meski tutur kata dan ide-ide liarnya tetap tak terbendung, ada nada getir di setiap ucapannya.



Kemudian saya menyesal kenapa tidak sedari lama mengunjungi beliau. Mengapa tidak sejak kemarin-kemarin saya bertandang ke rumahnya. Rencana itu tertunda kesekian kali dengan alasan kesibukan. Basi ! Seandainya saya lakukan sejak awal, ingin saya ceritakan tentang perjuangan Dahlan Iskan melawan penyakitnya. Berupaya dengan semua usaha dan dukungan keluarga untuk mendapat kesembuhan. Bukan hanya tentang kesiapan materi, lebih pada ikhtiar tak berbatas dan semangat untuk sehat lebih lama demi karya nyata. Banyak sekali hal baik yang bisa dilakukan dengan tubuh sehat. Hal yang berimplikasi baik pada diri sendiri dan bermanfaat untuk umat.

Lebih dari sepuluh tahun lalu kami pernah duduk  satu ruangan. Kami melakukan beberapa perjalanan ke keliling kota di Jawa Tengah. Kami sepaham dalam banyak hal. Namun tetap  ada perbedaan pandangan pada beberapa hal lain. Dan kami memakluminya sebagai dinamika. Berbeda bukan berarti tidak bisa berjalan beriringan, bukan ?


Ujian ini adalah bagian dari lakon yang harus dijalani. Ikhtiar , tawakal dan doa beriring mengharap ridhoNya. Semoga segera diangkat sakitnya. Aamiin.


Sunday, October 8, 2017

Jajan Pasar, Kuliner Sepanjang Masa

Sebagai tukang makan, saya sering ngilu melihat menu makanan teman yang cuma terdiri dari sesendok nasi dan semangkuk sayur. Aiih, kalau saya mah, begituan masih lapaar. Beruntungnya badan awet, tidak melebar walau intake nya banyak. Ngiri ya ? Sini saya kasih kerjaan cuci piring dan nyetrikah haha.
rupa-rupa jajan pasar (photo:kateringsemarang)

Sekalipun saya sukak pakai banget makan brownies, strawberry cheese cake, red velvet hingga pizza, nyatanya saya tetaplah bocah ndeso yang akan lebih memilih jajan pasar jika di acara kondangan ada sajian kue menul-menul beraneka warna. Makanan yang disebutkan pertama jarang disajikan di kondangan.

Ini 5 jajan pasar favorite yang sering melewati kerongkongan saya J


1. KLEPON
Makanan ini terbuat dari tepung beras ketan yang diadoni bersama air hingga kalis. Kemudian dibentuk bola-bola dengan isian gula merah dan direbus . Jika bola-bola tersebut sudah mengambang ,ambil dan segera gulingkan di atas kelapa parut muda yang sudah bertabur garam. Di Pekalongan harga sebuah klepon 400rupiah, di Purbalingga cuma separuhnya. Kenyanglah saya.
klepon menul-menul (photo:cookpad)
      2. PUTU TEGAL
Bahan baku makanan ini  sama dengan klepon. Bedanya bentuk sedikit lonjong dan lebih besar. Sedang isiannya pisang raja. Cara masaknya lebih sering dikukus, setelah digulingankan dalam parutan kelapa muda.
putu tegal isi pisang (photo:cookpad)
3. KUE KU
Kabarnya Kue Ku berasal dari negeri Tiongkok. “Ku” dalam dialek Hokkian berarti Kura-kura. Jadi Kue Ku berarti Kue Kura-kura. Benar juga,karena bentuk original kue ku mblenduk seperti rumah Ninja. Namun sekarang banyak ditemukan bentuk lain dari kue ku menjadi mirip strawberry, nanas atau jenis buah lain. Bahan bakunya masih sama, tepung beras ketan, dan isiannya masih sama, kacang hijau rebus yang sudah dihaluskan.
kue ku original isi kacang hijau halus (photo: hesti-myworkofart.blogspot.co.id)

.     4. GETHUK
Dari sekian varian makanan berasal dari singkong, gethuk adalah yang paling pas di lidah. Mungkin karena sejak kecil, Bapak sering membeli makanan ini tiap pulang dari pasar Rejowinangun. Yup, gethuk khas Magelang. Bentuk dan warnanya tidak berubah sejak belasan tahun lalu hingga kini. Hanya original singkongnya banyak terabsorpsi bahan adiksi lain semacam tepung dan margarin.
genthuk magelangan (photo:pinterest)

      5. LUPIS
Masih dari beras ketan! Yang ini beneran dari besar ketan, bukan tepung beras ketan. Cara membuatnya seperti membuat lontong. Cara penyajiannya dipotong kecil , ditaburi parutan kelapa dan disiram kincau. Kincau terbuat dari gula jawa yang dimasak dengan sedikit air. Teksturnya kental. Uenakk.
 
kue lupis bertabur kelapa dan kincau (photo:harianresep.blospot.com)

Kamu, iya kamu yang lagi senyum-senyum :-) 
Suka jajan pasar yang mana ?