Sunday, November 6, 2016

Drama pagi cerah

Alarm pukul 3.31 tidak berhasil membangunkan saya, namun belum alarm kedua 4.30 berbunyi  mata saya sudah melebar. Teringat cucian piring yang semalam tidak tersentuh gegara kepala sedemikian berat.  Tak ada alasan untuk  bersantai.

Tepat pukul 06.oo, sarapan sudah siap. Saya pun sudah mandi. Menengok kamar depan yang kosong saya pikir Keenan diajak pergi si Ayah, karena rumah kecil kami memang memungkinkan melihat semua aktivitas dimanapun berada.  Dari rengekannya ,saya tahu bakda shubuh si Ayah membangunkan Keenan. Keenan belum bisa langsung terbangun, biasanya masih malas-malasan. Ketika suasana hening, terpikir mereka pergi jalan-jalan. Tanpa menengok saya lanjutkan beberes dapur.

Pukul 06.15, Ayah dan Keenan belum juga nampak pulang. Tengok kanan kiri ke halaman depan dan samping juga tak terlihat. Maka sayapun mulai sebal. Si Ayah suka gitu, ngajak jalan anak sampai siang , nanti kan jadi keburu berangkat sekolahnya.

06.30 keduanya belum juga terlihat, maka saya tengok ke tetangga sebelah. Eh Naufal teman mainnya malah melintas sendiri. Naaah berarti mereka dimana dong ?

Bergegas saya beresin jemuran , siap-siap ganti baju dan menutup jendela biar nanti pas Ayah pulang , semua sudah beres. Tinggal mereka mandi dan sarapan dan Go !
Saat menuju kamar baru disisi selatan rumah berniat menutup jendela, saya kaget. Ternyata keduanya masih tertidur lelap !! Masya Allah, kirain pergi main keluar rumah, ternyata cuma pindah tidur ! Ayaaaaah arrghh.

#Keenan pun menangis karena muka saya cemberut. Dia tahun kalau Bundanya marah, akan diam ditanya apapun.

No comments:

Post a Comment