Monday, February 13, 2017

Metode Pendidikan Efektif (2)

#serialbunbun
Selalu diawali bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Mengapa ibu ? Bagaimana jika ibu dan ayah sama-sama bekerja ? Apakah beban pendidikan anak tetap dibebankan lebih besar pada ibu ?
Mari kita telisik musababnya dari kacamata logika kekinian J
MASA BALITA
Baik ibu bekerja di luar rumah maupun ibu bekerja dari rumah, tanggung jawab pendidikan anak terbesar memang berada di pundak ibu. Bukan berarti suami ongkang-ongkang kaki ya... Secara fitrah suami adalah pencari nafkah utama, meski ada kondisi tertentu saat pendapatan istri lebih besar dari pendapatan suami. Allah menganugerahkan hormon kesabaran yang jauh lebih banyak dalam aliran darah ibu, sehingga mampu mendidik bayi yang sebelumnya tidak bisa apa-apa menjadi anak yang bisa melakukan banyak hal. Ujian sabar para ibu inilah yang berbalas surga di telapak kaki nya.

Sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 
Perintahkan anak-anak kalian untuk melakukan shalat saat usia tujuh tahun, dan pukullah mereka saat usia sepuluh tahun. Dan pisahkan tempat tidur mereka.(shahih Ibnu Majah dan Abu Daud)

Mengajarkan anak tentang Iman, Ihsan dan Islam sedini mungkin. Sehingga kelak saat memasuki usia baligh sudah faham apa yang boleh dan tidak, halal dan  haram maupun sunah dan wajib. Karena memasuki usia baligh itulah malaikat Rakib dan Atid akan mulai mengisi lembar catatan amal dan dosa setiap insan. Mengajarkan sholat dan puasa secara bertahap kepada balita. Mungkin sekarang ia hanya pengekor tanpa tahu makna dari setiap tindakan. Namun membangun kebiasaan baik sejak dini, akan terekam hingga  dia dewasa nanti.
Seorang ibu seyogyanya pintar membagi waktu mengurus anak, mengurus suami, mengurus rumah dan tetap punya waktu untuk diri sendiri “me time” , walau hanya 3 menit yaitu saat bermuwajaah dengan Allah minimal  lima kali sehari. Syukur-syukur pak suami berkenan membiayai relaksasi ke spa atau sekedar window shopping  ke mall J . Lakukan kolaborasi dengan suami dalam urusan rumahtangga sehingga kelelahan menjadi superwoman akan berbalas pijitan lembut di pundak saat buah hati telah lelap. Hasyeeek !


No comments:

Post a Comment