Tuesday, November 22, 2016

Semangat Jumat

Saat adzan shubuh berkumandang, menu sarapan pagi sudah terhidang di meja. Nasi  hangat, bihun goreng sawi , telur dadar , tempe goreng dan bandeng presto. Ritual selanjutnya mandi dan sholat Shubuh. Jika biasanya jam 07.00 pagi saya baru siap berangkat kantor, pagi itu jam 05.00 saya sudah duduk menunggu driver kantor menjemput.
Bisnis trip kali ini dari pantura menuju arah selatan yaitu kota #Magelang dan #Jogjakarta. Walaupun hanya 5 tahun bermukim di Jogjakarta saya lebih familiar dengan kotanya ketimbang  kota Magelang yang pernah saya huni hampir 10 tahun. Pasti karena tinggal di Magelang saat saya masih kanak-kanak sehingga belum ada minat jeng-jeng sana-sini. Paling ngehits hanya beredar di Taman Kyai Langgeng saja.

Di Magelang hanya mampir sebentar  melihat lokasi daerah Danurejo dan perjalanan lanjut ke Jogjakarta. Disana saya bertemu perempuan hebat yang berbisnis kuliner SATE, makanan khas orang Indonesia yang melegenda.  Usaha ini sudah ditekuni sejak tahun 1970an. Naik turun usaha dialami namun tetap bertahan hingga sekarang ditengah gempuran sajian kuliner lain dengan menu bervariatif dan harga bersaing.
Perempuan emang gitu. Tangguh disegala suasana J

Selanjutnya bersilaturahim di rumah baru lelaki berumur 40 tahunan dan berputra tujuh ! Subhalallah. Membayangkan betapa riuhnya suasana rumah tersebut. Yang menarik, rumah yang berdiri diatas lahan 6m x  70m, modelnya memanjang, halaman depan cukup luas untuk parkir 4 mobil dan sedang dibangun dua ruangan yang akan difungsikan untuk perpustakaan dan Rumah Tanfidz.
Beliau bekerja sebagai marketing produk MLM  herbal dan kesehatan terkenal. Sejujurnya saya tidak tertarik dengan bisnis MLM jenis manapun. Namun bercerita dengan beliau membuka ranah berpikir saya. 
Tentang bisnis tidak hanya mengejar materi.
Tentang bisnis tapi tetap memiliki etika Islami. 
Tentang  jargon financial freedom yang kebablasan. 
Menurut beliau, financial freedom itu bukan berarti bisa membeli apa saja yang  di inginkan karena sudah memiliki dana berlebih. Kalau yang seperti itu namanya serakah. Maka yang dikejar hanya target, target dan target. Tidak ada ruh, tidak ada tujuan selain uang saja.  Bahwa kita hidup butuh uang , BENAR, namun tidak semata itu. 
Financial freedom adalah saat kita mampu memberi banyak, semakin banyak dan banyak lagi. Financial freedom adalah saat kita mampu berbagi rezeki kepada orang lain, tanpa takut rezeki kita berkurang.
Allah lah Maha Pemberi Rezeki, kepada Nya kita meminta dan kepada Nya kita menyembah.


Semangat  Jumat !

No comments:

Post a Comment