Sunday, February 12, 2017

Metode Pendidikan Efektif

#serialbunbun 
Selalu diawali bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Mengapa ibu ? Bagaimana jika ibu dan ayah sama-sama bekerja ? Apakah beban pendidikan anak tetap dibebankan lebih besar pada ibu ?
Mari kita telisik musababnya dari kacamata logika kekinian J
MASA KEHAMILAN
Perempuan, ibu, dianugerahi kemampuan hamil. Ada nutfah anak manusia dibenamkan dalam rahim ibu. Lebih dari sembilan bulan (normal) bayi bernafas bersama detak jantung ibunya. Seberapa pun perhatian laki-laki (suami) kepada perempuan (istri) akan kegendutan perutnya, tetaplah bayi selama 24 jam bersama ibunya. Walau si Ayah sering mengaji disamping perut istri, walau si Ayah rajin membacakan buku cerita, tetaplah bayi lebih banyak berinteraksi dengan ibunya. Disitulah bonding pertama terbentuk. Inilah yang dinamakan fitrah perempuan. Menjadi ibu, melahirkan anak. Hal yang tidak bisa dilakukan laki-laki, Bapak.
Bagaimana dengan perempuan hamil yang ngidam aneh-aneh. Minta rujak tengah malam, mie godog di tengah hujan lebat atau seperangkat alat online (laptop,modem dan paket data) J. Dalam tubuh ibu hamil memang mengalami perubahan hormon kehamilan, diantaranya HCG (Human Chorionic Gonadotrophin). Hormon inilah yang menyebabkan perasaaan mual dan ingin muntah. Dan hormon-hormon kehamilan lain yang terbentuk untuk mendukung kehidupan sang jabang bayi. Perubahan dalam tubuh yang tidak nyaman inilah yang memicu perempuan hamil cenderung lebih manja dan meminta beragam hal yang sering sulit dipenuhi pak suami. Bagian ini tergantung kedewasaan pasangan suami istri, dituruti atau tidaknya setiap keinginan tidak berimbas langsung pada kesehatan fisik sang bayi. Kecuali sang ibu sedih karena tidak dibelikan IPhone seri baru, kemudian berpengaruh pada emosi bayi juga J.
Saat kehamilan, sudah masuk fase dimana ibu adalah madrasah pertama. Keterikatan batin ibu dan bayi baik terjadi baik  secara fisik dari asupan makanan maupun secara emosional dari rasa. Saat ibu sedih maka bayi ikut sedih. Itu saya alami dahulu. Pada usia 7 bulan, gerakan bayi menendang sudah mulai heboh. Saat saya lelah bekerja, gerakan bayi jadi berkurang, sempat khawatir. Namun saat mood sudah bangkit, kembali normal.
Kebiasaan baik ibu hamil seperti sholat, mengaji, berdzikir akan mempengaruhi kejiwaan bayi. Bahkan ada seorang artis yang berlatih hitung-hitungan setiap hari karena berharap anaknya jadi orang pandai. Saya kemudian teringat dengan teman-teman yang berlatar belakang ibunya seorang guru. Kebanyakan dari mereka cukup pandai di kelas. Bisa jadi memang ada korelasinya. Saat ibu menggunakan otak untuk berpikir secara aktif, maka bayi menggunakan energi yang sama.
Wallahualam. bagian kita , manusia, adalah doa dan ikhtiar. Robbihabli minassholihin, semoga diberi anak yang soleh. Aamiin.


No comments:

Post a Comment