Monday, November 18, 2013

Keenan 26months

Makin pinter aja jagoan gantengku. Makin cerdik dan ada aja tingkahnya yang heboh , aneh , lucu. Penjiplak ulung sekarang. Jika dulu sering ditakuti ayahnya "kalo nakal tak slentik" adegan tangan kanan jempol dan jari tengah menyatu. Hasilnya sekarang Keenan mulai niruin kebiasaan itu. Jadi kalo sedang marah pada ayah atau bundanya , tangannya akan bergaya seolah mau me-nylentik-.Tapi semua jari tanya rekat hahhaa lucu.
Pun ketika si ayah suka kentut seenak tempat.Keenan pun bergaya. Dari awal duduk sila, begitu mau kentut, kaki kanan selonjor, pantat diangkat sedikit, posisi agak miring daaan duuuttt. Ahhhahah.
Yang paling baru semalam. Nonton PLANE di lapi. Si Ayah tiduran miring dengan tangan menyangga kepala. Keenan mau ikut-ikutan. Tibur miring, tapi tanganya tak kuat menyanga kepala, jatuuuh terus

Usia 2 tahun memang sedang lucu-lucunya. Bahkan tingkah paling menyebalkan pun (misal pup) tetap saja terasa lucu.  Dan semoga akan tetap kangen Keena kala kerja sampai dia usia berapapun.
Kakak ipar weekend lalu pulang, bosan di Jogja katanya. Kemudian ketika kami bertemu dia bilang.Aku bosan ngurus 2 anaku (kelas 2 dan 5 SD). Saya tersenyum... Ahaa bisa ya bosan pada anak. Lebih tepatnya jenuh dengan rutinitas bangun, antar sekolah-kerja-jemput sekolah-antar les-jemput. Sedang suami tak dapat diganggu gugat jika sedang berada di laboratorium. Oooohhh, jadi masalahnya adalah ketidaksamaan kerjasama. Apa ya bahasa yang tepat. Kurang kerjasama. Mbak merasa capek  mengerjakan semua sendiri. Sama dong dengan saiaaah .Dan rasanya pengen saat itu juga bilang ke suami , begini lo kata hati perempuaan ;-p
Semoga saya tetap kangen Keenan sekarang , nanti dan selamanya.

Balik ke Keenan , sejak usia 11 bulan sudah sekolah.Tepatnya dititipkan di Taman Penitipan Anak aka daycare. Dan sampai sekarang saya masih curious pada apa yang ada dipikiran dan benaknya. Bahwa rutinitas itu telah tercipta. Bahwa bagi Keenan setiap pagi dia berangkat bersama ayah atau bunda atau ayah dan bunda, kemudian sekolah, tak ada ayah bunda disana, bersama banyak teman dan pengasuh saja. Dan sore hari bunda datang. Setiap kali meninggalkan Keenan di sekolah, saya sedih. Kasihan anaku. Dan muka bayinya juga datar, mungkin jika sudah bisa bilang "Aku mau dengan bunda saja".

Semoga kita sama-sama kuat ya, nak. Dan kekhawatiran ipar yang bilang anak akan lebih dekat ke pengasuh ketimbang iu sendiri, sama sekali tidak terbukti. Keenan teramat lengket dengan saiyaaah
Love u and always, Kid Keenan

No comments:

Post a Comment