Sunday, January 15, 2017

Emak Happy, Dunia Happy


Ada yang tidak sependapat dengan judul diatas ? Halo para Bapak :-)

Ini beneran, bukan riset terprogram untuk maksud meningkatkan elektabilitas para emak. Kenapa ? Karena secara kodrati, perempuan memang dianugerahi kesabaran yang luar  biasa dari Allah. Melahirkan, merawat dan membesarkan seorang anak manusia bukan perkara mudah. Bukan hanya tentang kebendaan, seperti berapa banyak uang saku harian, namun lebih pada kasih sayang yang dirasakan anak dari kedua orangtuanya khususnya emak.

Saat emak –emak bersuka cita, maka energi bahagia itu tersalur juga saat bermain bersama si kecil. Begitupun sebaliknya, saat emak sedang gundah gulana maka perasaan itu juga dirasakan oleh sang jabang bayi dalam kandungan. Jadi para Bapak, please luangkan waktu untuk mendengarkan curhatan para emak, bahkan ketika pekerjaan kantor sudah sedemikian melelahkan. Emak itu hanya butuh didengarkan, tidak yang lain. Tapi kalau ada Bapak yang pulang dari luar kota membelikan sepasang sepatu baru atau 2 keranjang jajanan tentu emak akan semakin melebarkan senyumnya :-)

Kalau Bapak  mendengar emak memarahi anak untuk suatu alasan kecil. Terlepas bahwa si anak memang melakukan kesalahan, bisa jadi karena emak sedang kesal pada sesuatu. Bisa jadi pada, Anda, Pak. Seperti tetangga sebelah rumah yang memiliki 4 junior. Masya Allah meriahnya rumah itu. Teriakan dan tangisan bersahutan sepanjang hari. Drama antagonis tersaji setiap saya membuka pintu samping. Entahlah apakah si Emak memang sedang marah dengan suaminya yang pulang seminggu sekali dengan dompet tipis, atau galau karena setiap tahun harus cari rumah kontrakan baru. Tapi ini benar. Emak tidak happy , dunia tidak happy.  Termasuk dunia saya, turut kelabu saat mendengar teriakan bersahutan di rumah sebelah, dan itu  merusak suasana makan siang kami sekeluarga kala weekend tiba.



No comments:

Post a Comment