Tuesday, February 14, 2017

Metode Pendidikan Efektif (3)

#serialbunbun
Selalu diawali bahwa ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Mengapa ibu ? Bagaimana jika ibu dan ayah sama-sama bekerja ? Apakah beban pendidikan anak tetap dibebankan lebih besar pada ibu ?
Mari kita telisik musababnya dari kacamata logika kekinian J
MASA SEKOLAH
Ada sebagian  ibu yang  memilih homescholling untuk pendidikan putra-putrinya. Baik diajari sendiri maupun  memanggil guru ke rumah atau mengikuti pendidikan online. Apapun metodenya, tujuannya sama, semua orang tua menginginkan anak menjadi pintar, berakhlaq baik, mandiri dan kelak mampu menaklukkan dunia. (apaseh…:-p)
Saya termasuk golongan ibu yang tak terlalu pintar dalam hal akademis. Sehingga saya memilih bersusah payah survey sekolah terbaik (versi saya) yang memiliki visi misi sama (taelahhh…) Saya menginginkan sekolah yang memberikan bekal ilmu agama dengan porsi lebih banyak dari sekolah umum. Era digital dan pergaulan anak generasi Y sulit ditebak. Sekolah fullday menjadi pilihan saya dan banyak ibu lain karena rutinitas bekerja hingga sore, sehingga tak mampu mendampingi anak 24 jam. Anak akan lebih aman berada di lingkungan sekolah hingga sore dengan beragam aktivitas bermanfaat dari pada terjerembab pergaulan tidak jelas. Mungkin jadi terkesan orangtua lepas tangan dengan pendidikan anak. Seluruh pendidikan beralih dari rumah dan menjadi tanggungjawab sekolah. Tentu saja hal ini tidak sepenuhnya benar. Ada keterbatasn ilmu dan waktu dari para orang tua,sehingga muncul kebutuhan dan kesadaran untuk mencari orang/lembaga/ sekolah yang mampu mengakomodai kebutuhan tersebut. Memilihkan lingkungan dan sekolah yang baik adalah bagian dari ikhtiar memiliki anak dengan benteng ke Islam-an kuat.
Lagi, peran ibu tetaplah utama. Apapun yang terjadi diluar sana, ibu harus tahu. Ibu harus jadi orang yang pertama tahu keadaan putra-putrinya. Jika bonding ibu dan anak erat, maka wajar jika ibulah  yang pertama tahu saat putrinya haid pertama atau putranya bermimpi basah. Sex education awal selayaknya diajarkan dari rumah, dari orangtua,  bukan dari katanya teman atau  browsing internet yang sumbernya tak bisa dipercaya.
Semoga anak-anak mampu menjaga dirinya sendiri dan keluarganya kelak.


2 comments:

  1. Untuk memilih sekolah yg full day,,harus survey hingga mendalam dan yang sudah terbukti terpercaya. Takutnya hanya manis didepan kita saja.

    ReplyDelete
  2. Iyess bener Bu Sari. Saking parnonya anak masih TK udah nyari bakal sekolah SMP dan SMU :-)

    ReplyDelete