Wednesday, October 19, 2016

Peran BEKRAF menaikkan derajat pelaku bisnis UMKM

Mendapatkan flyer acara BEKRAF di Pekalongan justru dari teman di Yogya. Workshop Seri kelas keuangan syariah  bertempat di ballroom Hotel Dafam Pekalongan 13-15 Oktober lalu. Saya diperkenankan hadir mesti tidak bisa full 3 hari. Saya baru tahu ternyata BEKRAF, Badan Ekonomi Kreatif Indonesia,  merupakan lembaga pemerintah  yang fokus pada pembinaan UMKM. BEKRAF  banyak menyelenggarakan kegiatan worshop untuk para pelaku usaha kecil yaitu yang memiliki omset kurang dari Rp.5 Milyar setahun .

Berapa biaya ikut workshop tersebut? GRATIS. Bahkan mendapat akomodasi menginap di hotel karena seringkali acara berlangsung hingga larut malam. Para mentor yang berbagi ilmu level nasional , para praktisi yang sudah sukses di bidangnya.  Workshop yang saya ikuti adalah seri KEUANGAN SYARIAH dengan pembicara Liqwina Hananto (CEO QM Financial) , Ano Sajid (CEO INA isdev) , Nukman Luthfie (CEO Jualio.com),  M.B Teguh (pratisi Keuangan)dan Fadjar Hutomo (Deputi Akses Permodalan).

Beberapa bulan sebelumnya BEKRAF juga menyelenggarakan workshop kelas fashion dan kelas bisnis di Hotel Sahid Mandarin Pekalongan. Sedang di kota lain ada kelas membuat  packaging  produk dan pendaftaran HKI. Seru ya…

Tentu peminat sangat membludak. Kabarnya di Yogya pendaftar hingga 800 orang sedang yang  terseleksi  hanya 100 orang.  Betapa beruntung orang yang bisa hadir.
Tugas BEKRAF seperti disebutkan dalam ww.bekraf.go.id adalah mendorong kemajuan para pelaku ekonomi kreatif. Beberapa tugas tersebut dijabarkan dalam berbagai langkah, yaitu Identifikasi, Pembinaan, Membantu, Mengembangkan, Upaya Intermediasi, dan Pengawasan.


Kesukses pengusaha UMKM, menjadi pondasi penting perekonomian Indonesia.

No comments:

Post a Comment